Juventus Tim Medioker, Hanya Bisa Juara Di Liga Kasta Keempat Di Dunia
Juventus, Sumber: OrissaPost

Juventus Tim Medioker, Hanya Bisa Juara di Liga Kasta Keempat Dunia

Raffy Faraz - Maret 17, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalSerie A –  Eks pemain Bianconeri, Pasquale Bruno menyebut bahwa Juventus hanya tim medioker karena cuma bisa menjuarai Serie A yang diklaim hanya sebuah kompetisi kasta keempat.

Sejak kali terakhir bisa keluar sebagai juara pada musim 1995/96 silam, pencapaian terbaik Juventus di Liga Champions adalah mencapai babak final sebanyak lima kali, yakni 1996/97, 1997/98, 2002/03, 2014/15 dan 2016/17.

Namun dalam tiga musim terakhir, Bianconeri paling jauh hanya bisa mencapai babak perempatfinal. Bahkan di dua musim beruntun, Si Nyonya Tua selalu mentok di babak 16 besar, dengan berturut-turut disingkirkan Olympique Lyon dan FC Porto.

Hal yang berbeda justru didapat Juventus saat berlaga di level kompetisi domestik. Mereka begitu dominan di Serie A dengan total ada sembilan gelar Liga yang mereka menangkan secara beruntun dalam 10 musim terakhir.

Kondisi ini tentunya sangat mengecewakan. Pasalnya, Juventus kerap digadang-gadang jadi kandidat juara usai mendatangkan banyak pemain bintang seperti Ronaldo yang memiliki lima koleksi trofi Liga Champions.


Baca Juga:


Dengan belanja besar yang sudah dilakukan, Pasquale Bruno pun wajar kecewa karena merasa Juve harusnya bisa lebih baik lagi di Liga Champions ketimbang musim-musim terdahulunya. Ia pun menuding Juve hanya tim medioker karena cuma bisa juara di Serie A yang dinilainya sebagai kompetisi kasta keempat.

“Mereka (Juventus) memiliki sebuah tim yang memalukan. Bonucci dan Chiellini adalah dua fenomena, tapi mereka memenangi sembilan titel di liga keempat di dunia,” ejek Bruno yang dikutip dari Football Italia.

“Mereka bisa mengalahkan Barcelona, sebuah tim yang sudah tamat, dan sehari setelahnya koran-koran menulis bahwa mereka adalah team to beat. Yang benar saja.” sambungnya lagi.

“Manajemennya mengacaukan segalanya. Mereka memecat Allegri untuk menunjukkan Sarri, tapi dia juga dipecat hanya setelah semusim karena Ronaldo dan rekan-rekan setimnya mengatur ruang ganti.” tegas Bruno.

“Satu pemain punya sentimen, para pemain memang bisa memengaruhi, tapi itu tidak menyenangkan. Mereka bukanlah orang yang mesti membuat keputusan-keputusan,” sembur Bruno. (DIL)

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Italia hanya di Vivagoal.com