Banyak Tim Kaya, Real Madrid Khawatir Tak Bisa Belanja Bintang-Bintang Sepakbola
Vivagoal – La Liga – Presiden Real Madrid, Florentino Perez, khawatir terkait banyaknya tim kaya baru. Hal tersebut membuat Los Blancos seakan kehilangan taji untuk mendatangkan pemain bintang yang mereka inginkan.
Kehadiran para taipan di era sepakbola dimulai sejak akuisisi Roman Abramovic di Chelsea pada 2003 lalu. Setelahnya, pengusaha yang memiliki tim sepakbola mulai menjamur. Manchester City sempat diakuisisi mantan PM Thailand sebelum dibeli Sheikh Mansour.
Di belahan Eropa lain, PSG di takeover oleh Qatar Sport Investment, Malaga sempat dimiliki konglomerat Arab dan baru baru ini Newcastle United, mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pangeran Arab Saudi, Mohamed Bin Salman dalam bendera Public Investment Fund (PIF)
Kehadiran para pemilik baru yang punya uang melimpah membuat mereka tak kesulitan mendatangkan pemain-pemain bintang guna memperkuat tim. Selain itu, tim pemilik juga bakal enggan melepas bintangnya kala diminati tim lain. Kasus ini pernah terjadi kepada Real Madrid kala ingin memboyong Kylian Mbappe di bursa musim panas kemarin.
Los Blancos sudah membuka penawaran di angka 200 juta Euro guna mengamankan pemain asal Prancis. Kontrak Mbappe memang akan berakhir di penghujung musim. Namun, tawaran wah itu justru ditolak oleh PSG. Penolakan tersebut pada akhirnya membuat Perez agak sedikit resah.
Baca Juga:
- Wonderkid Timnas Jerman Masuk Radar Barcelona
- Bintang Atletico Madrid Bakal Absen Hingga Tahun Depan!
- Bale Cedera Lagi, Real Madrid Rugi!
- Punya Banyak Gelandang, Barcelona Siap Jual Bintangya?
“Sekarang anda menawarkan 200 juta [euro] dan mereka tetap tak mau menjual. Lebih baik ketika kontrak mereka berakhir, tapi saat ini ada banyak klub yang didukung negara dan mereka tak ingin menjual pemainnya,” kata Perez dikutip dari Marca.
Ia juga merasa banyak klub yang tak bisa mengelola pendapatannya dari sponsor dan hal-hal lainnya. Kebanyakan, pemilik klub banyak mengucurkan dana melalui pemiliknya ke platform lain dan menurut Perez, hal tersebut menjadi sebuah kebujakan yang salah kaprah
“Saya berusaha agar manajemen [keuangan klub] menjadi yang utama, bukan uang yang didapatkan dari tempat lain. Akan tiba saatnya 30 klub teratas di Eropa dimiliki oleh negara,” lanjut Perez lagi.
“Itu bukanlah prinsip utama dari Uni Eropa. Saya datang ke sini untuk bertarung, dan saya telah berjuang sejak pertama kali tiba,” pungkasnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com
