Site icon Vivagoal.com

Saran Bale Agar Bellingham Tak Alami Nasib Serupa di Real Madrid

Agar Tak Berakhir Tragis Seperti Gareth Bale, Bellingham Dengarkan Saran Ini

Jude Bellingham, Foto: dok situs resmi Real Madrid

Vivagoal – LaLiga – Karier Jude Bellingham di Real Madrid memang masih mulus-mulus saja sejauh ini. Tapi, Bellingham perlu mendengarkan saran dari Gareth Bale agar tidak bernasib seperti dirinya selama berseragam Los Blancos.

Jude Bellingham didatangkan Real Madrid dari Borussia Dortmund pada bursa musim panas kemarin dengan tebusan yang tak murah, yakni 103 juta euro atau sekitar Rp 1,7 triliun. Ia pun terikat kontrak berdurasi enam tahun alias hingga Juni 2029 mendatang.

Sejauh ini, Bellingham sudah membayar tunai dengan performa yang ciamik di atas lapangan. Dari 14 penampilan di semua ajang, pemain timnas Inggris tersebut sudah berkontribusi berupa 13 gol dan tiga assist.

Gareth Bale, Foto: situs resmi Real Madrid

Sebuah catatan yang tak bisa dianggap sembarang mengingat posisi bermain Bellingham bukanlah seorang penyerang tengah. Dengan umur baru 20 tahun, Bellingham tentu sangat bisa punya karier panjang di Real Madrid.

Namun itu mencapai ke sana, Bellingham setidaknya musti mempertimbangkan saran dari mantan pemain Madrid, Gareth Bale. Bale telah memutuskan gantung sepatu pada Januari 2023 kemarin, yang menjadi akhir dari petualangannya selama sembilan tahun di Real Madrid.


Baca Juga:


Di periode sepanjang itu, Bale memiliki sumbangsih yang tak bisa dipandang remeh, yakni 18 trofi juara dengan yang paling fenomenal tentu saja adalah ketika Bale mampu membawa Los Blancos memenangkan lima titel Liga Champions. Tiga di antaranya bahkan diraih secara berturut-turut.

Ada pun jumlah trofi Bale selama berkostum El Real jauh melampaui pencapaian para legenda Madrid seperti Raul Gonzalez, Zinedine Zidane sampai Ronaldo Nazario. Harga sebesar 90 juta euro saat didatangkan dari Tottenham Hotspur pada 2013 silam pun jadi terasa sepadan.

Tapi perjalanan Bale di Santiago Bernabeu berakhir antiklimaks. Dua musim sebelum memutuskan pensiun, ia sangat jarang dimainkan. Bale sempat dibekukan dari tim utama hingga dipinjamkan semusim ke Tottenham. Ia lalu dilepas secara gratis ke Los Angeles Galaxy dan pensiun di klub Amerika Serikat tersebut.

“Saran terpenting adalah ikuti ‘aturan main’ di Madrid. Karena jika kamu tidak mengikutinya dan tidak melakukan yang media inginkan, seperti bicara dengan mereka, pada dasarnya menjadi boneka bagi mereka, maka kamu akan sering dikritik tanpa alasan jelas,” ujar Bale, dikutip Marca.

“Kalian lihat banyak bintang Galacticos bersikap demikian, melakukan apa yang media inginkan. Itu mungkin menjadi masalah saya (di Madrid), karena saya tak mau melakukannya. Saya hanya ingin bermain bola lalu pulang.

“Ini membuat situasi saya menjadi sulit dan membuat mereka lebih sering menyerang saya. Jadi yang kamu perlu lakukan adalah bicara seusai laga, dan pastikan kamu bicara dengan bahasa Spanyol.”

Selalu update berita bola terbaru seputar LaLiga hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version