Mauro Zijlstra vs Mali U-23
Aksi Mauro Zijlstra pada laga Timnas Indonesia U-22 kontra Mali. (VIVAGOAL/Made Gita)

Timnas Indonesia U-22 Imbangi Mali, Indra Sjafri Beri Bukti Punya Banyak Taktik

Taufik Hidayat - November 19, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, menunjukkan tangan dinginnya saat tim asuhannya mampu bermain imbang kontra Mali. Ia memberi bukti punya banyak taktik.

Dalam laga uji coba kedua yang berlangsung di Stadion Pakansari, Selasa (18/11), Timnas Indonesia U-22 mampu mengimbangi Mali dengan skor 2-2. Kedua tim saling kejar-mengejar gol.

Mali U-23 mampu unggul lebih dulu lewat aksi Sekou Kone pada menit ke-12. Padahal sebelum gol itu tercipta, Timnas Indonesia U-22 mampu menguasai jalannya pertandingan.

@vivagoalindonesia

Indra Sjafri menegaskan keinginannya agar seluruh pemain abroad bisa bergabung untuk SEA Games 2025. 🇮🇩 Menurutnya, meski hanya ajang SEA Games, tuntutan untuk meraih prestasi tetap tinggi. 🥇 Menurut Vivamania, siapa pemain abroad yang paling wajib dibawa ke SEA Games?

♬ original sound – vivagoal – vivagoal

Tertinggal lebih dulu tidak membuat para pemain Timnas Indonesia U-22 panik. Mauro Zijlstra akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-38 lewat penyelesaian akhir yang dingin usai memanfaatkan umpan Hokky Caraka.

Timnas Indonesia U-22 berbalik unggul usai tembakan Rafael Struick membobol gawang Mali pada menit ke-53. Sayang, tim tamu kembali berhasil menyamakan kedudukan 17 menit berselang yang lagi-lagi melalui sumbangan gol Sekou Kone.

Hasil imbang 2-2 merupakan sebuah peningkatan mengingat Timnas Indonesia U-22 takluk tiga gol tanpa balas atas lawan yang sama, tiga hari sebelumnya. Garuda Muda juga menampilkan skema permainan yang berbeda.


Baca Juga:

Benzema Sebut Mantan Pelatihnya Sudah Penuhi Kriteria untuk Tukangi Timnas Prancis

Posisi Foden di Timnas Inggris Masih Terancam oleh Bellingham

Dortmund Saingi Man United Dalam Perburuan Penerus Alexander Isak

Malick Thiaw Beberkan Alasannya Tinggalkan Milan demi Newcastle


Dalam pertandingan ini, Indra Sjafri menurunkan formasi 3-4-3 di awal laga. Namun komposisinya tidak kaku karena bisa berubah menjadi 5-4-1 saat bertahan.

“Dari beberapa tahun yang lalu bahwa kami bermain dengan possession progresif dan pemain melakukan itu dengan baik dan saat kehilangan bola, kita counter press. Hal-hal lain tentu menyesuaikan dengan siapa kita bermain,” buka Indra Sjafri.

“Seperti dengan Mali, kami tidak selalu pressing di atas tetapi sedikit menunggu dan bermain dengan counter. Bahkan juga ada beberapa kali kita ajak mereka bermain deep (bertahan lebih dalam) dan tunggu di bawah, lalu bermain counter (serangan balik).”

indra sjafri
Indra Sjafri (VIVAGOAL/Made Gita)

Indra Sjafri merupakan pelatih yang paling banyak memberikan gelar juara untuk level timnas kelompok umur. Namun masih banyak orang yang meragukan kualitasnya termasuk dalam urusan taktik.

Tak sedikit yang memberikan Indra Sjafri label pelatih miskin taktik. Namun pria asal Sumatera Barat tersebut selalu punya cara untuk menjawabnya.

“Saya pikir karena memang anak-anak kita, terutama anak-anak (yang lahir di) Indonesia itu punya winger-wingernya cepat-cepat, kenapa kita gak manfaatkan hal tersebut? Jadi ini yang terus akan kami kembangkan nanti, tentu cara bermain yang sesuai dengan kualitas pemain yang ada,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com