Tag: Berita Liga Champions

Hanya Main Imbang, Conte Optimis Tak Ulangi Hasil Musim Lalu

Vivagoal – Liga Champions – Pelatih Inter Milan, Antonio Conte menegaskan jika hasil imbang melawan Borussia Monchengladbach dini hari tadi tak menjamin Inter bakal meraih hasil seperti di musim lalu. Conte menilai krisis cedera yang tengah menimpa membuat Inter sulit mengembangkan permainan.

Inter Milan gagal memulai Liga Champions musim ini dengan kemenangan, usai ditahan imbang oleh Borussia Monchengladbach 2-2, Kamis (22/10) dini hari tadi. Padahal mereka bermain sebagai tuan ruamh di Giuseppe Meazza.

Hasil ini mengulangi apa yang mereka dapatkan di laga awal Liga Champions musim lalu, ketika hanya bermain imbang 1-1 melawan Slavia Praha. Pasca laga itu, Inter tak bisa-benar tampil gemilang dan harus puas berada di peringkat ketiga grup.

Namun, Conte menilai hasil itu tak bisa menjadi cerminan dari hasil yang bakal didapatkan oleh Inter. Menurutnya lawan yang mereka hadapi kali ini lebih kuat dan Nerazzurri bisa tampil bagus.

“Kami tidak bisa membandingkan pertandingan ini dengan hasil imbang musim lalu melawan Slavia Praha. Itu benar-benar kesalahan. Sedangkan malam ini, kami bermain bagus melawan tim dengan potensi besar, yang memiliki kualitas teknik dan fisik, ”Ujar Conte kepada Sky Sport Italia.

“Saya tidak ingat penyelamatan Samir Handanovic, padahal kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan. Saya tidak punya alasan untuk mencela para pemain.

“Tak pelak, kami bisa memperbaiki di beberapa situasi terjadinya kesalahan dan harus bekerja keras menguranginya.”


Baca Juga:


Karena tengah ditimpa krisis masalah cedera, Conte melakukan beberapa perubahan komposisi pemain. Christian Eriksen ditampilkan sejak menit pertama, sementara Achraf Hakimi harus absen beberapa jam sebelum kickoff karena positif Covid-19.

“Seperti pemain lain, Eriksen memiliki permainan yang bagus. Kami memintanya untuk lebih mengontrol bola, dan saya pikir dia melakukannya dengan baik, seperti yang dilakukan semua pemain, ”ungkapnya.

“Kami harus berkonsentrasi untuk melakukan yang terbaik di lapangan. Hanya itu yang harus kami lakukan. Tidak mudah hari ini untuk menerima berita pada jam 5 sore bahwa Hakimi positif. Sampai pagi hari, Hakimi berlatih dengan kami, jadi kami telah mempersiapkan semua taktik dalam berbagai kondisi.

“Saya memberi tahu para pemain untuk menghadapi setiap situasi dengan kepala tegak. Itu tidak mudah pada level psikologis, tapi para pemain menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang baik dan juga pemain yang bagus.”

Sulit Memaksimalkan Bangku Cadangan

Inter Milan hampir saja menerima pil pahit andai Romelu Lukaku tak menyelamatkan mereka lewat golnya di menit akhir. Conte menilai Ia tak bisa memaksimalkan para pemain pengganti karena tak banyak pemain yang tersedia.

Selain itu, mereka berpotensi kembali bakal kehilangan pemain usai Alexis Sanchez ditarik keluar di akhir babak pertama, untuk digantikan oleh Lautaro Martinez.

“Kami tidak bisa berbuat banyak dengan bangku cadangan hari ini. Alessandro Bastoni baru menjalani dua sesi latihan setelah COVID, Marcelo Brozovic mengalami masalah otot dan Stefano Sensi tidak tersedia. Radja Nainggolan menjalani sesi latihan kemarin untuk pertama kalinya.

“Sanchez perlu dievaluasi oleh tim medis. Kadang-kadang kamu perlu menafsirkan kondisi Alexis dan mencari tahu apa yang terjadi, tapi kita akan lihat besok bagaimana situasinya.”

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Jelang Laga, Presiden Gladbach Takut Pada Sepasang Pemain Inter, Kenapa?

Vivagoal Liga Champions – Presiden Moenchengladbach, Rainer Bonhof mengaku mewaspadai dua pemain Inter Milan, Romelu Lukaku dan Arturo Vidal jelang pertemuan kedua tim di ajang Liga Champions, Kamis (22/10) dini hari WIB.


Baca Juga:


Inter memang dijadwalkan bakal bersua Gladbach di Giuessepe Meazza. Kedua tim memilii catatan buruk jelang laga. Inter baru saja kalah dari Milan dan Die Fohlen hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Wolfsburg di Bundesliga.

Sebelum laga, pelatih Marco Rose mengungkapkan jika lini tengah Inter bakal merepotkan timnya lantaran disesaki para pemain berkelas seperti Marcelo Brozovic, Nicolo Barella hingga Arturo Vidal. Setali tiga uang, sang Presiden juga mewaspadai Vidal dan Lukaku yang tengah tampil apik. Pemain asal Belgia sejauh ini sudah mengepak empat gol dari empat laga yang telah dilakoni.

“Inter (Milan) sangat kuat dan kompetitif juga di level internasional dengan mereka memiliki pemain seperti (Romelu) Lukaku, (Arturo) Vidal, (Christian) Eriksen, dan Alexis (Sanchez) dalam skuat mereka,” ucap Bonhof dilansir dari Sempre Inter.“Mereka adalah pemain terkenal di seluruh dunia yang sangat kami hormati,” lanjutnya.

Guna meredam Inter, Bonhof meminta para pemainnya untuk bermain seefektif mungkin dan memberikan yang terbaik guna memberikan kejutan kepada tim tuan rumah. Bonhof sempat memiliki kenangan bersua Inter kala memperkuat Gladbach di era 70an. Ia sempat mengantarkan Die Folen menang atas La Beneamata dengan skor 3-2.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Kontra Tim Semenjana, Gelandang Atalanta Harapkan Ini Pada Rekan Setimnya

Vivagoal Liga Champions – Atalanta bakal bertemu raksasa Denmark, FC Midtjylland dalam matchday pembuka Liga Champions Grup D, Kamis (22/10) dini hari WIB. Jelang laga, gelandang La Dea, Remo Freuler ingin timnya tetap fokus.


Baca Juga:


Laga kedua tim bakal dihelat di Stadion MCH, Arena. La Dea bakal menjalani kiprah mereka kembali di Liga Champions pasca mimpi indah di musim lalu. Saat itu, tim asuhan Gian Perro Gasperini mampu melaju hingga fase perempat final sebelum akhirnya dihempaskan PSG.

Kini, Freuler ingin timnya fokus dan siap menatap ke depan agar perjalanan tim menjadi lebih baik dari sebelumnya dan melupakan memori kelam kala dihempaskan Les Parisiens di fase gugur musim lalu.

“Kami di sini di Denmark dan pertandingan penting menanti kami. Jika kita berpikir tentang tiga bulan lalu, itu berarti kita belum mempersiapkan diri dengan baik,” katanya dikutip dari Football Italia.

Menurut pemain asal Swiss, tim harus menetapkan tujuan untuk dicapai ke depan. Namun, andai timnya ingin berbicara banyak di Liga Champions. Freuler ingin timnya fokus terlebih dahulu pada laga melawan Midtjylland. Ia merasa, raksasa Liga Denmark itu memiliki fisik yang unggul dan penerapan taktik yang bagus. Meski demikian, menurutnya, Atalanta juga sudah mempersiapkan diri jelang laga perdana mereka nanti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Laga Inter v Gladbach Diprediksi Berjalan Ketat

Vivagoal Liga Champions – Inter Milan bakal berusa Borussia Moenchengladbach dalam matchday pembuka Liga Champions grup B, Kamis (22/10) dini hari WIB di Giuessepe Meazza. Laga kedua tim diprediksi bakal berjalan ketat.

Inter datang ke Liga Champions dengan hasil kurang memuaskan pasca keok dari Derby della Madoninna di akhir pekan lalu. Sementara Gladbach pun hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Wolfsburg di ajang Bundesliga.

Secara rekor pertemuan, baik Inter dan Gladbach pernah bertemu lima kali. Kedua tim sama-sama bisa saling mwengalahkan satu sama lain. Keduanya juga memiliki catatan dua kali imbang. Namun Gladbach sedikit diuntungkan sejarah karena mereka mampu mencuri kemenangan kala mentas di kandang Inter.

Total, Inter sudah 51 kali bersua tim Jerman di berbagai kompetisi. Dari penampilan tersebut, si Ular mampu mengepak 23 kemenangan, 9 hasil seri dan 19 kekalahan. Di sisi lain, Gladbach sudah 18 kali bersua tim asal Italia dan mencetak rekor enam kemenangan, delapan seri dan empat kali kalah.


Baca Juga:


Jelang laga, pelatih Gladbach, Marco Rose mengaku sudah menganalisa permainan Inter dan bakal berusaha membungkam calon lawannya kala mentas di Italia meski hal tersebut rasanya sulit untuk dipetik.

“Saya telah menganalisis rekaman Inter. Mereka adalah tim top dengan banyak bakat individu. Melawan Inter besok, kami akan melakukan apa yang kami inginkan untuk dilakukan di semua pertandingan penyisihan grup kami, yaitu menciptakan peluang dan memanfaatkannya. Kami tahu, bagaimanapun, itu tidak akan mudah,” kata Rose seperti dikutip dari situs resmi UEFA.

Sementara itu, Antonio Conte juga membutuhkan obat mujarab sebagai pelipur lara pasca kalah dari Milan. Ia menyebut bakal melakukan pendekatan taktik yang sama seperti musim lalu. Musim kemarin, Inter memang mampu finis di posisi kedua dan mencapai partai puncak Europa League meski di laga pamungkas, mereka harus keok dari Sevilla.

“Sulit prediksi Inter bakal sejauh mana di Liga Champions. Kami bertujuan untuk memainkan jenis sepakbola yang membuat kami menjadi runner-up di liga dan finalis Liga Europa musim lalu. Terkadang kami melakukannya dengan sempurna, terkadang kami harus meningkat,” Conte menegaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Kontra Ajax, Klopp Dipastikan Harus Putar Otak

Vivagoal Liga Champions – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp dipastikan bakal memutar otak kala the Reds bertandang ke Belanda. Pasalnya, dua punggawa kunci Thiago Alcantara dan Joel Matip dipastikan tak bisa bermain lantaran cedera.

Liverpool dijadwalkan mentas di Amsterdam guna bersua Ajax di Johan Cruyff Arena, Kamis (22/10) dini hari WIB. Sebelumnya, mereka dipastikan tak bakal diperkuat Van Dijk lantaran mengalami cedera ACL.

Pemain asal Negeri Tulip bahkan dipastikan absen dalam 7-9 bulan ke depan. Tak berhenti sampai di situ, dua punggawa lain yakni Thiago dan Matip juga harus menepi lantaran cedera yang sama.

Absennya ketiga nama tersebut mau tak mau harus membuat Klopp memutar otak. Pasalnya, ketiga pemain itu merupakan sosok yang bisa diandalkan guna menstabilkan lini tengah dan belakang. Pasca kehadiran Thiago, variasi serangan the Reds menjadi kian berwarna. Matip juga bisa menjadi solusi di lini pertahanan andai Van Dijk dan Gomez tak bermain sesuai harapan.


Baca Juga:


“Thiago tidak di sini, semua orang tahu itu karena Anda melihat perjalanan kami,” ujar Klopp seperti dikutip Express. “Saya tidak tahu berapa lama dia harus absen; bagaimana saya harus bilang ya, dua pemain cedera usai laga akhir pekan – Thiago dan Virgil. Tapi, Joel, alasannya berbeda,” sambungnya.

“Tapi jujur saja, saya suka susunan tim ini. Mungkin cuma saya yang suka. Tapi saya suka itu dan saya rasa kami harus mencobanya. Kami punya banyak pemain di sini, tapi ada beberapa yang absen, salah satunya Joel,” papar Klopp.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Diam-Diam, Pep Punya Satu Penyesalan Besar Kala Membesut City

Vivagoal Liga Champions – Pep Guardiola punya satu penyesalan terbesar kala membesut Man City. Hal tersebut hadir pada musim lalu. menurutnya, City punya kans menjuarai kompetisi bergengsi se-Eropa namun ia menemukan sebuah kendala.

Musim lalu, City mampu melaju hingga babak perempat final. Namun di fase tersebut, mereka justru keok dari Lyon dengan skor 1-3. Kegagalan tersebut memperpanjang borok City di kompetisi Eropa. Sejauh ini, pencapaian terbaik mereka hanya mencapai babak semifinal kala masih dilatih Manuel Pellegrini di tahun 2015 lalu.

Asa City mendaratkan Liga Champions nampak dipertebal kala mereka mendaratkan Pep Guardiola. Namun sudah memasuki musim keempat, City di bawah Pep belum juga mampu berbuat banyak. Tekait hal tersebut, Pep buka suara. Menurutnya, tim selalu membuat kesalahan di ajang yang sama.

“Sebenarnya, setiap tahun kami selalu dekat untuk menjadi juara Liga Champions,” kata Guardiola seperti dilansir dari Mirror. “Tapi di saat bersamaan, kami selalu membuat kesalahan,” keluhnya.


Baca Juga:


Pep merasa timnya punya mentalitas yang baik. namun Sergio Aguero dan kolega kerap tak fokus dan membuat kesalahan demi kesalahan di ajang Liga Champions. “Kesalahan yang kami buat, menjadikan kami memang belum pantas menjadi juara,” tambah pria asal Spanyol tersebut.

Musim ini, City diprediksi bakal lolos dari fase grup lantaran berada di grup yang relatif ringan bersama Olympiacos, Marseille, dan FC Porto. Namun andai mereka memandang remeh lawan-lawannya, bukan tak mungkin Raheem Steerling dan kolega justru terjembab di fase grup.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Juventus Tanpa Ronaldo? Don’t Worry

Vivagoal Liga Champions – Meskipun Juventus tak bisa diperkuat Cristiano Ronaldo untuk sementara waktu, mereka bisa bernapas lega karena memiliki pengganti sepadan dalam diri Alvaro Morata.


Baca Juga:


Teranyar, dalam matchday pembuka Liga Champions kontra Dynamo Kiev, Rabu (21/10) dini hari WIB, si Nyonya Tua menang dua gol tanpa balas dan sepasang gol tersebut dilesatkan oleh Alvaro Morata. Ronaldo sendiri harus menepi 10-14 hari lantaran terinfeksi virus COVID-19 pasca membela Timnas Portugal di ajang UEFA Nations League beberapa waktu lalu.

Morata membuka aksinya di panggung Liga Champions  kala mencetak gol di awal babak kedua dan menutup parade kemenangan Juventus di menit ke-84 melalui aksinya. Gol tersebut menjadi gol ketiganya bersama Juve di musim ini. Spesialnya, ketiga gol Morata mampu dicetaknya tatkala CR7 tak mentas bersama tim berjuluk kekasih Italia itu.

Satu hal yang lumayan penting, Morata merupakan striker yang lumayan beringas kala mentas di Liga Champions. Sejauh ini, mantan punggawa Chelsea sukses mengoreksi 17 gol. 9 di antaranya bahkan hadir kala ia memperkuat Juventus. Boleh dibilang, Mantan puggawa Atletico Madrid bisa menjadi solusi si Nyonya Tua di kompetisi Eropa.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Lawan PSG, Gelandang Man United Hanya Pakai Satu Saja

Vivagoal – Liga Champions – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menyoroti kejadian unik yang menimpa gelandang mereka Scott McTominay dalam laga melawan Paris Saint-Germain dini hari tadi.

Solskjer mengungkapkan jika Scott McTominay rupanya bermain hanya dengan “satu mata” di babak pertama melawan PSG setelah kehilangan satu lensa kontak yang Ia kenakan.

Dalam laga tersebut Man United sukses kembali membungkam Les Parisiens dengan skor tipis 2-1. Mereka mengulangi bisa kemenangan yang diraih atas PSG di babak 16 Besar Liga Champions tahun musim 2018/19 lalu.

McTominay diturunkan Solskjaer sejak menit pertama laga. Ia tampil cukup gemilang bersama Bruno Fernandes dan Fred untuk menjaga lini tengah United.

Penalti Bruno Fernandes membuka keunggulan United pada menit ke-23 sebelum ditutup oleh Marcus Rashford tiga menit menjelang laga berakhir. Sementara gol PSG dicetak berkat bunuh diri yang dilakukan oleh Anthony Martial di menit ke-55.

Pasca pertandingan, Solskjaer mengaku tak menyesal karena memilih McTominay ketimbang pemain lain seperti Paul Pogba, Nemanja Matic, hingga Donny van de Beek. Ia pun terkesan pada McTominay meski penglihatannya tak maksimal.

“Scotty bermain di babak pertama hanya dengan satu mata saja. Itu hal yang paling mengesankan, karena dia kehilangan lensa kontaknya. Luar biasa,”ujar Solskjaer dilansir dari Goal.

Selain McTominay, Solskjaer pun memberikan pujian secara khusus untuk Marcus Rashford. Tiga gol terakhir Rashford di Liga Champions sendiri dicetaknya saat bertandang ke Kota Paris.


Baca Juga:


“Dia pemain yang bagus dan punya kualitas. Rashford mencetak golnya dengan sangat baik; tendangan hebat, penyelesaian bagus dan tendangan sudut. Dia suka sisi stadion (Parc des Princes), saya kira begitu,”ungkapnya.

“Saya rasa ketika kamu melakukannya dengan baik di lapangan maupun di luar lapangan, mereka menyatu dengan baik bersama-sama. Dan saya yakin dia tahu, itu memberinya energi untuk apa yang dilakukannya, jadi itu bukan masalah.”

Solskjaer lalu memberikan komentarnya terkait perbandingan antara Rashford dengan penyerang milik PSG, Kylian Mbappe. Meski sulit, Solskjaer percaya jika keduanya bakal jadi penyerang hebat selama bertahun-tahun ke depan.

“Saya pikir dia (Mbappe) adalah striker yang sangat bagus. Sulit untuk membandingkan mereka tetapi keduanya akan menjadi penyerang top selama 10-15 tahun,”tambahnya.

“Mereka berdua memiliki punya kualitas, fisik yang bagus, kecepatan, keduanya tampak seperti sosok yang baik – rendah hati dan pekerja keras. Senang melihat mereka berhasil.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Kembali Cetak Rekor, Ansu Fati Bicara Soal Peran Messi di Barca

Vivagoal – Liga Champions –  Ansu Fati kembali mencatatkan rekor baru saat Barcelona menang atas Ferencvaros dalam lanjutan Liga Champions dini hari tadi. Fati pun berbicara soal peran penting Lionel Messi pada perkembangan karirnya saat ini.

Barcelona sukses melumat debutan asal Hungaria, Ferencvaros dengan skor 5-1 dini hari tadi dalam lanjutan Grup G Liga Champions musim ini. Beberapa rekor baru pun tercipta dalam kemenangan besar El Barca tersebut.

Lionel Messi membuka kemenangan Barcelona lewat sepakan penalti pada menit ke-27. Gol itu membuat Messi jadi pemain pertama yang selalu mencetak gol dalam 16 musim beruntun di Liga Champions.

Ansu Fati lalu menggandakan keunggulan Blaugrana pada menit ke-42, sekaligus menjadikannya sebagai pemain pertama yang bisa cetak dua gol di Liga Champions sebelum berusia 18 tahun.

Pasca pertandingan Fati memuji peran yang dimainkan oleh seorang Messi di Barcelona. Menurutnya La Pula masih memiliki kualitas untuk terus membawa Barca meraih banyak prestasi dan akan terus belajar darinya.


Baca Juga:


“Messi tetaplah Messi. Dia bisa mencetak gol dalam laga apa pun. Kami senang memiliki dia di sini dan saya akan terus belajar darinya,”ujar Fati dilansir Goal.

“Kami memulai dengan hasil bagus, dan harus seperti itu. Terima kasih untuk rekan-rekan yang lain, mereka mempermudah saya. Umpan fantastis dari Frenkie (De Jong) lalu saya tinggal mendorong bola.”

Philippe Coutinho, Pedri dan Ousmane Dembele kemudian mencetak masing-masing satu gol untuk menegaskan dominasi Barcelona. Namun kemenangan Barca sedikit tercoreng dengan kartu merah yang diterima oleh Gerard Pique pada menit ke-68.

Gol dari Pedri itu membuat Barcelona kini menjadi tim pertama yang memiliki dua pencetak gol berusia 17 tahun kebawah dalam satu laga Liga Champions. Fati menilai hal tersebut membuat kualitas Barca semakin meningkat karena adanya persaingan kompetitif dalam tim.

“Itu baik untuk tim, (karena) artinya kami sedang dalam kondisi bagus. Persaingan yang lebih kompetitif diantara kami, membuat tim semakin baik. Kami semua tampil lebih bagus,”tambahnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Pirlo Puas Eksperimennya Menghasilkan Kemenangan

Vivagoal – Liga Champions – Andrea Pirlo sukses meraih kemenangan dalam laga debutnya sebagai pelatih di Liga Champions. Ia pun menjelaskan soal penyesuaian taktik yang digunakan Juventus termasuk perubahan posisi beberapa pemainnya.

Juventus berhasil memulai Liga Champions musim ini dengan kemenangan atas 2-0 dini hari tadi. Alvaro Morata menjadi pahlawan Juve berkat dua gol yang Ia cetak ke gawang Kiev.

Pasca pertandingan Pirlo mengutarakan rasa puasnya karena Juve penampilan Juve meningkat usai bermain imbang di Serie A pekan lalu. Menurutnya Juve bisa bermain lebih terorganisir dan tak terburu-buru untuk mencetak gol.

“Penting untuk menampilkan performa yang lebih solid ketimbang saat melawan Crotone,”ujar Pirlo pada Sky Sport Italia.

“Kami dapat mencoba beberapa hal pada hari Senin dan lebih terorganisir malam ini. Kami bisa saja membuat lebih banyak peluang di babak pertama, tetapi mengontrol permainan dengan baik setelah memimpin. ”

Salah satu eksperimen taktik yang cukup menyita perhatian adalah ketika Pirlo menempatkan Chiellini berada di tengah dalam formasi tiga bek yang mereka gunakan. Ia diapit oleh Danilo di kanan dan Bonucci di kiri, tapi Chiellini harus ditarik keluar pada menit 18.

“Itu berdasarkan dari rotasi yang kami inginkan di sisi kanan, dengan Kulusevski memotong di dalam untuk membiarkan Juan Cuadrado menerobos ke depan,”jelas Pirlo.


Baca Juga:


“Mereka memberi tekanan pada pergerakan Leonardo Bonucci, jadi kami menempatkan Giorgio di tengah. Cederanya memaksa kami untuk mengubah banyak hal, tetapi Merih Demiral melakukannya dengan sangat baik.

“Chiellini mengalami nyeri otot di fleksor. Dia sudah merasakannya setelah jeda internasional, jadi diistirahatkan saat melawan Crotone. Kami akan mengevaluasinya sekarang.”

Dalam formasi dasar, kedua sayap Juventus tadi malam diisi oleh Federico Chiesa di kiri dan Juan Cuadrado di kanan. Kedua pemain sukses tampil impresif dengan fleksibilitas taktik yang Pirlo gunakan.

“Saya ingin memiliki banyak pemain yang menyerang. Chiesa bisa bermain di kedua sayap, Kulusevski atau Aaron Ramsey bisa bermain sebagai trequartista di belakang striker,”ungkapnya.

“Jangan lupa kami kehilangan Cristiano Ronaldo serta Paulo Dybala tidak dalam kondisi bagus. Jadi struktur penyerangan bisa berubah, tapi para pemain ada di posisi yang tepat.

Puji Permainan Federico Chiesa

Mengenai penampilan Chiesa sendiri, menurut Pirlo pemain berusia 22 tahun itu sesuai dengan gaya bermain yang ingin Juve mainkan. Sementara untuk Dybala, Pirlo lagi-lagi menilai faktor kebugaran jadi alasan mengapa Ia tak menjadi pemain utama.

“Chiesa cocok dengan apa yang ingin kami lakukan. Ia tidak dimaksudkan untuk jadi gelandang kelima, tapi penyerang yang melebar,”tambahnya

“Sedangkan saat bertahan Ia menjadi gelandang keempat. Dia bisa bermain di kedua sisi dan melakukannya dengan sangat baik.

“Kamu bisa tahu dia (Dybala) tidak 100 persen malam ini. Dybala perlu bermain untuk perlahan-lahan kembali ke bentuk semula.”

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS