
Mourinho Sebut Pemenang Ballon d’Or 2026 Tidak Wajib dari PSG!
Vivagoal – Berita Bola – Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, kembali melontarkan pandangan kontroversial mengenai penghargaan Ballon d’Or. Menurutnya, gelar juara bersama klub maupun tim nasional tidak seharusnya menjadi alasan utama dalam menentukan pemain terbaik dunia.
Jose Mourinho menilai penghargaan individual paling bergengsi dalam sepak bola itu semestinya diberikan berdasarkan pengaruh dan kualitas personal seorang pemain, bukan semata-mata karena tim yang dibelanya berhasil memenangkan Liga Champions atau Piala Dunia.
Pelatih asal Portugal itu tampak memiliki kriteria tersendiri mengenai sosok yang pantas memenangkan Ballon d’Or. Menurutnya, penghargaan tersebut idealnya diberikan kepada pemain yang memiliki pengaruh luar biasa terhadap sepak bola dan meninggalkan warisan yang tetap dikenang setelah mereka tidak lagi bermain.
“Kamu tidak bisa memberikan Ballon d’Or kepada seorang pemain hanya karena dia memenangkan Liga Champions atau Piala Dunia,” ujar Mourinho seperti dikutip Goal.

“Bagi saya, Ballon d’Or harus diberikan kepada salah satu pemain yang akan kita rindukan selamanya ketika mereka berhenti bermain. Saya merindukan Maradona, Ronaldinho, Ronaldo, Cristiano Ronaldo, Messi, Zizou, Lothar Matthäus. Saya merindukan orang-orang seperti mereka,” ungkapnya.
Mourinho bahkan menawarkan gagasan berbeda apabila tujuan penghargaan memang ingin menitikberatkan pada kesuksesan sebuah tim. The Special One merasa pencapaian kolektif seharusnya mendapatkan penghormatan melalui kategori tersendiri.
“Kalau kamu ingin memberikan penghargaan atas keberhasilan di Liga Champions, berikan saja Ballon d’Or kepada Luis Enrique sebagai Ballon d’Or untuk pelatih yang mewakili tim. Atau berikan kepada Timnas Spanyol. Pelatih Luis de la Fuente tentu layak mendapatkan Ballon d’Or untuk pelatih. Itulah penghargaan besar bagi sebuah tim yang mencatat sejarah,” lanjutnya.
Baca Juga:
- Dortmund vs Hamburg: Misi die Borussen Awali Musim Dengan Indah
- Tim Ligue 1 Siap Pulangkan Jonathan David ke Prancis
- Maguire Tak Pernah Jadi Pemain Man United Sesungguhnya!
- Lepas David, Juventus Kembali Kejar Mateta
Bagi Mourinho, penilaian terhadap pemain terbaik dunia harus dipisahkan dari keberhasilan sebuah tim. Ia mempertanyakan anggapan bahwa pemain dari klub atau negara juara otomatis menjadi kandidat terbaik dalam kategori individu. Mou menilai jika kualitas individu tetap dapat terlihat dengan jelas tanpa harus bergantung pada trofi yang dimenangkan bersama tim.
“Itu adalah sesuatu yang berbeda dari siapa pemain terbaik di dunia. Pemain terbaik dunia tidak harus berasal dari Paris Saint-Germain atau Timnas Spanyol. Pemain terbaik di dunia mungkin ada dua, tiga, atau empat orang. Kita tahu siapa mereka dan di mana mereka bermain. Mereka ada di sini. Kita juga tahu siapa yang membuat sejarah secara individual pada musim panas ini,” tambahnya.

Mourinho juga menyinggung kemungkinan adanya faktor politik dalam proses pemilihan Ballon d’Or. Ia mengaku kurang menyukai penghargaan tersebut apabila keputusan akhirnya dipengaruhi kepentingan di luar pertimbangan sepak bola.
“Ballon d’Or mungkin juga merupakan sesuatu yang politis. Ketika politik mulai masuk ke dalamnya, saya tidak terlalu menyukainya. Anda sudah tahu pendapat saya mengenai Ballon d’Or. Kita tidak perlu mengarang sesuatu yang baru hanya karena Timnas Spanyol atau Paris Saint-Germain memenangkan sesuatu. Kalau soal pemain, itu persoalan yang berbeda,” ujarnya.
Upacara Ballon d’Or ke-70 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober mendatang waktu setempat. Dalam perayaan ulang tahun ke-70 penghargaan tersebut, seremoni akan digelar di London untuk pertama kalinya, setelah selama bertahun-tahun identik dengan Paris.
Selalu update kabar terbaru seputar dunia sepakbola hanya di Vivagoal.com















