
Pelatih PSM: Sepakbola Indonesia Harus Ada VAR Jika Ingin Maju!
Vivagoal – Liga Indonesia – PSM Makassar dipastikan gagal melaju ke semifinal Piala Presiden 2022. Hal tersebut memancing pelatih PSM, Bernardo Tavares buka suara soal kinerja wasit di Indonesia.
Diketahui langkah PSM dihentikan oleh Borneo FC dalam perempat final di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (3/7) malam WIB. Juku Eja takluk dengan skor 1-2, di mana Borneo unggul lebih dulu lewat gol Agung Prasetyo dan Matheus Pato, sebelum PSM mencetak gol melalui Wiljan Pluim.

Tavares sebenarnya mengapresiasi kinerja para pemainnya. Akan tetapi, ia kecewa dengan kepemimpinan wasit dan menilai sepakbola Indonesia sudah membutuhkan Video Assistant Referee (VAR).
Baca Juga:
- Tak Peduli Gabung JDT, Naturalisasi Jordi Amat Jalan Terus
- PSS vs Borneo FC: 24 Ribu Sleman Fans Diperbolehkan Hadir!
- Taklukkan PSM, Borneo Tantang PSS Sleman di Semifinal
- Lewat Drama Adu Penalti, PSIS Amankan Tiket Semifinal Piala Presiden
“Sejak awal pertandingan kami ingin melawan satu tim. Tetapi, pada malam ini kami harus menghadapi dua tim (wasit),” kata Tavares usai pertandingan.
“Makanya, kalau sepakbola Indonesia ingin maju, setiap pertandingan harus ada VAR sehingga wasit melihat dulu kejadian di lapangan sebelum membuat keputusan.”
View this post on Instagram
Tavares menilai sering terjadi penguluran waktu di saat PSM sedang berusaha mengejar ketertinggalan. Anak gawang turut andil dalam hal tersebut.
“Saat itu kami harus mengejar ketinggalan dua gol, namun kami susah mendapatkan bola, selalu ada jeda untuk mengulur waktu,” pungkasnya.
Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















