
Bukan Cuma Fisik, Febri Hariyadi Buka-Bukaan Soal Tantangan Mental Saat Pemulihan
Vivagoal – Liga Indonesia – Proses pemulihan cedera parah kerap menjadi ujian bagi pesepakbola profesional, tak terkecuali bagi winger Persib, Febri Hariyadi. Pasca-menjalani operasi rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament (ACL), Febri Hariyadi terus berjuang agar dapat kembali ke lapangan.
Sudah enam bulan lamanya selepas menjalani tindakan medis tersebut, Febri Hariyadi mengaku kondisinya kini mulai menunjukan progres nyata. Febri mengungkapkan bahwa seluruh tahapan rehabilitasi yang dijalani berjalan sesuai rencana dan cenderung tanpa hambatan.
“Memasuki enam bulan setelah operasi, sejauh ini cukup baik. Proses pemulihannya cukup baik, bisa berjalan dengan lancar dan mudah-mudahan lah secepatnya bisa segera kembali ke lapangan,” ujar Febri kepada awak media.

Foto: VIVAGOAL/Raffy
Cedera yang ini didapat Febri Hariyadi saat menjalani proses peminjaman bersama Persis Solo pada musim lalu. Febri Hariyadi mendapatkan cedera di sesi latihan bersama Laskar Sambernyawa. Bersama tim tersebut, Febri hanya tampil 32 menit dalam satu pertandingan saja.
Febri memandang, cedera ACL bukan sekadar menyembuhkan jaringan tubuh yang rusak. Cedera ini kerap membawa tekanan psikologis yang intens, mengingat masa rehat yang panjang serta proses latihan mandiri yang dapat mempengaruhi psikis.
Febri tak menampik bahwa menjaga fokus dan kestabilan emosi menjadi tantangan tersendiri selama masa jeda kompetisi ini. Tantangan terbesar sering kali muncul dari dalam pikiran sendiri saat harus melewati hari-hari jauh dari lapangan hijau.
Baca Juga:
- Marc Klok Yakin Persib Bisa Patahkan Rekor Buruk Lawan Port FC
- Persib Belum Bisa Putuskan Daftar Pemain Yang Diboyong ke Markas Port FC
- Marc Klok Beri Dukungan Moral untuk Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026
- Igor Tolic Doakan Timnas Indonesia Jadi Juara FIFA ASEAN Cup
“Yang paling berat selain recovery ACL yaitu menjaga mental. Jadi ya saya sebisa mungkin menjaga itu lah,” lanjutnya,
Di tengah proses pemulihan yang menguji kesabaran tersebut, dorongan moral jadi suntika semangat untuk tidak menyerah. Dukungan penuh dari lingkungan terdekat terbukti menjadi benteng pertahanan terbaik dalam menjaga semangatnya tetap menyala.
Bagi Febri, keberadaan keluarga adalah fondasi paling kokoh yang membuatnya terus melangkah maju. Kasih sayang dan motivasi yang tak pernah putus dari orang-orang tercinta menjadi alasan utama di balik ketegarannya menghadapi masa-masa sulit.
“Kalau dukungan, support keluarga sih paling utama, dan juga karena mereka. Dari diri sendiri juga sama saya untuk berjuang kembali,” tegas pemain bernomor punggung 13 ini.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















