
Paling Banyak Clean Sheet, Kenapa Teja Paku Alam Tak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia?
Vivagoal – Liga Indonesia – Teja Paku Alam tidak termasuk dalam skuad sementara Timnas Indonesia untuk FIFA Series. Padahal kiper Persib Bandung itu paling banyak mencatatkan clean sheet di BRI Super League 2025/26.
PSSI telah mengumumkan skuad sementara Timnas Indonesia untuk berlaga di FIFA Series, akhir bulan ini. John Herdman selaku pelatih telah memilih 41 pemain terbaik.
Muka-muka lama masih mendominasi skuad Timnas Indonesia. Meskipun John Herdman juga memanggil sejumlah nama kejutan.
Menariknya, John Herdman tidak menyertakan Teja Paku Alam. Padahal penggawa Persib Bandung itu kini berstatus kiper terbaik di BRI Super League 2025/26.
Teja Paku Alam memang berstatus kiper utama Persib sejak awal musim ini. Ia memenangi persaingan melawan pemain asal Wales, Adam Przybek.
Teja Paku Alam menjawab kepercayaan Bojan Hodak dengan tampil maksimal. Torehan 14 clean sheet dan hanya kebobolan 10 gol dari 21 laga menjadi buktinya.
Baca Juga:
- Pendekatan Tudor di Tottenham Hotspur Tidak Masuk Akal!
- Marcos Reina Optimis Persik Mampu Bobol Gawang Persib
- Bintang PSG Masuk Daftar Calon Pengganti Rashford di Man United?
- Bojan Hodak Istirahatkan Dua Pemain Asing Persib di Laga Kontra Persik
Catatan 14 clean sheet Teja menjadi yang terbanyak di antara kiper-kiper lain di BRI Super League 2025/26. Tak heran jika banyak orang yang berharap sang pemain mendapat panggilan Timnas Indonesia.
Namun John Herdman pada akhirnya tetap tidak memanggil Teja Paku Alam. Ia lebih memilih Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, dan Ernando Ari untuk bersaing dengan Maarten Paes serta Emil Audero.
Faktor usia diyakini menjadi alasan utama John Herdman tidak memanggil Teja Paku Alam. Kebijakan ini sudah diterapkan sejak Patrick Kluivert masih menjadi pelatih.
Erick Thohir selaku ketua umum PSSI memang menginginkan pelapis Paes dan Emil diisi oleh penjaga gawang muda. Tujuannya agar terjadi transfer ilmu dan regenerasi.

Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin
Kebijakan tersebut cukup masuk akal mengingat posisi kiper utama hampir pasti diperebutkan oleh Paes dan Emil. Keduanya memiliki pengalaman yang lebih banyak dan sekarang berkarier di Eropa.
Sementara kiper ketiga diharapkan mampu menyerap ilmu dari Paes dan Emil. Harapannya, sosok tersebut bisa menjadi andalan di bawah mistar Garuda dalam beberapa tahun ke depan.
Kebijakan ini tampaknya tetap dilanjutkan meski Kluivert sudah digantikan oleh Herdman. Jadi Teja Paku Alam tidak dipanggil bukan karena tidak bagus, tapi karena posisi kiper ketiga disiapkan untuk pemain yang lebih muda.
Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















