
Tagihan Biaya Produksi Jersei Timnas Indonesia Belum Dibayar, Erspo Dituntut Dua Pihak
Vivagoal – Liga Indonesia – Erspo digugat oleh dua pihak sekaligus ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Penyebabnya adalah adanya tagihan biaya produkis jersei Timnas Indonesia yang belum dibayar.
Seperti diketahui, Erspo terpilih menjadi sponsor apparel Timnas Indonesia pada periode 2024 hingga 2026. PSSI memilih produsen olahraga dalam negeri itu lewat proses bidding.
Sebagai sponsor apparel, Erspo berkewajiban menyediakan jersei dan perlengkapan pendukung lainnya untuk Timnas Indonesia. Mereka juga diizinkan menjual barang produksinya ke masyarakat.
Dalam proses menyediakan jersei Timnas Indonesia, Erspo ternyata menunjuk pihak lain sebagai mitra. Dua di antaranya adalah PT Grand Best Indonesia (GBI) dan PT Lucky Textile Semarang (LTS).
Awalnya kerja sama ini berjalan lancar. GBI dan LTS memproduksi jersei Timnas Indonesia yang kemudian dijual oleh Erspo.
Namun tagihan biaya produksi mulai bermasalah sejak Maret 2025 silam. GBI dan LTS mengklaim pihak Erspo secara sepihak tidak lagi membayar.
“Sebelumnya kami sudah banyak sekali melakukan pertemuan dengan Erspo untuk penyelesaian berapa banyak yang harus dibayar oleh Erspo terhadap dua klien kami. Dan kenyataannya hanya janji, dan sudah dibuat berita acaranya pun tetap tidak dilakukan,” kata Kuasa Hukum GBI dan LTS, Ricky Margono.
“Akhirnya makanya kami memutuskan untuk mengajukan di PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) supaya semuanya bisa dalam keadaan pasti secara hukum.”
Baca Juga:
- Incar Tuah Ramadan, Madura United Siap Berjuang Demi Kemenangan
- Catatan Gol Uilliam Barros Mulai Macet, Staf Pelatih Persib Beri Komentar
- Punya Karakter Catenaccio, Federico Barba Tak Senang Gawangnya Kebobolan
- Carlos Pereira Yakin Absennya Bojan Hodak Tak Mempengaruhi Persib
Jumlah utang Erspo kepada dua perusahaan ini cukup fantastis. GBI Mengklaim utang yang belum dibayar mencapai Rp2,2 miliar sedangkan LTS lebih besar yaitu Rp2,8 miliar.
Ricky Margono menilai angka tersebut tak sulit untuk dilunasi oleh Erspo. Ia berkaca dari tingginya angka penjualan jersei Timnas Indonesia.

“Biaya produksinya pun sangat murah sebetulnya, tapi mereka (Erspo) menjual dengan angka yang bombastis. Nah, dengan kayak begitu seharusnya sudah bisa tertutup semuanya, tapi tidak dilakukan pembayaran,” tambah Ricky.
“Oleh karena itu kami melihat Erspo memang tidak memiliki itikad baik kepada klien kami.”
Kuasa Hukum Erspo turut hadir dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Kamis (26/2) siang WIB. Namun mereka enggan dimintai keterangan karena ingin mempelajari kasusnya secara lebih mendalam.
Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















