Tag: Persita Tangerang

Widodo Kecewa Chemistry Antar Pemain Persita Belum Terbangun

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Persita Tangerang Widodo Cahyono Putro beralasan hasil kurang memuaskan yang didapat tim asuhannya di laga uji coba perdananya karena chemistry antar pemain belum terbangun. Ia pun menjamin, di laga uji coba berikutnya, Persita bakal tampil lebih menggigit.

Persita Tangerang baru saja melakoni laga uji coba melawan tim lokal Farmel FC. Bermain di stadion Sport Center Kelapa Dua, Persita hanya bisa bermain imbang 1-1 dalam 3×35 menit.

Menurut Widodo, chemistry antar pemain masih belum begitu padu dalam laga uji coba tersebut. Dan kondisi tersebut membuat dirinya menurunkan pemain yang berbeda-beda di masing-masing babak karena terus berusaha mencari komposisi terbaik untuk skuad besutannya.

Tapi secara keseluruhan, Widodo tetap mengaku belum puas dengan performa yang diperlihatkan para pemain pendekar Cisadane, terutama dalam hal komunikasi di atas lapangan.

“Uji coba kemarin secara hasil tidak memuaskan. Tapi ini adalah proses di mana semua posisi kami coba. Jadi tidak ada tim inti. Artinya, setiap pemain harus siap dimainkan kapan pun di posisinya masing-masing. Mungkin akan ada rotasi terus selama laga ujicoba.” jelas Widodo dilansir dari laman resmi klub.


Baca Juga:


Chemistry para pemain masih harus memperbaiki. Dan masih ada waktu beberapa kali uji coba. Mudah-mudahan nanti di pertandingan berikutnya sudah siap. Ini menjadi salah satu pekerjaan rumah utama saya.” pungkasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Cerita Hamka Hamzah yang Jarang Diketahui Suporter Indonesia

Vivagoal – Liga Indonesia – Hamka Hamzah memiliki cerita yang menarik di balik kisah perjuangannya menjadi pesepakbola profesional. Di masa awal karirnya dia pernah sempat digaji senilai Rp 500 ribu.

Ia dikenal sebagai salah satu itu main belakang terbaik Liga Indonesia dengan memiliki gaji dan pendapatan yang melimpah untuk saat ini. Namun, banyak publik sepak bola tidak mengetahui bahwa saat Hamka Hamzah mengawali karir pernah mendapatkan gaji yang cukup kecil.

Dikutip dari YouTube Persita, Hamka aja pernah mendapat gaji sebesar Rp 500 ribu per bulan ketika pertama mendapat kontrak bersama PSM Makassar senior.

“Orang-orang lihatnya saat sekarang padahal ketika saya bermain awal di di klub PSM senior saya hanya mendapatkan gaji sebesar 500 ribu Rupiah per bulan. Itu merupakan gaji pertama saya bersama klub profesional,” cuit Hamka Hamzah.


Baca Juga:


“Bahkan, saat gajian awal saya harus menunggu pemain senior dulu untuk digaji. Kalau uangnya sudah habis maka saya baru digaji 2 hari kemudian,” canda mantan pemain Timnas Indonesia itu.

Sebagai catatan, Hamka Hamzah sukses meraih beberapa gelar di karir sepakbolanya. Mulai dari Indonesia Super League, Divisi Utama, Piala Presiden dan membawa Timnas Indonesia untuk berada di urutan kedua piala AFF.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Belum Pernah Main Tuk Persib, Hamka Hamzah Tak Masalah

Vivagoal – Liga Indonesia – Bek Persita Tangerang, Hamka Hamzah mengaku sempat memiliki ambisi bisa memperkuat Persib Bandung. Tapi memang menurutnya belum ada peluang untuk main di sana.

Hamka Hamzah salah satu pemain yang paling sering gonta ganti klub. Total ada 12 klub yang sudah dibelanya, termasuk Persita Tangerang musim ini. Beberapa tim besar yang pernah diperkuatnya seperti Persija Jakarta, PSM Makassar, Persik Kediri, hingga Arema FC.

Akan tetapi, Persib Bandung tidak masuk dalam curriculum vitae-nya. Meski begitu, Hamka tak menampik pernah memiliki keinginan main di klub kebanggaan Bobotoh itu.

“Kalau soal membela tim besar, saya sudah pernah bermain untuk Persija dan Arema FC, bangga. Meski dalam hati masih ada yang kurang karena belum bermain untuk Persib. Tapi kalau tidak ada peluang, saya tetap syukuri. Sama seperti Jupe dia sudah bermain untuk Persib dan Arema FC, tapi belum Persija,” ucap Hamka Hamzah saat ditanya oleh Achmad Jufriyanto di kanal Youtube Hamka Story 23.


Baca Juga:


Dalam 12 klub yang dibelanya, hanya ada dua tim yang membuat Hamka sangat berkesan. Klub itu adalah Persija Jakarta dan Arema FC. Dia jelas memiliki alasan menganggap Persija dan Arema paling berkesan dalam karir sepakbolanya.

“Kalau saya, yang paling nyaman dan paling berkesan waktu di Persija dan Arema FC. Tapi semuanya berkesan, kalau di Persija saya mendapatkan istri. Sementara di Arema FC disana bukan lagi seperti tim sepakbola, tapi seperti keluarga,” tutup Hamka Hamzah.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Pilar Persita Ini Punya Ambisi Besar Bersama Pendekar Cisadane

Vivagoal – Liga Indonesia –  Pemain sayap Persita Tangerang, Redi Rusmawan mengaku senang mendengar Liga 1 2020 bakal kembali digulirkan. ia berjanji akan memberikan yang terbaik buat tim Pendekar Cisadane musim ini.

“Tentu saja saya semangat tinggi setelah mendengar kabar kompetisi akan dilanjutkan Oktober. Itu kabar yang sudah ditunggu-tunggu lama. Saya siap memberikan yang terbaik untuk Persita di kompetisi nanti,” kata Redi Rusmawan.

Mengenai kekuatan Persita Tangerang di Shopee Liga 1 2020, Redi yakin, dengan komposisi pemain yang mereka saat ini, timnya bakal bisa meraih hasil yang positif pada setiap pertandingan.

“Musim ini ada pemain asing, saya yakin Persita bisa meraih hasil positif. Saya pun siap bersaing dengan pemain asing karena buktinya musim lalu saya masih jadi andalan. Jadi, saya akan berjuang keras untuk membawa Persita meraih prestasi,” tambah Redi.

Lebih lanjut, Redi mengatakan Shopee Liga 1 2020 bakal tetap berjalan seru dan panas meski tanpa ada degradasi dan kehadiran penonton di tribun stadion.

“Disayangkan memang kalau pertandingan digelar tanpa penonton. Rasa merinding kalau melihat suporter banyak dan kemeriahan pertandingan secara otomatis akan hilang. Tapi bagaimana lagi, COVID-19 ini masih ada, jadi harus dimaklumi demi kesehatan dan keselamatan kita juga. 


Baca Juga: 


“Tapi, tidak ada penonton dan degradasi, kami sebagai pemain harus tetap profesional di setiap pertandingan. Harus bisa memberikan kemampuan maksimal agar bisa membawa tim berprestasi,” tambahnya.

Untuk diketahui, Persita saat ini masih tertahan di peringkat ke-14. Dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni, pasukan Widodo C. Putro tersebut hanya bisa mendapatkan dua poin dari hasil dua kali imbang dan sekali kalah.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Hadirkan Sarana Baru, Bukti Persita Serius Hadapi Liga 1?

Vivagoal Liga Indonesia  – Klub promosi Liga 1,  Persita Tangerang punya sarana pendukung baru berupa bus tim mewah. Menurut Presiden Persita, Ahmed Rully Zulfikar ini adalah salah satu bukti keseriusan Persita mengarungi Shopee Liga 1 2020.

Rully Zulfikar mengaku pembelian bus bukanlah rencana baru, dimana rencana untuk memiliki  bus sendiri sudah diwacanakan sejak tahun lalu. Tujuannya untuk memudahkan penggawa Pendekar Cisadane lakoni laga tandang.

Selain jadi bukti keseriusan, kehadiran bus baru ini adalah salah satu dari banyaknya fasilitas dan infrastruktur yang sudah dipersiapkan manajemen Pendekar Cisadane.

“Sebenarnya ini bukanlah rencana kemarin sore. Sejak musim lalu kami telah mempersiapkan dan merencanakan ini. Tapi memang karena pandemi banyak hal yang harus tertunda, salah satunya bus,” ujar Rully Zulfikar dikutip dari Press Release Persita.

Rully juga menambahkan bus lebih diutamakan untuk digunakan saat berada di dalam Pulau jawa. Bila bus tidak terpakai, para suporter Pendekar Cisadane dapat mengetahui detail dalam bus.

“Bila memang jarak tempuh memungkinkan bus dapat digunakan di Pulau Jawa. Tentunya ini kemudahan transportasi menjadi lebih baik. Bila memang bus tak terpakai, akan di parkiran di Stadion Sport Centre agar suporter dapat melihatnya,” tambah Rully Zulfikar.

Direktur Komersial Persita, Evelyn Cathy, menjelaskan dengan datangnya bus Persita membuktikan kesungguhan manajemen mengarungi Shopee Liga Indonesia 2020. Evelyn pun berharap dengan datangnya bus baru memberikan semangat baru untuk para pemain.


Baca Juga:


“Hadirnya bus milik Persita Tangerang pribadi adalah upaya dari manajemen untuk membuktikan Persita tengah berbenah dari berbagai sisi untuk mencapai target klub secara profesional. Bus ini kami harapkan untuk mempermudah mobilitas tim,” ucap Evelyn Cathy.

Bus Pendekar Cisadane ini sendiri didominasi warna hitam  dan warna ungu sebagai identitas klub. Bagian interior berisi 40 kursi yang dominan berwarna ungu disertai logo klub Persita. Tidak hanya itu, bus dilengkapi dengan toilet, televisi dan lainnya.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Qischil Gandrum: Juru Gedor Asal Jatim dengan Segudang Pengalaman

Vivagoal – Liga Indonesia –  Berbicara soal angkatan emas Persik Kediri, Qischil Gandrum Minny, tak layak dilupakan. Pernah membawa Macan Putih berjaya, pemain yang akrab disapa Qis itu menjadi juru gedor favorit banyak juru taktik.

Mampu bermain di banyak posisi khususnya di lini serang, Qischil yang tak muda lagi masih selalu mendapat menit bermain reguler. Malang melintang di banyak klub Indonesia, membuatnya tetap diperhitungkan sebagai penyerang andal di Liga 2.

Manis pahit perjalanan karier pernah dihadapi sang pemain. Dari mulai cedera parah, mengangkat  trofi Liga Indonesia bersama Persik hingga mengantar PS Sleman dan Persita Tangerang ke kasta tertinggi pernah dicicipinya.

Kecintaannya terhadap Persik, tanpa letih belajar bersama pemain-pemain kelas wahid dan bekerja keras, membuat Qischil menjadi professional sejati. Beberapa waktu lalu, vivagoal berbincang dengan Qischil menyoal perjalanannya di sepak bola tanah air.  Berikut petikan wawancara kami dalam program Vivagoal One on One:

Bagaimana awal mula Anda terjun ke sepak bola professional?

Pada tahun 2005, Popda Kota Kediri meraih emas. Final di Brawijaya disaksikan Pak Mashud, Pak Iwan Budianto yang waktu itu menjabat sebagai ketua umum dan manajer Persik. Jadi bentuk apresiasi mereka saya dipanggil ke Persik Senior.

Di Persik saya dapat kontrak tiga tahun. Di musim perdana lolos delapan besar, 2006 dapat juara Liga dan ada musibah sedikit pada 2007 saya cedera lutut dan harus istirahat lama sekitar 10 bulan.

Karena masih ada kontrak jadi untuk mengembalikan permainan, setelah sembuh saya dipinjamkan di Persiku untuk mengembalikan performa.

Sebagai pemain muda, waktu itu ada di skuat juara, dapat kesempatan main gak?

Final saya gak main, tapi selama delapan besar saya line up satu atau dua kali kalo ga salah. Karena saya kan paling muda sendiri, belum lagi kan saingannya banyak sekali. Ada Christian Gonzales, Budi Sudarsono, Musikan dan pemain top semua.

Bagaimana rasanya bermain bersama generasi emas Persik?                

Tidak bisa diungkapkan, jelas terhormat, bangga dan senang. Apalagi mereka luar biasa baik. Saya belajar attitude, kerja keras dan tanggung jawab di lapangan. Mereka berpesan hal itu untuk awet berkarier sebagai pesepakbola. Kalo skill kita tahu di  Indonesia beda-beda tipis.

Posisi asli Anda kan penyerang, bagaimana menghadapi ketatnya perasaingan?

Dari awal memang striker, kebetulan saya langsung bermain di kasta tertinggi, jadi saya bersaing dengan banyak penyerang asing. Untuk bisa dapat menit bermain, kita harus bisa main di banyak posisi, setidaknya sayap. Pada akhirnya saya banyak bermain di flank, seperti di Persita kemarin, kadang di kanan, kadang di kiri, susai kebutuhan pelatih lah.


Baca Juga:


Banyak malang melintang di klub besar, sekarang membela Persekat, adakah kemungkinan naik kasta?

Optimis bisa, kalo liat antusias dari manajemen , materi pemain, pelatih, insyaallah bisa. Di sana banyak pemain senior juga macam; M Robby dan Amarzukih, apalagi Amarzukih beberapa kali bawa tim naik kasta. Terakhir Sleman bareng-bareng sama saya juga.

Betah tidak di Persekat?

Alhamdullilah betah, baik-baik, timnya kompak, manajemennya serius, juga supporternya antusias meskipun baru.

Hamka Hamzah Beberkan Rahasia Tajam Sebagai Bek Handal di Tim

Vivagoal – Liga Indonesia – Hamka Hamzah bercerita soal aksinya yang kerap naik membantu serangan dan mencetak gol. Ternyata, kapten Persita Tangerang tersebut sudah terlatih untuk menyerang saat masih berguru di Sekolah Sepak Bola (SSB).

Hamka dikenal sebagai salah satu bek yang hobi dalam urusan mencetak gol. Bahkan, sejak era Liga 1 dimulai pada 2017 silam, Hamka sudah membukukan total 16 gol dan mengkreasikan 3 assist untuk tim yang dibelanya. Paling produktif saat Hamka bermain untuk Arema FC dengan melesakkan 7 gol dan satu assist.

Hamka pun tak malu-malu untuk mengungkapkan rahasia dibalik performa impresifnya sebagai yang cukup subur mencetak gol.

“Saat masih di SSB, anak kecil kan sukanya lari, jadi saya posisinya sayap seperti Riko Simanjuntak). Kalau di belakang jaga orang, malas, waktu kecil. Jadi selama 3 tahun di posisi itu,” ungkap Hamka Hamzah.

“Ketika dipanggil masuk PSM Junior, posisi saya digeser ke belakang. Tapi bakat dari kecil tidak bisa hilang, jadi pengalaman tiga tahun itu saya bawa terus di level profesional. Jadi kadang, jika pemain bertahan sudah terlalu banyak, pelatih minta saya naik, dan akhirnya berhasil,” jelasnya.


Baca Juga:


Lebih lanjut, Hamka juga mengatakan bahwa legenda sepakbola Indonesia, yakni Ronny Pattinasarani adalah sosok yang berjasa merubah gaya mainnya. Saat itu dia sempat dimarahi karena keseringan naik, tapi dibela oleh Ronny.

“Suka dimarahin sama Om Bambang di timnas U-20 karena keseringan naik, tapi dibela lagi sama Almarhum Ronny Pattinasarani. Katanya, pemain belakang modern ya begitu, jangan dilarang. Sejak itu, mau di Persebaya, Persik, Persija, saya sering naik turun,” papar dia.

“Kalau untuk sundulan, Bambang Pamungkas suka ajari teknisnya. Untuk sliding, saya belajar ke Yeyen Tumena, dia bekas Italia, sliding-nya bagus, dan tuk ketenangan, saya dapat dari Coach Bejo Sugiantoro,” tutup Hamka.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Terkait Kisruh LIB & PSSI, Persita Fokus Pada Hal Ini

Vivagoal – Liga Indonesia –  PSSI dan PT liga Indonesia Baru (LIB) memang tengah terlibat friksi terkait pemilihan Direktur Utama PT LIB. Terkait polemic tersebut, persita Tangerang tak memfokuskan pada hal ini dan lebih tertarik membahas kelanjutan sepakbola nasional.

Sejauh ini, telah beredar surat tanpa nomor yang telah ditandatangani tiga Direktur PT LIB yakni Direktur Operasional Sudjarno, Direktur Bisnis Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan Anthony Chandra Kartawiria.

Isi surat tersebut memaparkan beberapa poin yang merujuk pada agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) digelar dalam waktu dekat lantaran ada klaim monopoli yang dilakukan oleh Direktur Utama PT LIB saat ini, Cucu Soemantri. Belakangan tersiar kabar jika anak dari Cucu Soemantri bakal menjabat posisi strategis tersebut.

Persita, yang menjadi kontestan Liga 1 memiliki hak atas Saham LIB tak mempedulikan situasi tersebut. Laskar Cisadane saat ini hanya konsen terkait kans dimulainya kembali kompetisi yang sempat dihentikan lantaran pandemic Corona.


Baca Juga:


“Saya belum terima surat itu, tapi nanti saya cek ke bagian administrasi. Yang pasti saya belum terima,” ungkap I Nyoman Suryanthara, yang menjabat sebagai manajer, dinukil Goal Indonesia.

“Kami sebetulnya saat ini sedang menunggu terkait kompetisi seperti apa, karena kemarin LIB sudah bersurat ke PSSI. Tapi, PSSI masih menunggu arahan dari pemerintah,” tutup Nyoman.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Ini Alasan Hamka Hamzah Gemar Gonta Ganti Klub

Vivagoal – Liga Indonesia – Bek anyar Persita Tangerang, Hamka Hamzah mengungkapkan alasan utamanya suka gonta ganti klub. Menurutnya, persoalan kontrak dan perubahan komposisi pelatih jadi latar belakangnya.

Jika di total hingga saat ini, Hamka Hamzah sudah berganti kostum sebanyak 14 kali sejak melakoni debutnya profesional pertamanya di PSM Makassar tahun 2000 silam. Paling banter, Hamka yang sudah berusia 36 tahun hanya dua periode membela sebuah klub, seperti yang dilakukannya di PSM Makassar, Persik Kediri, dan Arema FC.

Tercatat, hanya Persija, yang bisa membuat Hamka cukup lama bertahan, yakni dari 2005 hingga 2008. Adapun Persita Tangerang adalah klub ke-14 nya sebagai pemain pro di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia. 

“Alasan yang pertama saya suka berpindah klub karena belum tentu musim depan pelatih dan manajemennya masih sama. Ketika pelatih baru datang, saya bisa saja tak masuk skema. Masa saya mau bertahan.” ucap Hamka seperti dilihat di akun Youtube Jebreeet Media TV.

“Misalnya saya menyukai klub itu, tapi kontrak saya dikurangi. Saya jelas juga tidak mau,” katanya lagi.

“Pemain manapun dan di klub apapun, kalau nilai kontraknya diturunkan, saya yakin, dia pasti pergi. Nah kalau ada tawaran lebih besar, saya jelas keluar. Saya bermain sepakbola kan untuk menafkahi keluarga, tapi saya selalu pergi secara baik-baik,” jelasnya.


Baca Juga:



Lebih lanjut, Hamka menyebut kalau kontraknya di Persita Tangerang lebih rendah dari yang didapatnya selama ini. Tapi, karena Arema sudah tidak membutuhkan dirinya, ia pun memilih berlabuh ke Persita, karena toh sebagai pemain yang sudah cukup berusia, Hamka merasa tinggal mencari pengalaman saja.

“Kontrak saya di Arema sudah selesai, saya tanya ke manajemen, bagaimana situasi saya di Arema, mereka bilang kata pelatih baru, saya tidak masuk skema dia,” tutup Hamka.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Persita Ulurkan Tangan tuk Perangi COVID-19

Vivagoal – Liga Indonesia –  Di tengah pandemic Corona, Persita Tangerang mengulurkan bantuan untuk pasien yang terinfeksi virus di Griya Anabatic Bojong Nangka, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/4).

Tempat tersebut memang menjadi rumah singgah bagi pasien virus Corona. Laskar Cisadane pun menyumbangkan berbagai barang macam handuk, sprei dan lain sebagainya. Pembelian barang-barang tersebut diambil dri keuntungan penjualanmasker Persita beberapa waktu lalu.

Penyerahan donasi diwakuli ileh beberapa nama macam Eldar Hasanovic, Mateo Bustos, Aldi Al Achya, Wiganda Saputra, Luis Edmundo dan pelatih kiper Mukti Ali Raja, menyerahkan langsung donasi tersebut.

“Hari ini kami bersama para pemain dan pelatih bisa memberikan bantuan perlengkapan di rumah singgah Griya Anabatic,” kata Nyoman, dinukil Goal Indonesia. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan pelayanan terbaik buat rumah singgah ini kepada pasien. Tetap semangat, optimis, kita harus bersama, kita bisa melalui dan melawan virus corona ini,” Nyoman menambahkan.


Baca Juga:


Bantuan ini diterima oleh Danramil 02/Curug, Kapten Inf. Dwi Saputro. Ia pun mengucapkan banyak terimakasih kepada Persita terhadap bantuan yang diberikan juara Liga 2 2019 itu.

“Kami berterima kasih mendapat dukungan berupa alat mandi, sprei, handuk, dan perlengkapan lainnya. Harapan saya untuk Persita tetap peduli dengan sesama,” ujar Dwi.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS