
LIB Ungkap Alasan Laga Arema vs Persebaya Batal di Kanjuruhan
Vivagoal – Liga Indonesia – PT. Liga Indonesia Baru (LIB) angkat bicara soal keputusannya membatalkan laga klasik Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.
LIB sempat merencanakan untuk menggelar laga klasik derbi Jawa Timur (Jatim) antara Arema vs Persebaya untuk pekan ke-30 BRI Liga 1 2024/25 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Namun, justru respon negatif yang diterima oleh mereka.
Publik merasa apa yang dilakukan LIB dengan menunjuk Kanjuruhan sebagai tempat dilaksanakannya laga Arema vs Persebaya adalah keputusan yang tidak tepat. Seperti yang diketahui, Kanjuruhan memendam kenangan buruk, tidak hanya Arema dan Persebaya, melainkan sepakbola Indonesia.
View this post on Instagram
Sebanyak 135 orang meninggal dunia pada 2022 di stadion tersebut usai laga antara Arema vs Persebaya. Meskipun sudah direnovasi, tapi keputusan LIB untuk menggelar laga klasik di stadion yang menewaskan banyak orang sepertinya bukan keputusan yang bijak.
Untuk itu, LIB memutuskan untuk memindahkan laga antarkedua tim ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Bermain di tempat netral, laga berakhir sama kuat dengan skor 1-1 untuk kedua tim.
Baca Juga:
- David da Silva Ungkap Kekecewaannya Tak Bisa Full Bela Persib Musim Ini
- Malut United Bukan Lawan Mudah bagi Persib
- LIB Siap Bantu Klub Tidak Menunggak Gaji Lagi Musim Depan
- Bojan Hodak Ingin Rayakan Gelar Bersama Pemain yang Belum Pernah Juara
Mengenai keputusannya untuk memindahkan laga antara Arema vs Persebaya, LIB angkat bicara. Ferry Paulus selaku Direktur Utama (Dirut) LIB menjelaskan bukan mereka yang menginginkannya pindah, tetapi situasi dan kondisi yang memaksanya.
Pihak Kepolisian menurut LIB belum percaya diri untuk bisa menjaga pertandingan antara Arema dan Persebaya. Selain itu, Panitia Pelaksana (Panpel) Arema pun juga merasakan hal yang sama mengingat keduanya memiliki kenangan buruk di Kanjuruhan.

“Pihak Kepolisian masih belum percaya diri, apalagi Stadion (Kanjuruhan) yang sangat bersejarah. Kita juga sudah berkomunikasi sama Panpel-nya Arema. Panpel-nya sendiri juga kurang percaya diri untuk bisa melaksanakan (di Kanjuruhan),” kata Ferry Paulus.
“Makanya, kita carikan alternatifnya. Akhirnya, mau tidak mau, di Bali. Sambil nanti sudah ada kelancaran-kelancaran di Kanjuruhan pertandingan-pertandingan yang lain.”
“Rasanya semua harus menjaga, liga kita, klub, liga (LIB). Kemudian juga, termasuk Kepolisian harus didukung juga untuk bisa sama-sama memiliki kepercayaan diri,” tambahnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com














