
Kritik Pelatih Belanda Kepada Pemain Persis: Banyak Kehilangan Bola yang Tidak Perlu!
Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih asal Belanda, Peter de Roo, mengkritik pemain Persis Solo yang dinilai banyak kehilangan bola yang tidak perlu.
Persis Solo tengah mempersiapkan diri jelang BRI Super League 2025/26. Bersama dengan pelatih anyar mereka yaitu Peter de Roo, tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut mengadakan pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta selama sepekan.
Rekam aksi Fuad Sule saat menjalani sesi latihan perdana bersama Laskar Sambernyawa. π¦Ύπ΄
Selengkapnya dapat kalian saksikan di kanal YouTube PERSIS. πΊ (https://t.co/ZHIuqNrLgA)#LaskarSambernyawa pic.twitter.com/WJTlN7uGu8
β PERSIS (@persisofficial) July 16, 2025
Tidak hanya berlatih, Peter de Roo juga menyuruh para pemainnya menjalani laga uji coba melawan tim promosi, PSIM Yogyakarta. Hal itu dilakukan untuk mematangkan taktikal, penguatan chemistry antarpemain, dan memantau progres latihan yang sudah diberikannya.
“Saya melihat mereka (PSIM) untuk pertama kali, dan saya sudah meninjau melalui video. Tentunya, saya berekspektasi tim akan meningkatkan kemampuan ke level yang lebih tinggi dan terus menjadi lebih baik. Itulah harapan saya,” ucap Peter de Roo yang dilansir dari situs I League.
Baca Juga:
- Surati I.League, PSSI Minta Regulasi Pemain Asing BRI Super League 2025/26 Diubah
- Geser Satoru Mochizuki, PSSI Cari Pelatih Jepang Lain untuk Tangani Timnas Wanita
- Diisi Banyak Pemain Timnas Indonesia, Rafael Struick Pede Dewa United Juara Super League Musim Ini
- Rafael Struick Tolak Banyak Tawaran Demi Gabung Dewa United
Usai melihat hasil uji coba, Peter de Roo menemukan kelemahan para pemain Persis. Menurutnya, Sho Yamamoto dan kawan-kawan sering kehilangan bola yang tidak perlu ketika bermain.
“Masih banyak ruang untuk peningkatan, terutama terkait kehilangan bola yang tidak perlu dan hal semacamnya. Pada akhirnya, ini semua diawali dari pola pikir dan intensi.”

Tapi, TC kali ini tidak sepenuhnya buruk. Peter de Roo bersyukur TC dilakukan karena para pemain terlihat semakin erat satu sama lain dan diharapkan bisa belajar dari kesalahan yang dibuat.
“Keuntungannya adalah, di dalam training camp, kita bersama selama 24 jam penuh, jadi kita harus memanfaatkan setiap momen itu dengan sangat bijak.”
“Kesalahan tentu terjadi, namun yang terpenting adalah setiap kali membuat kesalahan, kita belajar dari hal yang baru. Secara keseluruhan, saya menilai ini adalah awal yang baik,” pungkasnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















