
Begini Reaksi Mathew Baker Usai Cetak Sejarah Sebagai Pemain Termuda yang Bela Timnas
Vivagoal – Liga Indonesia – Bek berusia 17 tahun, Mathew Baker, mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang membela Timnas Indonesia.
Mathew Baker masuk pada menit ke-80 menggantikan Rizky Ridho saat Timnas Indonesia menjamu Timnas Oman pada FIFA Matchday yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6) malam WIB.
Dalam laga tersebut, Indonesia berhasil menang dengan skor meyakinkan 3-0 lewat gol Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Itu merupakan kemenangan perdana skuad Garuda atas Oman setelah 38 tahun lamanya.
Rasa bangga tidak cukup menurut Mathew Baker untuk menggambarkan perasaannya saat itu. Untuk itu, ia berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, yang telah memberikannya kesempatan bergabung dengan tim.
“Jujur saja, kata bangga saja tidak cukup. Rasanya luar biasa bisa mencetak rekor itu sekarang. Dan, saya benar-benar tidak bisa lebih bangga lagi,” ucap Mathew Baker saat ditemui wartawan, termasuk Vivagoal, di mixedzone.
Baca Juga:
- Luapkan Emosi, Mathew Baker Menangis Saat Menyanyikan Tanah Airku
- Tepis Penalti Oman, Emil Audero Justru Beri Pujian ke Elkan Baggott, Kok Bisa?
- John Herdman Harap Timnas Bisa Balas Cinta Masyarakat Indonesia
- Lorong Waktu Sejarah Persib Lewat Pameran Jersei Wall of Champions
“Saya sangat berterima kasih kepada coach John (Herdman) yang telah mengajak saya ke pemusatan latihan (TC) dan kemudian memberikan saya kesempatan (bermain) malam ini. Semoga ini adalah yang pertama dari banyak rekor lainnya,” tambahnya.
Baker juga percaya jika dirinya akan dimainkan John Herdman saat itu karena Indonesia sudah unggul 3-0. Yang perlu ia lakukan adalah bermain dengan baik di laga debutnya.

Foto: VIVAGOAL/I Made Gita.
“Saya selalu tahu ada peluang (untuk dimainkan), tergantung bagaimana pertandingannya, bagaimana jalannya pertandingan. Jelas kami sudah unggul 3-0 saat saya dimasukkan. Jadi, itu adalah situasi yang lebih mudah dibandingkan jika, misalnya, skornya 0-0 atau 1-1.”
“Iya, yang saya fokuskan adalah aksi pertama saya. Cukup melakukan satu aksi bagus pertama dan kemudian saya melepaskan diri, dan kepercayaan diri saya perlahan semakin meningkat,” tegasnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















