Home Tags Bhayangkara FC
SQUAD
Player Position Nationality Age
STANDINGS
2020-20 Super League
Club GP W D L GD Pts
Persib Bandung 3 3 0 0 5 9
Bali United 3 2 1 0 3 7
Pusamania Borneo 3 2 0 1 2 6
Persipura Jayapura 3 2 0 1 1 6
PSIS Semarang 3 2 0 1 1 6
See Complete Standings
FIXTURES
Bhayangkara FC
Persita
Fri, 28/08 08:30 WIB
Barito Putera
Bhayangkara FC
Wed, 9/09 12:00 WIB
Bhayangkara FC
Persepam Madura Utd
Mon, 14/09 11:30 WIB
Bali United
Bhayangkara FC
Sat, 19/09 11:30 WIB

Tag: Bhayangkara FC

Saddil Bicara Soal Kelanjutan Shopee Liga 1 2020

Vivagoal – Liga Indonesia –  Shopee Liga 1 2020 bakal kembali berlanjut pada Oktober mendatang. Meski demikian, Bhayangkara FC ogah buru-buru mengadakan pemusatan latihan untuk menyongsong restart Liga 1. 

Winger Bhayangkara, Saddil Ramdani mengaku meski belum tahu kapan akan kembali berkumpul bersama skuad, tapi dia tetap menjaga kondisi dengan berlatih mandiri di rumah. 

“Ya, sudah tahu kabar itu, tapi saya belum mendengar kabar pemanggilan dari Bhayangkara kapan bisa berlatih bersama lagi. Saya belum tahu pasti kapan pemanggilannya.

“Cuma apapun nanti yang disampaikan baik oleh manajemen maupun agen saya sendiri, saya sudah punya motivasi agar bisa tampil lebih baik lagi dengan program yang saya bikin sendiri,” ungkap Saddil Ramdani.

Lebih lanjut, Saddil menyambut positif kabar dilanjutkannya Shopee Liga 1. Tak hanya dirinya, kabar itu bahkan disambut gembira oleh keluarganya. 


Baca Juga:


“Saya dengar kabar Liga 1 akan bergulir kembali di bulan Oktober itu, dan itu bikin saya sangat senang, terutama keluarga Saddil, karena sebenarnya saya juga sangat berharap liga ini bisa secepatnya bergulir,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Renan Silva: Tanpa Penonton Liga Akan Tetap Seru

Vivagoal – Liga Indonesia – Gelandang andalan Bhayangkara, Renan Silva tampaknya sudah tidak sabar menghadapi kembalinya Shopee Liga 1 2020. Pria berusia 31 tahun itu bahkan menyebutkan liga tanpa hadirnya penonton tetap akan seru untuk disaksikan.

Mantan pemain Macan Kemayoran, Renan Silva sumringah kala mendengar PSSi telah mengizinkan Liga 1 dapat dimulai kembali pada bulan Oktober nanti meski dalam situasi pandemi virus corona.

“Oktober menurut saya pribadi adalah waktu yang tepat untuk melanjutkan liga, tentunya harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat. Brasil kompetisi sudah dimulai meski banyak yang positif corona.

“Saya tidak khawatir, sebab saya yakin federasi mempersiapkan semua dengan matang. Namun saat ini sepak bola sangat penting. Orang-orang sudah mulai jenuh berada di dalam rumah tanpa melakukan kegiatan untuk bersenang-senang di luar rumah.

 

“Sepak bola tampaknya menjadi solusi yang tepat untuk menghilangkan kejenuhan masyarakat, walau mereka hanya bisa menyaksikan dari layar televisi saja saya yakin ini akan menghibur,” ucap Renan pada Goal.


Baca Juga:


Selain itu, Renan yang musim lalu mendapatkan penghargaan sebagai pemain asing terbaik mengakui bahwa dirinya tetap berlatih dengan keras agar keadaannya prima dan selalu siap untuk perkuat The Guardian.

“Saya berlatih seminggu bisa sampai lima kali. Itu saya lakukan karena saya harus mempersiapkan diri saat liga kembali bergulir. Sebab kami tidak boleh kelebihan berat badan saat latihan bersama kembali,” tambah Renan.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Bhayangkara FC Kebingungan Mau Bayar Gaji Pemain

Vivagoal – Liga Indonesia – COO Bhayangkara FC, Sumardji sedang kebingungan karena harus membayar gaji pemain sebesar 50 sampai 60 persen, menyusul Surat Keputusan (SK) PSSI yang baru saja diperbaharui. Sementara dana sponsor belum masuk.

Dalam Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020, PSSI menetapkan negosiasi gaji di kisaran 50 persen untuk klub Liga 1 dan 60 persen untuk Liga 2. Disebutkan pula, gaji tak boleh berada dibawah Upah Minimum Regional (UMR). Aturan itu akan berlaku satu bulan sebelum kompetisi selesai.

Keputusan itu ternyata cukup memberatkan bagi Bhayangkara FC. Pasalnya, mereka tidak ada pemasukan, baik dari liga maupun sponsor.

“Bingung saya kalau masalah pembayaran gaji ini. Sekarang 50-60 persen, tapi sponsor belum ada yang masuk. Ya, mudah-senang saja ada caranya nanti,” kata Sumardji.


Baca Juga:


Sumardji mengaku jika dirinya kesulitan mencari anggaran di tengah wabah COVID-19. Dia berharap PT Liga Indonesia Baru (LIB) bisa memberikan solusi salah satunya dengan kelancaran subsidi.

Sampai saat ini, LIB baru menyerahkan kewajibannya kepada tim di termin kedua, yang mana setiap bulannya mencapai Rp 520 juta.

“Kalau kita andalkan subsidi, paling seberapa sih? Walaupun naik jadi Rp 800 juta, masih kurang untuk membayar gaji pemain. Sekarang ya kami hanya menunggu kepastian dari sponsor dan subsidi saja,” sambung Sumardji.

Di sisi lain, Bhayangkara FC juga belum bisa memastikan kapan bisa mengumpulkan kembali para pemainnya. Sejauh ini, Nurhidayat Haji Haris dkk masih berlatih mandiri di rumah, sementara pelatihnya, Paul Munster berada di Inggris.

“Untuk masalah kumpul pemain kapan, kami dari manajemen belum memutuskan karena kami juga masih menunggu tanggal pasti. Apalagi coach Paul Munster masih berada di negaranya, kami tunggu dia kembali baru kumpulkan tim kembali,” katanya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Klub Liga 1 Ini Minta Tambahan Dana Subsidi ke PSSI

Vivagoal – Liga Indonesia –  Bhayangkara FC berharap bisa mendapatkan dana subsidi tambahan dari PSSI guna menopang keuangan klub yang terdampak pandemi corona. Pasalnya, sejak Liga 1 2020 ditangguhkan pada awal Maret 2020, praktis mereka kehilangan banyak pemasukan.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji sebelumnya memuji langkah berani PSSI yang memutuskan untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 2020 pada bulan Oktober mendatang.

Namun demikian, dia berharap PSSI juga mau memberikan dana subsidi tambahan buat mereka saat kompetisi kembali digulirkan nanti. Pasalnya, menurut Sumardji, saat ini klubnya bergantung pada dana subsidi untuk biaya operasional tim.

Dimana dana subsidi ini  bisa menggantikan dana sponsor, karena manajemen  begitu kesulitan mencairkan dana sponsor.

“Kalau Liga 1 mau dimulai, kesulitan kami hanya ada satu. Yakni, terkait dana sponsor. Pertandingan ini kan dimulai sebentar lagi. Makanya kami kesulitan untuk mencari sponsor. 


Baca Juga:


“Jadi, kami bakal berterima kasih kalau dari PSSI ada dana subsidi. Karena memang akan sangat sulit untuk mencari sponsor diwaktu yang sudah sangat dekat ini,”kata Sumardji seperti dilansir dari laman resmi Bhayangkara FC.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Gelandang Kawakan Bhayangkara FC Komentari Rencana Restart Liga 1

Vivagoal – Liga Indonesia –  Gelandang Bhayangkara FC, Adam Alis, menyambut positif wacana bergulirnya kompetisi Liga 1 2020. Andai tak ada rintangan, PSSI tanpa ragu akan memulai kick-off perdana pada bulan Oktober mendatang.

Menurut Adam Alis, PSSI sudah mengambil keputusan tepat dengan menggulirkan kembali kompetisi. Pasalnya, negara lain sudah ramai-ramai menggelar kembali liga mereka di tengah pandemi virus corona.

Adam mengakui sudah sangat rindu untuk  bisa kembali berlatih bersama rekan setimnya di Bhayangkara FC. Selain itu, dia juga kangen dengan atmosfer pertandingan setelah sepak bola terpaksa berhenti selama tiga bulan belakangan. 

“Kalau liga menurut saya pribadi memang harus diteruskan. Opsinya bisa tanpa penonton, karena saya juga setuju dilanjut biar bisa latihan bersama, bisa lagi berkumpul dan dan bertanding,” Adam Alis.

Adapun soal rencana mewajibkan klub untuk memainkan pemain U-20 pada setiap pertandingan Liga 1, Adam mengapresiasi regulasi tersebut. Dia menilai pemain muda akan mendapatkan jam terbang yang cukup agar bisa tampil maksimal saat bertindak sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan.


Baca Juga:


“Regulasi U-20 juga hal bagus, biar mereka pemain muda bisa mendapatkan jam terbang yang cukup,” kata Adam Alis.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Kompetisi Dibuka Kembali, Bek Bhayangkara Buka Suara

Vivagoal – Liga Indonesia –  Bek Bhayangkara FC, Nurhidayat Haji Haris mengaku gembira mendegar kabar Liga 1 bakal dihelat kembali. Ia memang sudah merindukan bertanding bersama rekan satu timnya di the Guardian.


Baca Juga:


Jika tak ada aral, Liga 1 bakal dihelat pada September mendatang dan semua laga akan dihelat di Pulau Jawa dengan protokol keseharan anyar. Di samping itu, PSSI juga bakal menaikan subsidi klub yang kehilangan pemasukan lantaran semua laga harus digelar tanpa penonton. Terkait hal tersebut, Nurhidayat pun buka suara.

“Semoga saja corona ini selesai dan menurut saya yah, semoga liga juga jalan lagi,” katanya, dikutip laman resmi klub, diwartakan Goal Indonesia.

Pasca penundaan kompetisi, Nurhidayat memang memutuskan pulang ke Makassar dan menjalani latuhan secara mandiri sesuai dengan program yang diberikan oleh Bhayangkara FC. Ia juga mengaku masih belum membuka bisnis guna mendapatkan penghasilan tambahan di tengah jeda kompetisi.

“Sekarang belum ada bisnis, jadi saya hanya latihan sendiri dan ikut latihan sama teman-teman,” ucap pilar timnas Indonesia U-22 pada SEA Games 2019.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Selain Latihan Mandiri, Bek Bhayangkara FC Lakukan Kegiatan Tak Wajar di Rumah

Vivagoal – Liga Indonesia – Ruben Sanadi, salah satu bek Bhayangkara FC memanfaatkan liburan kompetisi Liga 1 2020 untuk lebih dekat dengan keluarga. Tetap melakukan latihan secara rutin, Ruben mengaku lebih sering beraksi untuk melakukan kegiatan memasak.

Pemain asal Papua tersebut melakukan aktivitas utamanya yaitu berlatih secara mandiri dengan sang istri yang notabene seorang atlet. Tidak hanya itu, Ruben mengaku juga sering menemani anak-anaknya untuk memasak.

“Saya tak lupa latihansetiap hari karena kebetulan istri saya juga seorang atlet dan memberikan program latihan bersama-sama di dekat rumah,” ujar Ruben Sanadi.

“Tidak hanya itu, saya juga melakukan kesibukan lain yaitu melakukan aktivitas bersama anak-anak untuk memasak di dapur dan masih banyak hal yang kami lakukan bersama,” lanjutnya.


Baca Juga:


Sebagai informasi, Ruben Sanadi resmi bergabung dengan Bhayangkara FC pada musim ini dan tidak memperpanjang kontrak dengan Persebaya Surabaya. Saat ini, ia langsung dijadikan pemain andalan di lini pertahanan Bhayangkara.

Ruben Sanadi juga berkontribusi saat pandemic virus Corona dengan melelang 2 jersey Bhayangkara FC untuk membantu penanganan virus Covid-19 di wilayah Papua Barat. Dua jersey tersebut dilepas dengan harga Rp 2,3 juta. Hasil lelang tersebut langsung diserahkan untuk membeli alat pelindung diri untuk para medis.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Bhayangkara FC Apresiasi Mundurnya Cucu Soemantri dari PT LIB, Kenapa?

Vivagoal – Liga Indonesia –  PT LIga Indonesia Baru (LIB) sudah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam rapat tersebut, Cucu Soemantri memutuskan keluar dari LIB.


Baca Juga:


Selain cucu, ada tiga komisaris lain yang memutuskan langkah yang sama yakni Sonhadji, Hasani Abdulgani, dan Hakim Putratama. Di samping itu, ada berbagai tuntutan yang dilancarkan perserta rapat yang mayoritas berasal dari kontestan Liga 1 yakni Nepotisme dan keberlangsungan liga.

Terkait mundurnya Cucu dari Direktur PT LIB, COO Bhayangkara menilai langkah yang diambil Cucu sudah tepat. Ia juga berharap LIB bisa lebih baik lagi kedepannya.

“Menurut saya kalau masalah mundur itu memang hak dari beliau. Tetapi, saya rasa itu keputusan yang tepat untuknya,” beber Sumardji, ketika dihubungi awak media, diwartakan Goal Indonesia. “Karena kan di dalam itu sudah tidak baik lagi, dan mayoritas yang ikut rapat pun sudah setuju dengan keputusan tersebut,” sambung pria yang juga menjabat Kapolresta Sidoarjo tersebut.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Loyal Untuk Bhayangkara FC, Fathurahman: Sama dengan Bela Negara

Vivagoal – Liga Indonesia –  Bek Bhayangkara FC, Muhammad Fathurrahman mengakui dirinya punya hasrat bisa pensiun bersama The Guardian. Dia tegas mengatakan tidak akan tergiur gaji besar dari klub lain.

“Selagi Bhayangkara masih butuh tenaga dan kinerja saya, saya masih ingin Bhayangkara FC sampai pensiun nanti,” ucap Fathurrahman seperti dilansir dari laman resmi klub.

Selain sebagai pesepakbola profesional, Fathurrahman tercatat sebagai  anggota kepolisian setelah dilantik pada 2017 lalu. Ia mendapat status sebagai ASN bersama rekannya di skuat Garuda Nusantara seperti Muhammad Hargianto, M. Sahrul Kurniawan, Putu Gede Juni Antara, Wahyu Subo Seto, Pini Maldini, Alsan Sanda hingga Muchlis Hadi Ning.

Sebagai anggota Polri tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri buat seorang Muhammad Fathurrahman bisa memperkuat Bhayangkara FC. Baginya merumput untuk The Guardian sama saja dengan mengabdi untuk kesatuan.


Baca Juga:


“Saya sebagai anggota polisi, wajib membela tim polisi. Sebisa mungkin saya akan kasih yang terbaik buat Bhayangkara.

“Disamping buat masa depan setelah pensiun main bola, ini juga sekaligus jadi ajang mengabdi buat negara, yang merupakan cita-cita semua rakyat Indonesia,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Bhayangkara FC Bakal Sampaikan Dua Hal di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Apa Saja?

Vivagoal – Liga Indonesia –  COO Bhayangkara FC, Sumardji mengklaim pihaknya bakal menyampaikan dua hal yang cukup krusial pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Liga Indonesia Baru yang bakal dihelat pada 18 Mei mendatang.


Baca Juga:


RUPSLB sendiri memang menajdi inisiasi kontestan Liga 1 220 guna membahas kejelasan kompetisi lantaran pandemic Corona. Namun di luar itu, Bhayangkara FC juga mencatat dua poin penting yang harus dijawab PT LIB selaku penyelenggara Liga.

“Pertama itu masalah kompetisi mau seperti apa, jika lanjut seperti apa, jika tidak juga seperti apa. Apakah nanti ada kompetisi pengganti lainnya, itu yang mungkin akan kami bahas di RUPS,” kata Sumardji saat dihubungi awak media, diwartakan Goal International.

“Lalu masalah subsidi kepastiannya seperti apa. Saat ini kami sudah bingung mau seperti apa karena kan sponsor sudah setop, tak ada pemasukan dari sponsor. Makanya kami ingin tanya masalah subsidi ini,” Sumardji menambahkan.

Selain itu, ia juga mengklaim bakal membahas friksi yang terjadi daalm tubuh PT LIB. Sumardji berharap polemik sensitive tersebut bisa cepat selesai dan operator kembali fokus guna menjalankan tugasnya sebagai regulator Liga.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com