Home Tags Juventus
SQUAD
Player Position Nationality Age
Mario Mandžukić Attacker Croatia 34
M. Pjaca Attacker Croatia 25
Kwang-Song Han Attacker Korea DPR 22
E. Can Midfielder Germany 26
M. Perin Goalkeeper Italy 28
W. Szczęsny Goalkeeper Poland 30
C. Pinsoglio Goalkeeper Italy 30
G. Buffon Goalkeeper Italy 42
M. De Sciglio Defender Italy 28
G. Chiellini Defender Italy 36
M. de Ligt Defender Netherlands 21
Alex Sandro Defender Brazil 29
Danilo Defender Brazil 29
L. Bonucci Defender Italy 33
D. Rugani Defender Italy 26
M. Demiral Defender Turkey 22
P. Beruatto Defender Italy 22
L. Coccolo Defender Italy 22
Wesley Defender Brazil 20
M. Pjanić Midfielder Bosnia and Herzegovina 30
S. Khedira Midfielder Germany 33
A. Ramsey Midfielder Wales 30
Douglas Costa Midfielder Brazil 30
B. Matuidi Midfielder France 33
J. Cuadrado Midfielder Colombia 32
A. Rabiot Midfielder France 25
R. Bentancur Midfielder Uruguay 23
S. Muratore Midfielder Italy 22
M. Portanova Midfielder Italy 20
D. Peeters Midfielder Belgium 21
Cristiano Ronaldo Attacker Portugal 35
P. Dybala Attacker Argentina 27
G. Higuaín Attacker Argentina 33
F. Bernardeschi Attacker Italy 26
M. Olivieri Attacker Italy 21
G. Vrioni Attacker Albania 22
L. Zanimacchia Attacker Italy 22
STANDINGS
2019-20 Coppa Italia
Club GP W D L GD Pts
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: Juventus

Marchisio Minta Juve Rekrut Bintang Torino Ini

Vivagoal – Serie A – Mantan pemain Juventus, Claudio Marchisio menyebut Andrea Belotti sebagai kepingan puzzle yang hilang di lini depan Juventus selama ini. Padahal Belotti sendiri saat ini merupakan kapten dari rival mereka, Torino.

Belotti bakal menghadapi Juventus dalam laga bertajuk Derby della Mole malam ini. Marchisio yakin mantan timnya itu harus melihat kemungkinan untuk membuat Belotti membelot menuju Allianz Stadium.

Lini penyerangan memang dianggap banyak pihak menjadi salah satu masalah yang ada di tubuh Si Nyonya Tua. Juventus masih dianggap terlalu terpaku pada Cristiano Ronaldo seorang.

“Dia striker yang dibutuhkan Juventus, khususnya karena saat ini Higuain belum kembali tampil prima,”ujar Marchisio dilansir Football Italia.

“Namun, saya sedikit ragu sosok seperti dia bakal menerima tawaran menjadi seorang Bianconero. (Karena) Dia dan Izzo merupakan wujud dari semangat Toro.


Baca Juga:


Terkait dengan penampilan Juventus saat ini, Marchisio para pemain Juve untuk tetap membumi, agar bisa mengakhiri musim sesuai target yang mereka ingin capai. Karena persaingan antar pemain dalam tim cukup ketat.

“Sulit untuk menggaransi namamu di Juve, saat pemain bertahan dan penyerang mereka bermain baik: Dybala tidak mengejutkan saya dan Douglas Costa bisa membuka permainan,”ungkapnya.

“Juve memiliki kelas dan kemewahan, (sementara) Torino miliki karakter dan pantang menyerah. Tim asuhan Sarri itu dalam kondisi baik dan harus mengambil keuntungan mendapat poin sebelum pertandingan Atalanta dan Lazio.

Untuk sementara Juve tengah unggul empat poin dari Lazio di peringkat ke-2 tabel Klasemen Serie A musim ini. Mereka berpotensi besar menjauh karena Lazio bakal menghadapi lawan kuat AC Milan minggu dini hari nanti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mauro Icardi Buka Suara Soal Ketertarikan Napoli dan Juventus

Vivagoal Ligue 1Mauro Icardi harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari skuad Inter Milan seiring kedatangan Antonio Conte musim panas tahun kemarin. Ia kemudian dipinjamkan ke Paris Saint-Germain selama satu musim.

Tampil apik di sana dengan total mencetak 20 gol dari 31 laga, Ia kemudian dipermanenkan pada Mei 2020 kemarin. Akan tetapi, Icardi ternyata sudah menyimpan hasrat besar untuk berseragam Les Parisiens sejak pertama tiba di Parc des Prince.

“Segera setelah saya tiba dari Italia ke Paris, keputusan saya adalah Final. Opsi untuk membeli hanya dapat diaktifkan musim ini tetapi bagi saya, semuanya telah diputuskan sejak musim lalu.

“Ketika opsi menjadi peluang nyata, kami mendiskusikannya dengan para manajer, dengan Leonardo. Kami mengevaluasi keputusan dengan keluarga saya, dan kami semua memutuskan untuk tetap tinggal. Leonardo kemudian mengonfirmasi bahwa opsi itu menarik untuk PSG. Itu mudah ditandatangani,” ucap striker asal Argentina tersebut.


Baca Juga:


Lebih lanjut, meski sempat dirumorkan dengan beberapa klub macam Napoli dan Juventus, menurut Icardi, dirinya sama sekali tidak ingin untuk kembali ke Serie A. Merasa nyaman di Paris bersama keluarga jadi alasan. 

“Tidak tidak. Saya merasa baik di Paris. Saya kembali ke Italia selama liburan dan menghabiskannya di sana bersama keluarga saya.  Hampir, hampir satu jam dengan pesawat. Sekarang, keluarga saya telah sepenuhnya menetap di Paris,” tandas Icardi.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

De Ligt Kenang Momen Indah Jelang Derby della Mole

Vivagoal Serie A – Bek Juventus, Matthijs de Ligt menyebut jika golnya ke gawang Torino awal November lalu menjadi titik balik kariernya di Serie A.

De Ligt sempat menjadi sasaran kritik setelah tampil kurang maksimal di Juventus. Biaya 75 juta euro yang dikeluarkan klub dinilai tak sepadan dengan kontribusinya selama berseragam Si Nyonya Tua.

Namun penampilan De Ligt mulai membaik seiring berjalannya waktu. Ia berhasil menjadi palang pintu kokoh di lini pertahanan Juve bersama Leonardo Bonucci.

De Ligt kini tak sabar menyambut derby kontra Torino. Bek asal Belanda itu menyebut derby akan selalu menjadi pengalaman menarik untuk semua pemain.

“Ini merupakan laga yang spesial, kedua tim ingin meraih kemenangan untuk kota dan fans mereka. Kami harus melakukan yang terbaik, terutama di pertahanan, dan tak memberikan kesempatan sama sekali,” ujar De Ligt kepada Sky Sport Italia.

“Tentu saja derby pertama merupakan memori yang indah bagi saya karena saya mencetak gol pertama saya untuk Bianconeri. Gol itu juga memberikan kemenangan yang penting,” lanjutnya.


Baca Juga:



Satu gol yang dicetaknya pada pertemuan pertama sekaligus membawa Juve memenangi laga. Tidak hanya itu, gol tersebut juga menjadi titik balik karier De Ligt di Italia.

“Saat itu bukan masa yang indah untuk saya, saya mendapat banyak kritik dan saya berada di bawah tekanan. Gol itu meningkatkan spirit saya dan membuat saya dan rekan setim saya senang,” tutur De Ligt.

“Berkat gol tersebut, saya menjadi pesepakbola seperti saat ini,” tukasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Serie A Buat De Ligt Lebih Berkembang

Vivagoal Serie A – Bek Juventus, Matthijs de Ligt mengaku jika dirinya semakin membaik secara fisik maupun mental setelah beradaptasi di Serie A.

Juventus menebus jasa De Ligt mencapai 75 juta euro dari Ajax Amsterdam pada musim panas lalu. Dengan usianya yang masih 19 tahun saat itu, De Ligt dipercaya sebagai pembelian yang berlebihan meski kualitasnya kala itu mendapat banyak pujian.

De Ligt pun mendapat beban berat di awal debutnya di Turin. Ia tampil di bawah standar dan kritik pun mengalir begitu deras.

Namun De Ligt mulai berhasil mengatasi masalah tersebut. Ia tampil gemilang dalam beberapa laga terakhir termasuk mencatat clean sheet alias tak kebobolan dalam empat laga di antaranya.

“Sekarang saya merasa jauh lebih baik secara fisik maupun secara mental. Saya berada di tempat yang jauh, jauh lebih baik,” ujar De Ligt kepada Sky Sport Italia.

De Ligt mengatakan jika perubahan yang ia dapatkan merupakan buah dari kerasnya Serie A. Menurutnya para penyerang hebat yang ada di Italia membuatnya harus bekerja lebih keras lagi.


Baca Juga:



“Di Serie A ada banyak striker yang berbeda. Ada Romelu Lukaku, contohnya, yang sangat kuat dan juga cepat. Selain itu juga ada Ciro Immobile, yang sangat bagus dalam urusan mencetak gol,” tutur De Ligt.

“Setiap tim memiliki penyerang yang hebat, berbeda satu sama lain, dan setiap pertandingan sulit. Standarnya sangat tinggi. Saya mencoba mempelajari mereka sebelum pertandingan untuk mempersiapkan segala kemungkinan,” tukasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Tetap Bermain di Usia Senja, Buffon: Saya Masih Memiliki Api yang Menyala

Vivagoal Serie A – Gianluigi Buffon mengatakan ada sebuah semangat membara yang membuatnya masih yakin untuk bermain kendati usianya kini sudah tak lagi muda.

Buffon beberapa kali dihadapkan dengan opsi pensiun setelah usianya menginjak angka 42 tahun. Namun demikian, baru-baru ini ia meneken kontrak baru bersama Juventus. Ya, Buffon masih belum ingin pensiun.

Keputusan tersebut jelas cukup mengejutkan. Berapapun besarnya niat seorang pemain, usia tentu menjadi lawan yang cukup sulit untuk mereka ajak berdamai.

Akan tetapi Buffon memiliki alasan kuat untuk terus berdiri dibawah mistar gawang. Menurutnya ada api yang menyala di dalam dirinya yang membuatnya terus memiliki sikap kompetitif.

“Saya masih memiliki api yang menyala di dalam diri saya. Saya tetap bermain karena saya merasa baik-baik saja dan saya tetap kompetitif, ditambah lagi saya selalu ingin menjadi lebih baik,” ujar Buffon kepada Randstad Italia di Instagram.

“Momen ketika saya menjadi nomor satu, semangat itu berubah menjadi usaha, kewajiban untuk tidak tampil buruk dan untuk tetap berada di puncak,” tambahnya.

Satu rahasia lain yang membuatnya tetap bisa bermain meski sudah berkepala empat adalah berdamai dengan diri sendiri.


Baca Juga:



“Selama 15 tahun, saya melihat sisi senangnya. Sekarang sebagai pemain gaek, saya mencoba menjadi muda kembali. Itulah rahasia saya untuk bisa terus bermain,” tutur Buffon.

“Dalam 12 tahun terakhir karier saya, saya sedikit menikmati kemenangan dan sangat memikirkan kekalahan,” imbuhnya.

“Ketika Anda terbiasa menang, sepertinya itu normal. Dari sisi tersebut, kemenangan memiliki dampak minor terhadap Anda tapi rasa frustasi akibat kekalahan tetap ada. Saya harus mencoba berdamai dengannya, karena jika tidak saya berisiko tak pernah berhenti,” tukasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sembilan Laga Tersisa, Juventus Wajib Waspada

Vivagoal Serie AJuventus masih nyaman berada di puncak klasemen Serie A. Namun dengan sembilan laga tersisa, mereka tentu tak bisa lengah sedetik pun.

Juventus terus menjaga kans juara Serie A musim ini usai menghajar Genoa 1-3, dini hari tadi. Tiga gol kemenangan Juve masing-masing dicetak oleh aulo Dybala, Cristiano Ronaldo, dan Douglas Costa.

Musim ini jelas sedikit berbeda bagi sang raksasa. Ketika delapan musim sebelumnya bisa dengan mudah mengamankan gelar juara, kali ini mereka harus merasakan tekanan dari para rivalnya. Inter Milan dan Lazio mencoba menjegal sang juara bertahan.

Juventus memang kini tengah berada di puncak dengan 72 poin dari 28 pertandingan. Namun mereka hanya unggul empat angka saja dari Lazio yang ada di posisi kedua.

Inter yang sempat mengancam di awal musim memang mulai terlihat kehabisan bensin. I Nerazzuri saat ini tertinggal sembilan angka dan ada di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A. Namun dengan 9 laga tersisa, Nerazzurri masih punya kans untuk bisa menyalip Juventus.

Ada alasan kuat Juventus tak bisa berleha-leha. Salah satunya adalah belum adanya racikan formasi terbaik di bawah asuhan pelatih baru Maurizio Sarri khususnya di lini serang kendati punya pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala, dan Gonzalo Higuain.

Komposisi terbaik jelas sangat dibutuhkan. Mengingat pada sembilan laga tersisa, Juventus akan menjalani laga-laga krusial termasuk bersua tim-tim berat sekelas AC Milan, AS Roma dan Lazio.

Berikut jadwal lengkap Juventus di sisa kompetisi Serie A musim 2019-20 ini;

Sabtu 4 Juli 2020 – Juventus vs Torino (22.25 WIB)
Rabu 8 Juli 2020 – AC Milan vs Juventus (02.45 WIB)
Minggu 12 Juli 2020 – Juventus vs Atalanta (02.45 WIB)
Kamis 16 Juli 2020 – Sassuolo vs Juventus (02.45 WIB)
Selasa 21 Juli 2020 – Juventus vs Lazio (02.45 WIB)
Jumat 24 Juli 2020 – Udinese vs Juventus (00.30 WIB)
Minggu 26 Juli 2020 – Juventus vs Sampdoria (Belum Ditentukan)
Rabu 29 Juli 2020 – Cagliari vs Juventus (Belum Ditentukan)
Minggu 2 Agustus 2020 – Juventus vs AS Roma (Belum Ditentukan)

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mantan Pemain Timnas Portugal Ungkap Satu Hal yang Buat Ronaldo Begitu Gemilang

Vivagoal Serie A – Mantan pemain Timnas Portugal, Abel Xavier menyebut jika Cristiano Ronaldo selalu fokus berkembang. Salah satu caranya adalah dengan meninggalkan zona nyaman.

Xavier mengatakan jika Ronaldo bisa saja bertahan di Manchester United atau Real Madrid hingga pensiun dan meraih banyak gelar. Namun yang terjadi, mantan rekannya di timnas itu memilih untuk menjauh dari zona nyaman.

Hal itu dilakukan agar Ronaldo bisa memaksa dirinya untuk jauh lebih berkembang. Dan kini Ronaldo tengah berada di Juventus untuk memaksa tubuhnya terus berlari dan tidak duduk santai di zona yang membuatnya nyaman.

“Dia adalah seorang pemenang sejati dan fokus mentalnya sangat hebat. Anda menyadari bahwa dia tidak pernah merasa senang berada di zona nyaman,” buka Xavier kepada Stats Perform News.

“Dia pernah bermain di Madrid, dia menang. Dia pernah di Man United, dia menang. Dia sekarang di Juventus dan juga memenangi banyak hal.”

“Kemanapun dia pergi, dia akan menang baik secara individual maupun kolektif,” imbuhnya.


Baca Juga:


Ronaldo sendiri saat ini sudah berusia 35 tahun. Namun Xavier tidak melihat ada yang hilang dari Ronaldo. Fokusnya tetap membawa tim meraih berbagai gelar bergengsi demi menambah gelar individunya.

“Saya kira itulah tujuannya [membantu Juve terus juara]. Itulah tujuan utamanya, sebab dia adalah seorang pemenang,” sambung Xavier.

“Saya mengenal dia pada masa saya masih bermain dan dia adalah pemain muda yang begitu cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan timnas.”

“Saya percaya dia masih pemain yang komplit, dia punya pikiran kuat, sangat fokus. Dan dia ingin meraih gelar. Dia ingin meraih gelar individu dan dia ingin meraihnya secara kolektif,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Resmi Gabung Barcelona, Sarri Belum Bicara Lagi dengan Pjanic

Vivagoal Serie A – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri mengaku belum bicara dengan Miralem Pjanic semenjak transfernya ke Barcelona tercapai.

Kesepakatan tersebut terjadi beberapa hari yang lalu dengan detail Barcelona menebus Pjanic dengan mahar 65 juta euro. Juventus kemudian mendapat Arthur Melo dengan mahar lebih mahal yakni 82 juta euro.

Namun masing-masing pemain masih bisa membela tim masing-masing hingga musim ini berakhir. Hal ini mengingat transfer tersebut baru akan efektif pada akhir musim 2019/20 atau setelah pagelaran Liga Champions berakhir.

Menariknya, Sarri mengaku jika dirinya belum melakukan pembicaraan sama sekali dengan Pjanic setelah kesepakatan tersebut terwujud. Menurutnya itu diperlukan guna menjaga fokus tim terutama setelah kompetisi tertunda dan kegagalan mereka di Coppa Italia.

“Saya belum berbicara dengan Miralem dalam beberapa hari terakhir. Saya sering melakukannya setelah masa skors, setelah lockdown, sebab dalam 20 atau 25 terakhir kondisinya begitu buruk,” buka Sarri kepada Sky Sport Italia.

“Kami bertanya kepada diri sendiri soal alasannya dan mencoba untuk menemukan solusinya. Ini membuat kondisi mentalnya menjadi drop lebih dari yang lainnya.”


Baca Juga:


“Saya yakin bahwa dia akan bermain sebaik mungkin dalam periode ini. Saya melihat dia senang dan tenang. Saya tidak memiliki kekhawatiran soal dia,” lanjutnya.

Pjanic sendiri masih dimainkan saat Juventus melibat Genoa 1-3 pada lanjutan Serie A, dini hari tadi.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Duet Dybala dan Ronaldo Kian Padu, Ini Kata Sarri!

Vivagoal Serie A – Kemenangan 3-1 Juventus atas Genoa membuat Maurizio Sarri sumringah. Bukan hanya tambahan tiga poin yang didapat, ia melhat jika duet Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo kini kian padu.

Tiga gol Juventus di Stadio Luigi Ferraris, Rabu (1/7) dini hari WIB, masing-masing dicetak oleh Dybala di menit 50, tembakan keras Ronaldo enam menit berselang serta pemain pengganti Douglas Costa. Sedang gol hiburan tuan rumah datang dari Andrea Pinamonti.

Sarri jelas begitu puas dengan performa anak asuhnya terutama lini serang. Ia menyebut duet Dybala dan Ronaldo kini kian padu.

“Sesuatu telah berubah dalam hal pergerakan, tapi mereka telah belajar satu sama lain untuk lebih sering mencari posisi masing-masing,” ujar Sarri usai pertandingan kepada Sky Sport Italia.

“Mereka telah menyadari bahwa dengan saling membantu satu sama lain, maka hasilnya akan datang. Itu adalah sesuatu yang juga saya perhatikan dalam sesi latihan.”


Baca Juga:


Sarri mengambil keputusan untuk menarik keluar Ronaldo ketimbang Dybala. Namun ia melihat jika sang bintang butuh istirahat ketimbang Dybala.

“Di babak pertama, ia melepaskan tembakan lima kali, jadi itu berarti ia melakukan lebih dari yang seharusnya,” lanjut Sarri.

“Cristiano sering bermain untuk membebaskan dirinya dari kawalan dan melakukan penyelesaian akhir sendiri, namun ketika ia memutuskan untuk memindahkan bola dengan cepat, ia adalah yang terbaik di antara semuanya.”

“Jujur, saya akan menggantikan Dybala, lalu saya memilih Ronaldo, yang telah memiliki menit bermain lebih banyak. Kami membahas itu selama beberapa hari terakhir, ia tahu akan diganti saat skor 3-0 dan ia terlihat senang.”

“Saya pikir tim bermain dengan baik, bahkan di babak pertama. Kami memiliki banyak peluang nyata, tanpa kebobolan. Performa tim yang bagus dan kami mencetak tiga gol indah.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Resmi Berlabuh di Juventus, Pelatih Legendaris Brasil Bicara Soal Arthur Melo

Vivagoal Serie ALuiz Felipe Scolari memberi dukungan penuh kepada Arthur Melo untuk berlabuh ke Juventus. Menurutnya meski memiliki kekurangan dalam hal fisik, namun dengan skill yang dimiliki hal tersebut tidak akan menghalangi karier gemilangnya di Turin.

Mantan pelatih Timnas Brasil, Felipe Scolari, mengatakan kepindahan Arthur Melo ke Juventus adalah langkah yang ideal. Dengan kemampuan yang dimiliki, sang gelandang dipercaya bisa berkembang pesat di Italia.

“Turin adalah tempat yang ideal untuk Arthur. Sudah menjadi bukti bahwa dia bermain dengan baik saat masih berumur 18 tahun. Dia bermain dengan kepala yang tegak, bisa memberikan umpan cepat, menghindari pengawalan baik kepada dirinya sendiri maupun tujuan operannya.”

“Secara fisik, dia tidak begitu kuat. Namun dengan kesadaran posisi, dia bisa menutupinya. Saya pikir peran idealnya ialah gelandang kedua yang bertugas mendistribusikan bola ke depan” buka Scolari saat berbincang kepada Gazzetta Dello Sport.


Baca Juga:


Di sisi lain, Scolari  paham, meninggalkan Barcelona bukan hal mudah buat sang pemain. Namun demikian, apa yang terjadi merupakan sebuah realitas yang perlu diterima. 

“Tidak pernah mudah untuk mengambil keputusan meninggalkan Barcelona. Dia memiliki ekspektasi yang berbeda dan inilah mengapa sepak bola di Italia adalah opsi terbaik untuknya.

“Saya yakin dia bisa memberikan kemampuannya yang terbaik dan melakukannya seorang diri, tidak dipaksa untuk mengubah gaya bermainnya,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS