
Daisuke Sato Buka Suara Terkait Sanksi FIFA Untuk Persib
Vivagoal – Liga Indonesia – Mantan pemain Persib, Daisuke Sato akhirnya memberikan klarifikasi terkait sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Persib. Daisuke Sato menyebut sanksi itu dijatuhkan bukan hasil dari laporan terbaru.
Dalam Instagramnya, Daisuke Sato akhirnya menyampaikan klarifikasi. Bahwa sanksi larangan pendaftaran pemain yang dijatuhkan FIFA kepada Persib disebabkan permasalahan pada tahun 2023, lalu.
Saat itu, Sato harus menerima pemutusan kontrak dari Persib dengan alasan kebutuhan tim. Sehingga kerja samanya dengan Persib harus terhenti, namun ada beberapa masalah administrasi yang belum tuntas.

Sejak itu, Daisuke Sato berusaha menangani situasi ini secara profesional dan melalui jalur yang semestinya. Namun karena situasi dan kondisi, Sato tidak memiliki pilihan lain demi melindungi hak-haknya melalui proses hukum.
Sato kemudian melimpahkan kasus ini ke beberapa pihak terkait. Bahkan kasunya juga diperiksa dan ditangani langsung oleh badan sepakbola dan lembaga hukum yang berwenang.
Persib juga memilih untuk menggugat atau menempuh upaya hukum yang tersedia dalam perkara ini. Setelah seluruh tahapan proses selesai, keputusan yang dihasilkan menguatkan posisi Sato.
Baca Juga:
- John Herdman Beberkan Alasan Panggil Mitchell Baker dan Luke Vickery ke TC Timnas
- Sanksi FIFA Untuk Persib Dipicu Masalah Administrasi Kontrak Daisuke Sato
- Persib Bandung Resmi Dijatuhi Sanksi FIFA
- Dirumorkan Ambil Witan dan Arhan, CEO Garudayaksa Angkat Bicara
Sato menambahkan bahwa Persib sempat meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyebut nama pemain maupun klub, dengan alasan menjaga kehormatan dan reputasi.
Namun pihak Sato menolak permintaan tersebut karena kami meyakini bahwa persoalan ini seharusnya ditangani secara transparan. Oleh karena itu, sanksi yang dijatuhkan FIFA bukanlah dari laporan baru.
Bagi pemain blasteran Jepang Filipina tersebut, sanksi ini merupakan konsekuensi dari tidak dipatuhinya keputusan final dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Sato menegaskan dirinya tidak pernah memiliki masalah dengan Persib maupun pendukungnya. Bahkan Sato selalu menghormati Persib, sejarah didalamnya, serta rekan-rekan setim saya, dan sepak bola Indonesia.
Sato juga menambahkan, proses ini semata-mata bertujuan untuk melindungi hak-hak profesionalnya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan telah dihormati semua pihak.
Sato dengan hormat meminta kepada publik dan para suporter untuk memahami kronologi lengkap permasalahan ini sebelum memberikan penilaian atau mengarahkan kritik kepadanya.
Berikut Isi Klarifikasi Daisuke Sato:
Saya ingin memberikan klarifikasi terkait diskusi yang berkembang belakangan ini mengenai larangan pendaftaran pemain (FIFA registration ban) yang dijatuhkan kepada Persib Bandung.
Permasalahan ini bukan merupakan hasil dari laporan baru atau tindakan terbaru dari pihak saya. Masalah ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara Persib Bandung dan saya, Daisuke Caumanday Sato, setelah kontrak saya diakhiri pada tahun 2023.
Sejak awal, saya berusaha menangani situasi ini secara profesional dan melalui jalur yang semestinya.
Namun, karena cara situasi kontrak saya ditangani pada saat itu, serta kondisi yang saya hadapi, saya tidak memiliki pilihan yang masuk akal selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum.
Kasus ini kemudian diperiksa oleh badan sepak bola dan lembaga hukum yang berwenang.
Persib Bandung memilih untuk menggugat atau menempuh upaya hukum yang tersedia dalam perkara ini.
Setelah seluruh tahapan proses selesai, keputusan yang dihasilkan menguatkan posisi saya.
Persib meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyebut nama pemain maupun klub, dengan alasan menjaga kehormatan dan reputasi. Kami menolak permintaan tersebut karena kami meyakini bahwa persoalan ini seharusnya ditangani secara transparan.
Oleh karena itu, larangan pendaftaran pemain yang saat ini dijatuhkan FIFA bukanlah karena saya baru melaporkan klub sekarang.
Larangan tersebut merupakan konsekuensi dari tidak dipatuhinya keputusan final dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib maupun dengan klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan-rekan setim saya, dan sepak bola Indonesia.
Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub ataupun para pendukungnya. Proses ini semata-mata bertujuan untuk melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan dihormati.
Saya dengan hormat meminta kepada publik dan para suporter untuk memahami kronologi lengkap permasalahan ini sebelum memberikan penilaian atau mengarahkan kritik kepada saya.
Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama tiga tahun terakhir, khususnya tim hukum saya, Pedro Macieirinha dan JMPM – Sociedade de Advogados, yang telah mendampingi saya sejak awal proses ini.
Saya tetap bersyukur atas waktu yang saya habiskan di Indonesia dan akan terus menghormati Persib Bandung, Bobotoh, dan sepak bola Indonesia.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















