
Gyokeres Mulai Disandingkan dengan Masa Emas Henry
Vivagoal – Liga Inggris – Eks gelandang Arsenal, Ray Parlour memunculkan perbandingan berani antara legenda klub, Thierry Henry di masa keemasan dengan Viktor Gyokeres, pasca penyerang asal Swedia itu menjadi pahlawan kemenangan atas Tottenham Hotspur.
Viktor Gyokeres didatangkan ke Emirates Stadium dengan nilai transfer 55 juta poundsterling pada musim panas 2025. Meski memiliki pengalaman bermain di Inggris sebelumnya, adaptasinya di Arsenal tidak berjalan instan.
Sejumlah pihak sempat meragukan kemampuannya memimpin lini depan tim dengan ambisi besar seperti Arsenal. Namun, sejak pergantian tahun, kualitas Gyokeres bersama Meriam London semakin terlihat konsisten.

Penyerang berusia 27 tahun itu mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Spurs, sekaligus membawa total koleksinya menjadi 15 gol di semua kompetisi musim ini. Delapan diantaranya tercipta sepanjang 2026, jumlah yang belum bisa dilampaui pemain manapun di Premier League sejauh ini.
Ray Parlour menilai performa Gyokeres dalam laga derby menunjukkan level permainan yang berbeda dibanding sebelumnya. Ia menyoroti pergerakan dan penyelesaian akhir Gyokeres yang dinilai mengingatkan pada sosok legendaris Arsenal.
Baca Juga:
- Tagihan Biaya Produksi Jersei Timnas Indonesia Belum Dibayar, Erspo Dituntut Dua Pihak
- Jordi Cruyff Berburu Kiper Baru Untuk Ajax, Maarten Paes Tak Khawatir
- Ambisi Tinggi Maarten Paes di Ajax Amsterdam: Jadi Pemimpin Tim!
- Baru Debut di Ajax, Maarten Paes Langsung Dapat Kritik Tajam
Parlour menilai bahwa lini serang menjadi aspek yang menentukan dalam perburuan gelar. Parlour bahkan menilai Gyokeres bisa menjadi “kepingan yang hilang” dalam upaya The Gunners mengakhiri penantian panjang gelar Premier League.
“Jika dia bisa melakukan apa yang dia lakukan melawan Tottenham setiap minggu, itu akan luar biasa. Dia terlihat seperti pemain yang berbeda melawan Tottenham. Dia tampak jauh lebih percaya diri. Bukan hanya gol-gol yang dia cetak, tetapi permainan keseluruhannya jauh lebih baik,” ujar Parlour dilansir Goal.

“Dia masuk ke posisi yang tepat. Gol terakhirnya seperti Thierry Henry di masa keemasannya dulu. Henry biasa melakukan itu secara rutin. Jadi, jika dia bisa mempertahankan performa itu, itulah kepingan yang hilang, karena mungkin disitulah Arsenal paling lemah,” tambahnya.
“Jika kamu melihat tim secara keseluruhan, itu adalah lini depan. Kamu harus melakukannya setiap minggu. Itulah bagian tersulitnya. Thierry jelas melakukannya setiap minggu. Dan jika Gyokeres bisa melakukan hal yang sama, itu bisa menjadi pembeda musim ini, pasti.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















