Ruben Amorim Beri Masukan Untuk Sepak Bola Indonesia
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, dalam sesi konferensi pers jelang laga melawan Chelsea di SUGBK, Jakarta, Jumat (7/8) pagi WIB.Foto: VIVAGOAL/Muhammad Ilham

Amorim Nikmati Tekanan Sebagai Pelatih AC Milan

Rizal Saleh - September 16, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal–Liga Champions – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menegaskan kritik dan tekanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaannya di klub sebesar Rossoneri. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pertandingan pembuka fase liga Liga Europa melawan Benfica, yang sekaligus mempertemukan Amorim dengan mantan klubnya.

Amorim memasuki pertandingan tersebut di tengah sorotan setelah Milan meraih hasil imbang dalam dua pertandingan terakhir Serie A melawan Juventus dan Lazio. Meski perjalanan awal musim berjalan relatif stabil, hasil tersebut mulai memunculkan pertanyaan mengenai performa tim dan arah proyek sang pelatih.

Namun, Amorim mengaku tidak terganggu dengan kritik yang muncul. Menurutnya, ekspektasi tinggi merupakan konsekuensi yang harus diterima ketika menangani klub dengan sejarah dan reputasi besar seperti Milan.

“Saya rasa kritik itu normal. Saya tidak khawatir dan itu bukan masalah. Terkadang ingin melindungi para pemain saya dan itulah yang ingin dilakukan,” ujar Amorim kepada Sky Sport Italia.

AC Milan vs Benfica: Duel Klasik yang Terulang di Kasta Dua Eropa
Sumber: x ac milan

Pelatih asal Portugal tersebut justru melihat tekanan sebagai pengalaman berharga. Ia menilai berbagai situasi sulit yang pernah dihadapi sepanjang karier dapat membantunya menghadapi tuntutan di San Siro. Amorim juga menegaskan dirinya tidak akan mengubah pendekatan hanya karena tekanan dari luar.

“Hal baik dari masa-masa sulit yang pernah Anda alami di klub lain adalah semua itu memberikan pengalaman. Itulah harga yang harus dibayar ketika menjadi pelatih klub besar. Jadi, saya memahami semuanya dengan sangat baik. Bagi saya, itu adalah hal yang normal,” lanjutnya.

Amorim juga menegaskan dirinya tidak akan mengubah pendekatan hanya karena tekanan dari luar. Ia ingin tetap menjalankan filosofi dan metode yang diyakininya.


Baca Juga:


“Saya akan melakukan semuanya dengan cara saya sendiri dan saya pikir hal tersebut sudah jelas bagi semua orang,” tegasnya.

Perhatian kemudian beralih kepada target AC Milan di Liga Europa. Amorim menolak penggunaan istilah “target minimum” ketika membicarakan ambisi klub dalam kompetisi Eropa. Rossoneri dalam persiapan menghadapi Benfica pada pekan pertama Liga Europa 2026/27 dini hari nanti WIB.

Menurutnya, standar di klub sebesar Milan tidak memungkinkan adanya target yang sekadar aman. Setiap pertandingan menuntut hasil maksimal, sementara kegagalan mencapai target tersebut secara otomatis akan menghadirkan kritik.

Locatelli Modric Juventus Milan
(footballitalia via ligaolahraga.com)

“Di klub besar seperti Milan, konsep target minimum tidak ada. Anda menang atau tidak menang. Jika tidak menang, akan ada kritik. Satu-satunya target adalah menang dan menghindari kritik tersebut,” ujar Amorim.

Pengalaman selama menangani klub besar di Portugal membuat Amorim memahami situasi tersebut. Ia menyebut ekspektasi serupa juga pernah dirasakannya ketika sebuah tim dituntut mencapai partai final atau memenangkan sebuah kompetisi.

“Itulah pengalaman saya. Saya juga mengalaminya di Portugal. Ketika Anda tidak mencapai final atau tidak memenangkan kompetisi, itu dianggap sebagai sebuah kegagalan,” tambahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com