
Dibantai PSG, Ivan Juric Jelaskan Alasannya Pakai Strategi Menyerang
Vivagoal – Liga Champions – Atalanta mengawali penampilannya di Liga Champions dengan kekalahan telak 4-0 atas Paris Saint-Germain, Kamis (18/9) dini hari WIB. Ivan Juric mengakui bahwa ada perbedaan signifikan pada kualitas kedua tim, namun ia tak menyesali strategi yang digunakannya.
Diprediksi akan bermain bertahan, La Dea justru bermain terbuka dan menyerang. Juric pun menjelaskan alasannya mengimplementasikan taktik tersebut ketimbang bermain bertahan.

“Kami sudah menganalisis Paris Saint-Germain dengan saksama. Saya tahu banyak yang percaya kami harus lebih banyak bertahan, tapi kami melihat kebanyakan tim yang menggunakan pendekatan tersebut biasanya kalah tanpa melakukan apapun,” tutur Juric, dilansir dari Football Italia.
“Satu-satunya tim yang bisa menyakiti mereka adalah Strasbourg dan Lens yang bermain menekan, berusaha merebut bola, kemudian melakukan serangan balik yang cepat,” sambung sang pelatih.
Baca juga:
- VG ART COMPETITION: Syarat, Mekanisme, dan Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah
- Guardiola Akui Man City Bukan Calon Kuat Juara Liga Champions
- Jadi Pahlawan Inter, Marcus Thuram Bungkam Kritik Netizen
- Bantu Bayern Munich Hajar Chelsea, Harry Kane Ketagihan Cetak Gol di Liga Champions
Meski demikian, Juric mengakui bahwa kualitas pemain yang dimiliki Atalanta dan PSG juga jauh berbeda. Di atas kertas, Les Parisien punya skuad yang lebih perkasa ketimbang Atalanta.
View this post on Instagram
“Bermain melawan PSG seperti memilih metode eksekusi. Kami harus memilih pendekatan ini dan secara pribadi saya mengambil banyak pelajaran positif dari laga ini,” kata Juric.
“Perbedaan kedua tim sangat drastis. Sebenarnya kami merespon dengan baik pada 25 menit awal setelah kebobolan gol pertama, kemudian kami kebobolan gol kedua yang seharusnya tidak terjadi. Jelas Paris Saint-Germain ada di level yang berbeda.”














