
Alphonso Davies Ungkap Masa-Masa Sulit selama Proses Rehabilitasi
Vivagoal – Bundesliga – Alphonso Davies masih harus menepi karena cedera pada lutut yang dideritanya sejak Maret lalu, namun perlahan kondisinya mulai membaik. Sang pemain sama sekali belum merumput di musim kompetisi 2025/26 karena proses pemulihan yang diakui tak mudah.
Davies mengalami cedera pada ACL-nya saat membela Timnas Kanada akhir Maret lalu. Hal ini menyebabkan pemain bertahan Bayern Munich itu harus menepi untuk waktu yang lama, namun ia mengungkapkan kondisinya saat ini sudah mulai membaik.

“Saya berlari dan berlatih dengan baik. Saya hanya perlu menambah sedikit massa otot di kaki kanan. Ketika dokter mengatakan berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk pulih, saya berpikir: ‘Wah ini akan jadi perjalanan yang panjang’, tapi sekarang sudah baik-baik saja,” cerita Davies, dilansir dari Bulinews.
Ia sudah mulai berlatih secara individu dengan bola sejak September lalu, namun belum diketahui kapan pastinya Davies bisa merumput kembali. Meski demikian sang pemain mengakui bahwa bagian tersulit dari rehabilitasinya sudah terlewati.
Baca juga:
- VG ART COMPETITION: Syarat, Mekanisme, dan Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah
- Harapan Bojan Hodak Kepada Para Pemain Persib Yang Baru Pulang Membela Timnas Indonesia
- Adam Alis Sebut Persib Punya Modal Baik Jelang Hadapi PSBS
- 5 Fakta Pelatih yang Sempat Mengarsiteki Bayern Munich dan Dortmund
“Bagian tersulit dari pemulihan sudah selesai sekarang. Saya senang dan tak sabar ingin bergabung lagi dengan tim dan memainkan olahraga yang saya cintai. Saya menantikan untuk kembali ke lapangan bersama rekan setim, membantu mereka memenangkan pertandingan, dan berjuang untuk tujuan kami.”
Sebagai penutup, Davies mengungkapkan perasaannya selama menjalani proses pemulihan. Meski cedera merupakan hal yang tak bisa dipisahkan dari atlet, namun kondisi mentalnya sempat terpengaruh.
View this post on Instagram
“Cedera seperti ini adalah bagian dari olahraga. Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah berjuang untuk kembali, bukan secepat mungkin tapi sestabil mungkin agar tak terjadi sesuatu lagi di masa depan. Prosesnya lebih sulit secara mental ketimbang fisik.
“Otot-otot yang saya miliki akan kembali dengan sendirinya, tapi tak tahu berapa lama harus menepi, itu yang paling sulit. Terkadang tubuh saya sudah tak sanggup lagi, kemudian secara mental kalian akan jadi lebih kuat. Itulah satu-satunya cara untuk melewatinya,” tutup Davies.















