
Pernah Juara di Juventus, Sarri: Tidak membanggakan, tapi juga tidak menyesal!
Vivagoal – Serie A – Pertandingan Juventus melawan Atalanta kembali menghadirkan cerita tersendiri karena mempertemukan Bianconeri dengan mantan pelatih mereka, Maurizio Sarri. Pelatih yang pernah membawa Juventus meraih gelar Serie A tersebut kini berada di kubu Atalanta dan menegaskan bahwa masa lalunya di Turin sudah benar-benar ia tinggalkan.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Maurizio Sarri membahas kembali pengalamannya bersama Juventus sekaligus memberikan pandangannya mengenai sejumlah persoalan yang berkembang di sepak bola Italia, termasuk kebiasaan klub memecat pelatih terlalu cepat ketika hasil tidak sesuai harapan.
Sarri menangani Juventus pada musim 2019/2020 dan berhasil membawa klub tersebut meraih gelar Serie A. Namun, perjalanan itu juga diwarnai berbagai persoalan yang membuat masa baktinya berakhir setelah satu musim.
Ketika ditanya mengenai kenangan paling menonjol dari periode tersebut, Sarri memilih tidak melihat masa lalunya di Juventus dari sudut pandang kebanggaan ataupun penyesalan. Meski demikian, Sarri tidak ingin terus membawa cerita tersebut ke masa kini. Baginya, perjalanan bersama Juventus telah selesai dan tidak perlu lagi menjadi bagian dari kehidupannya sebagai pelatih.

“Tidak ada rasa bangga ataupun penyesalan yang paling menonjol. Itu adalah pengalaman yang aneh dan sulit, juga karena alasan di luar sepak bola yang Anda semua ketahui. Semuanya berakhir dengan sebuah kemenangan yang dianggap sudah pasti, padahal sebenarnya sama sekali tidak mudah,” ujar Sarri seperti dikutip Goal.
“Namun, semuanya sudah berakhir. Jadi, bagi saya itu adalah bab yang sudah ditutup,” tegasnya.
Eks Pelatih Napoli dan Lazio itu kemudian berbicara mengenai situasi yang lebih luas di Serie A, khususnya kecenderungan klub mengambil keputusan cepat untuk memecat pelatih ketika tim mengalami periode sulit. Menurutnya, perubahan posisi pelatih yang terlalu sering tidak sepenuhnya dapat dilepaskan dari peran media dan para petinggi klub.
Baca Juga:
- Bidik Target Tinggi, Persijap Tatap Optimis Duel Kontra Persib
- Hasil Analisa Pelatih Persijap Soal Gaya Bermain Persib
- Belum Pernah Menang Musim Lalu, Marc Klok Akui Persib Sering Kesulitan Lawan Persijap
- Igor Tolic Minta Persib Siaga Hadapi Persijap
Sarri bahkan meminta wartawan dan direktur klub melihat kembali bagaimana proses membangun sebuah tim sebenarnya membutuhkan waktu. Ia lantas menunjuk dua pihak yang menurutnya memiliki tanggung jawab besar terhadap munculnya budaya tersebut.
“Terlalu banyak pemecatan tergesa-gesa ketika muncul masalah pertama di Serie A? Kamu yang harus mengatakan pendapat sendiri. Kalian yang membentuk penilaian, bukan saya. Saya hanya menjalani pertandingan,” kata Sarri.
“Jika mentalitas seperti ini memang sudah terbentuk, menurut saya ada dua pihak yang memiliki tanggung jawab besar, yaitu kalian para jurnalis dan para direktur klub. Saya tidak melihat tanggung jawab dari pihak lain,” lanjutnya.
Sarri juga merujuk pada pandangan Jurgen Klopp mengenai pentingnya memberikan waktu kepada seorang pelatih sebelum menilai hasil pekerjaannya. Menurutnya, beberapa pekan pertama tidak cukup untuk memahami sepenuhnya arah sebuah tim.
“Ada sebuah wawancara dengan Klopp yang mengatakan bahwa sebelum seorang pelatih bekerja dalam jangka waktu tertentu, kamu belum bisa melihat apa pun. Apalagi hanya dalam satu bulan,” ujar Sarri.
Pandangan tersebut menjadi salah satu kritik Sarri terhadap budaya sepak bola modern yang menuntut hasil secara instan. Baginya, membangun identitas permainan dan memperbaiki sebuah tim membutuhkan proses yang tidak selalu dapat diukur melalui hasil dalam beberapa pertandingan pertama.
Selalu update kabar terbaru seputar dunia sepakbola hanya di Vivagoal.com















