
Ramon Vega Siap Maju Dalam Pertarungan Kursi Presiden FIFA
Vivagoal – Berita Bola – Mantan bek tim nasional Swiss dan Tottenham Hotspur, Ramon Vega menyatakan kesiapannya untuk menghadapi Gianni Infantino dalam perebutan kursi Presiden FIFA pada pemilihan mendatang. Ramon Vega mengusung perubahan fundamental pada tubuh organisasi sepakbola tertinggi di dunia tersebut.
Dalam laporan AA, Ramon Vega menegaskan niat utamanya untuk menyatukan kembali keluarga besar sepak bola global dan mewujudkan reformasi yang tulus serta berkelanjutan. Ia mengusung visi modernisasi FIFA agar lebih relevan dengan tantangan abad ke-21, sekaligus memulihkan stabilitas dan kredibilitas lembaga tersebut.

“Saya mencalonkan diri untuk menyatukan kembali keluarga sepak bola global, mewujudkan reformasi yang tulus dan berkelanjutan, memodernisasi FIFA untuk abad ke-21, memulihkan stabilitas dan kredibilitas, serta membangun kembali kepercayaan yang sangat dibutuhkan oleh olahraga kita,” kata Vega.
Ia menekankan bahwa sepak bola merupakan olahraga milik masyarakat luas, bukan milik individu, presiden, konfederasi, maupun jajaran administrator semata. Menurutnya, pilar utama sepakbola berada di tangan para pemain, pelatih, wasit, suporter, sukarelawan, hingga klub dan komunitas yang menghidupkan permainan ini.
Baca Juga:
- Jawaban Rasional Igor Tolic Saat Ditanya Target Persib di ACC 2026/27
- Munchen Berpotensi Kehilangan Kiper Muda Masa Depan!
- Persib Usung Misi Tinggi di Markas Port FC
- Film Dokumenter Timnas Indonesia ‘The Longest Wait’ Rilis Trailer Perdana, Gandeng Morfem untuk Official Soundtrack
“Sepak bola bukan milik presiden, konfederasi, atau administrator. Sepak bola lebih besar dari posisi apa pun, individu mana pun, atau institusi mana pun. Ini adalah permainan rakyat dan milik semua orang: para pemain, pelatih, wasit, pendukung, sukarelawan, klub, liga, asosiasi, dan komunitas yang memberikan kehidupan pada sepak bola.” jelasnya.
Vega secara terbuka mengritik kepemimpinan FIFA saat ini yang dinilainya telah mengikis moralitas serta merusak kepercayaan publik terhadap tata kelola organisasi. Ia bahkan menggambarkan kondisi sepak bola dunia saat ini sedang berada dalam masa kritis dan membutuhkan penanganan darurat melalui arah kepemimpinan baru.

Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin
“Kepemimpinan saat ini telah merusak moral sepak bola. Tata kelola yang lemah telah merusak kredibilitas FIFA dan mengikis kepercayaan di seluruh keluarga sepakbola global. Sepakbola berada di ruang gawat darurat, dalam kondisi kritis. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. FIFA membutuhkan arah baru dan reformasi mendasar.” terangnya.
Tekanan terhadap Infantino sendiri kian meningkat menyusul kontroversi rencana penjualan saham hak komersial dan tiket pertandingan FIFA kepada investor swasta. Bagi Vega, ini bukan kali pertama ia berupaya masuk ke bursa kepemimpinan FIFA setelah sempat mempertimbangkan pencalonan pada 2015 dan mencoba maju pada 2019.
Selalu update berita terbaru hanya di Vivagoal.com















