
Menilik Potensi Dua Tim Alumni Perserikatan di Liga 1 2020
Zonasi Wilayah dan Jarak Tempuh Mematikan
Setelah berhasil promosi, keduanya juga saling melengkapi di zonanya masing-masing. Persita sukses melengkapi quota tim Jabodetabek sementara Persiraja seakan mengisi kekosongan tim asal Sumatera yang hampir lowong. Sekedar catatan, pasca promosinya Persita, seluruh tim Jabodetabek memiliki wakilnya. Persija merepresentasikan Jakarta, Tira Kabo mewakili Bogor, Bhayangkara mewakili Bekasi dan Jakarta sementara Persita hadir mengisi slot Tangerang yang lama kosong.
Penentuan siapa yang terhebat di Jabodetabek pun terasa menarik untuk dikulik lebih dalam. Pasalnya di musim ini, seluruh tim-tim asal Jabodetabek yang berlaga di Liga 1 kerap inkonsisten. Persija misalnya, Juara Liga 1 musim lalu sampai harus berjuang hingga titik akhir guna terhindar dari zona degradasi. Sementara Tira Persikabo yang sempat impresif di putaran pertama seakan terjun bebas di putaran kedua. Tragisnya, Laskar Padjajaran harus mengalami hasil minor dalam 17 laga mereka sebelum akhirnya berhasil mengunci kemenangan perdana kontra Bali United pekan lalu.
Baca Juga: Berita Terbaru Seputar Liga Indonesia
Hingga pekan ke-32 kemarin, baik Persija dan Tira Kabo pun berada di luar posisi 10 besar. Satu-satunya penyelamat zona Jabodetabek hadir dalam diri Bhayangkara FC. Tim milik kepolisian Republik ini sukses nangkring di posisi ketiga. Bruno Matos dan Kolega masih tertambat di lima besar klasemen sementara Liga 1 2019. Pertanyaan pun menyeruak, mampukah Persita Tangerang bisa berbicara banyak atau minimal unggul atas tim Jabodetabek lain di musim depan?
Di sisi lain, Persiraja mampu mengisi kekosongan slot tim asal Sumatera. Sejatinya, musim lalu, ada dua tim Sumatera yang berkiprah di Liga 1 2019. Mereka tak lain adalah Badak Lampung dan Semen Padang. Namun performa keduanya di musim kemarin tak terlalu impresif sehingga kedua keduanya harus kembali lagi ke Liga 2. Selain itu, hadirnya Persiraja bakal menambah kengerian partai tandang karena tim tamu, terkhusus yang berbasis di wilayah timur Indoenesia harus melakukan perjalanan panjang ke Serambi Mekkah.
Sebelumnya, kontestan Liga 1 paling jauh harus bermain ke Stadion Mandala, Jayapura. Musim depan, kengerian bakal bertambah pasca kehadiran Persiraja. Dipastikan, tim-tim tamu yang bertandang bakal mengalami kelelahan karena jauhnya jarak yang bakal ditempuh.
Sebagai komparasi sederhana, Persija Jakarta harus menempuh jarak tak kurang dari 2.500 Km guna bertandang ke Stadion Harapan Bangsa Aceh. Jarak tersebut kurang lebih sama dengan jarak antara Kota London dan Moscow di Russia. Minimal tiga jam dengan menggunakan pesawat tercepat.
Sementara jarak terjauh akan ditempuh Persipura Jayapura andai mereka kembali bermain di Stadion Mandala. Di musim ini, Persipura harus bermain di sekitaran Pulau Jawa karena Stadion Mandala harus mengalami pemugaran. Andai musim depan mereka kembali ke Jayapura, mereka harus melalui jarak lebih dari 6.000 Km!
Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!
Jarak tersebut sama seperti jarak dari London ke Uzbekistan. Untuk menempuh perjalanan ke Aceh, skuat Persipura harus menghabiskan waktu tempuh tercepat sekitar 9 jam 30 menit dari Jayapura ke Banda Aceh dengan satu kali transit. Selain jarak, beban biaya yang harus dikeluarkan dalam perjalanan tandang pun lumayan besar.
Untuk perjalanan tercepat dari Jayapura ke Banda Aceh dikenakan biaya tak kurang dari Rp 16 Juta per kepala. Andai tim yang berangkat berjumlah 20 orang, maka sekali perjalanan skuat Persipura maupun Persiraja ke Papua bakal menghabiskan dana tak kurang dari Rp 320 Juta! Sungguh merupakan biaya yang besar.















