Laura Dinda

Laura Dinda: Memasyarakatkan Sepak Takraw

Dimas Sembada - October 11, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Berita Bola – Sepak Takraw memang bukan olahraga favorit di Indonesia. Tapi situasi ini tak menyurutkan semangat Laura Dinda, untuk terus berkarya di dalam dan luar lapangan Sepak Takraw. 

Bermula dari sebuah mimpi sederhana anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Laura kecil mengindera ayahnya yang berprofesi sebagai pelatih Sepak Takraw kerap bepergian ke luar kota menggunakan pesawat terbang.

Pergi menyambangi banyak kota, terbang menggunakan burung besi, membuat Laura Dinda ingin mengikuti jejak sang ayah. Mulanya, bukan untuk menjadi atlet atau pelatih Sepak Takraw, Laura kecil hanya ingin melihat dunia yang lebih luas.

“Mulanya waktu kelas tiga SD,  saya lihat ayah,  dia itu pelatih Sepak Takraw, jadi dia sering naik pesawat pergi-pergi. Aku dulu pengen naik pesawat pas kecil, ayah bilang, ‘kalo mau naik pesawat, coba latihan Takraw’. Intinya karena ingin jalan-jalan,” buka Laura saat diwawancarai Vivagoal.

Laura Bantu Jambi Sudahi Puasa Gelar

Mimpi Laura kecil nyatanya menjadi sebuah kenyataan. Kini Laura berhasil menjadi salah satu atlet Sepak Takraw berprestasi baik di level nasional maupun internasional.

Pada 2018 silam, Laura berhasil menyabet medali  Perunggu dalam ajang The Kings Cup Sepak Takraw World Championship. Tiga tahun berselang, Laura mengentaskan dahaga gelar Jambi akan medali dari cabor Sepak Takraw di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Terbaru, Laura menyabet satu medali perak dan satu medali perunggu di The Kings Cup 2022 Sepak Takraw World Championship yang digelar di Bangkok, Thailand.


Baca Juga:


Meski syarat akan prestasi internasional, namun perolahan medali Perunggu dari PON Papua lalu menjadi gelar yang dianggapnya paling berharga. Pasalnya, Laura berhasil mempersembahkan medali untuk Jambi dari Cabor Sepak Takraw setelah 20 tahun puasa gelar.

“PON Papua itu berkesan, karena Jambi dapet dua perunggu, dan terakhir kali Jambi dapet medali 2001 pas aku baru lahir,” tutur Laura.

“Di PON Papua, peraturannya beda, jadi Provinsi dibagi, jadi kita gak ketemu semua. Di semi final, Jambi gugur karena saingan kita Jawa Barat yang banyak dihuni pemain-pemain senior nan berpengalaman,” tambahnya.