Ofisial Java United Diduga Diskriminasi STY, Ini Respons Persija
Potret pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di SUGBK, Jakarta, Sabtu (12/9) sore WIB.Foto: VIVAGOAL/I Made Gita.

Ofisial Java United Diduga Diskriminasi STY, Ini Respons Persija

Muhammad Ilham - September 23, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Persija Jakarta angkat bicara mengenai diskriminasi yang dilakukan oleh ofisial Java United kepada pelatihnya, Shin Tae-yong (STY).

Persija berhasil meraih mempertahankan tren positifnya di Super League 2026/27 ketika jumpa Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9) malam WIB. Tim berjuluk Macan Kemayoran sukses menang dengan skor tipis 1-0.

Namun, sayangnya laga tersebut harus diwarnai oleh tindakan tidak terpuji. Sebuah video viral di media sosial di mana kata-kata tidak mengenakkan dilontarkan oleh Direktur Teknik (Dirtek) Java United, Achmad Resal Oktavian, kepada Shin Tae-yong.

Ofisial Java United Diduga Diskriminasi STY, Ini Respons Persija
Potret pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di SUGBK, Jakarta, Sabtu (12/9) sore WIB.

Foto: VIVAGOAL/I Made Gita.

“Kamu di sini hanya pendatang. Ini daerah saya,” ucapan Resal kepada STY dari video yang viral di media sosial.

Mengenai hal itu, Persija langsung memberikan pembelaan kepada pelatihnya. Dalam keterangan resminya, Persija telah menyerahkan sepenuhnya kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI.


Baca Juga:


“Persija senantiasa berkomitmen menjaga ketertiban dan kondusivitas dalam setiap pertandingan. Sejalan dengan komitmen tersebut, Persija menyayangkan terjadinya sejumlah tindakan provokasi, intimidasi, serta kekerasan selama dan setelah pertandingan Persija vs Java United pada pekan ketiga Super League 2026/27 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9),” tulis Persija dalam akun Instagram resminya.

“Tindakan kekerasan, baik secara verbal maupun fisik, tidak semestinya hadir dalam lingkungan sepak bola yang sejatinya menjunjung tinggi nila-nilai sportivitias. Peristiwa semacam ini berpotensi mencederai semangat fair play serta mengganggu integritas dan indepedensi penyelenggaraan pertandingan.”

“Saat ini, Persija menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian atas insiden tersebut kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Persija percaya bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan.”

“Sekali lagi, Persija berkomitmen menjaga nilai-nilai sportivitas serta mengecam keras adanya tindakan kekerasan dalam lingkungan sepak bola,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com