pelatih bhayangkara, hanim sugiarto
Pelatih Bhayangkara FC, Hanim Sugiarto (VIVAGOAL/Taufik Hidayat)

Gagal Juara, Bhayangkara FC Sesalkan Kinerja Perangkat Pertandingan

Taufik Hidayat - Februari 27, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLiga IndonesiaBhayangkara FC secara jantan mengakui kekalahannya dari PSIM Yogyakarta pada final Pegadaian Liga 2 2024/25. Namun The Guardian menyesalkan kinerja perangkat pertandingan yang optimal.

Dalam laga final yang berlangsung di Stadion Manahan, Rabu (26/2), PSIM mengalahkan Bhayangkara dengan skor 2-1. Kedua tim bertarung selama 120 menit setelah bermain imbang 1-1 hingga babak kedua berakhir.

PSIM mampu unggul lebih dulu lewat tendangan bebas Rafael Rodrigues pada awal pertandingan. Namun Bhayangkara sukses menyamakan kedudukan melalui sundulan Felipe Ryan ketika laga memasuki menit ke-72.

Gol kemenangan PSIM dicetak oleh Daniel Rocken Tampubolon pada babak pertama perpanjangan waktu. Momen inilah yang menjadi sorotan kubu Bhayangkara.

Sebelum Rocken mencetak gol, Bhayangkara sedang bermain dengan sepuluh pemain. Itu setelah TM Ichsan menjalani perawatan dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Bhayangkara sejatinya sudah menyiapkan Taufiq Febriyanto. Namun perangkat pertandingan butuh waktu lama untuk menyiapkan pergantian ini.


Baca Juga:


Ketika Rocken mencetak gol, bench Bhayangkara pun meluapkan kemarahannya kepada perangkat pertandingan dan wasit keempat. Mereka merasa sangat dirugikan.

“Terkait kejadian tadi (protes keras saat gol kedua PSIM), ada pergantian pemain yang rencana akan kita lakukan. Karena itu kita harus menuju ke (meja) match officers,” kata pelatih Bhayangkara, Hanim Sugiarto.

“Dan harusnya bisa berjalan dengan cepat karena kita kehilangan satu pemain (cedera) di dalam (lapangan). Ini yang cukup mengganggu kita karena prosesnya cukup lama menurut kami.”

Kejadian tersebut memang cukup merugikan Bhayangkara. Bukan tidak mungkin gol Rocken tak terjadi andai pergantian pemain lebih dulu terjadi.

psim vs bhayangkara
Sumber: PSSI Pers

Namun Hanim Sugiarto tidak mau membesar-besarkan insiden tersebut. Ia tetap mengakui keunggulan PSIM.

“Selamat kepada PSIM Yogyakarta yang telah meraih gelar juara Liga 2. Pertandingan yang sangat luar biasa dan layak dinikmati seluruh insan sepakbola di Indonesia,” tambahnya.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila respons yang kami lakukan berlebihan atau tidak patut.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com