Iraola Bourne
(Getty Images via ligaolahraga.com)

Legenda Liverpool Tak Sepenuhnya Yakin Pada Kemampuan Iraola

Irman Maulana - Juni 3, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Inggris – Meski mengakui Andoni Iraola telah melakukan pekerjaan luar biasa bersama Bournemouth, Jamie Carragher menilai masih ada sejumlah keraguan,yang perlu dijawab, sebelum pelatih asal Spanyol itu benar-benar dianggap layak menangani klub sebesar Liverpool.

Nama Andoni Iraola memang terus mendapat perhatian setelah sukses mengangkat performa Bournemouth di Premier League. Ia menampilkan permainan agresif, disertai intensitas tinggi selama memimpin The Cherries sejak 2023 silam.

Tak sedikit yang kemudian merasa bahwa gaya main itu mengingatkan publik pada Liverpool ketika masih ditangani oleh seorang Jurgen Klopp. Jika Klopp dilabeli dengan “Heavy Metal” bersama Liverpool dulu, gaya main dan antusiasme dari Iraola kerap mendapat sebutan “Rock’n’Roll”.

Laporan terbaru Sky Sports menyatakan bahwa Liverpool selangkah lagi bakal meresmikan Iraola sebagai manajer baru. Sky Sports menyebut Liverpool kini sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan Iraola, yang kontraknya di Bournemouth habis akhir Juni 2026.

Tangan Dingin Andoni Iraola Bangkitkan Bournemouth yang Sempat Goyah
Andoni Iraola, Foto: dok Twitter @israel_iniguez

Namun bagi Jamie Carragher, menjadi manajer Liverpool membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membangun tim yang bermain menekan dengan intensitas tinggi. Menurutnya, ada sejumlah aspek lain yang harus dipertimbangkan, terutama kemampuan menjaga konsistensi tim di level tertinggi.

“Dia telah melakukan pekerjaan luar biasa di Premier League. Apa yang telah dicapai Bournemouth sungguh fantastis, tapi masih ada banyak tanda tanya besar. Gaya bermainnya jelas merupakan gaya yang ingin diadopsi kembali oleh Liverpool, sepak bola berintensitas tinggi. Kita tahu dia sangat hebat dalam hal itu. Tapi itu bukan satu-satunya hal yang penting saat menjadi manajer Liverpool,” ujar Carragher kepada Sky Sports.

Carragher kemudian secara khusus menyoroti performa Liverpool ketika berada dalam situasi tanpa bola selama musim terakhir. Ia menilai aspek tersebut menjadi salah satu kelemahan terbesar yang harus segera diperbaiki oleh siapa pun yang memimpin tim ke depan.


Baca Juga:


“Permainan tanpa bola menjadi masalah besar bagi Arne Slot, itulah yang benar-benar membuatku khawatir. Sepanjang musim permainan Liverpool tanpa bola sangat buruk. Itu adalah bagian besar dari DNA Liverpool, bukan hanya di bawah Jurgen Klopp. Alasan kita membicarakan ‘faktor Anfield’, banyak hal terkait permainan tanpa bola, bukan hanya saat menguasai bola, jadi dia sangat hebat dalam hal itu,” tambahnya.

Meski mengagumi filosofi sepak bola Iraola, Carragher mempertanyakan apakah pendekatan tersebut dapat diterapkan secara konsisten di klub yang harus bermain setiap tiga atau empat hari. Ia merasa tuntutan yang dihadapi Liverpool sangat berbeda dibandingkan Bournemouth yang memiliki jadwal relatif lebih ringan.

“Kekhawatiranku adalah, bisakah bermain dengan intensitas seperti itu saat bertanding setiap tiga hari, sementara saat melawan Bournemouth, itu hanya sekali seminggu. Ini benar-benar berbeda. Setiap kali mendatangkan manajer untuk klub papan atas di Inggris, kamu berpikir: ‘Bisakah dia memenangkan liga untuk saya?’ Itu adalah tanda tanya besar seputar dirinya, atau manajer mana pun yang datang. Tetapi Liverpool memiliki manajer yang telah memenangkan liga, jadi itulah mengapa saya selalu dilema,” pungkas Carragher.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com