5 Rivalitas terpanas di Jagad Sepakbola

5 Rivalitas Terpanas di Jagad Sepakbola

Heri Susanto - Agustus 10, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit
  1. Derby Della Madonnina

Italia merupakan negara yang sarat akan rivalitas. Banyak laga sarat gengsi yang terjadi di Negeri Pizza. Namun pertemuan AC Milan melawan Inter Milan menjad salah satu alga yang kian dinantikan. Ada sentimen kelas sosial yang terbawa dalam laga keduanya.

Inter Milan sejak dulu dikenal sebagai tim yang borjuis. Sementara kelas pekerja condong memberikan dukungan kepada AC Milan. Bahkan, guna mendulang kesuksesan, Inter mengimpor berbagai pemain dari luar negeri lantaran kekuatan finansial mereka lebih sehat dari Milan di awal mereka berdiri. Di sisi lain, Milan dengan segala nasionalisme tingginya masih mempercayakan talenta lokal mengisi skuat.

Seperti yang sudah sudah, kesenjangan kelas pun terseret hinga ke lapangan hijau. Berbagai friksi, kontroversi hingga calciopoli pernah melibatkan kedua tim. Fans dari kedua kesebelasan tak jarang kerap bertikai kala kedua tim bersua. Dari sisi prestasi, Inter dan Milan bersaing ketat di kancah domestik. Namun untuk skala Eropa, Milan lebih unggul dibandingkan rival sekotanya itu.

  1. Superclásico

Dibanding El Clascico, atau rivalitas manapun yang pernah terjadi di kancah sepakbola, laga antara Boca Juniors melawan River Plate adalah pertandingan yang paling banyak menarik atensi. 2/3 penduduk Argentina rela meninggalkan pekerjaan sejenak untuk menyaksikan laga sarat gensi dari kedua tim.

Boca Juniors lahir dari kelas pekerja dan buruh migran dari Italia. Mereka hadir di distrik kumuh bernama La Boca. Sementara River Plate adalah klub yang mewakili kaum kelas menenagah ke atas.

Tak jarang, kandang Boca Juniors disebut kandang babi oleh pendukung River karena hadir di wilayah yang kumuh. Sementara ayam putih dengan jengger merah selalu dibawa pendukug Boca ke Stadion. Ayam direpresentasikan sebagai sosok yang pencecut seperti layaknya River Plate yang memutuskan pindah dari La Boca ke kawasan elit dan menapaki sepakbolanya di sana.

Saat River Plate terdegradasi untuk kali pertama di tahun 2011, pendukung Boca merayakan hal tersebut. River mampu membalas kala mengalahkan Boca Juniors di final Copa Libertadores 2018 lalu. Kekalahan itu jelas pukulan telak bagi Boca sampai kapanpun.

“Boca-River adalah salah satu hal terindah yang bisa dirasakan oleh pesepakbola. Anda harus menikmatinya sebisa mungkin, setiap menit, setiap detik, kemudian menyimpannya dalam memori Anda,” ungkap Carlos Tevez beberapa waktu lalu.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com