
Persib Ambil Sikap Terkait Tindakan Rasisme Yang Ditujukan Kepada Kakang Rudianto dan Mikael Tata
Vivagoal – Liga Indonesia – Aksi rasisme dalam lingkungan sepakbola kembali terjadi. Kali ini, tindakan tersebut menyasar kepada dua pemain muda potensial, yakni Kakang Rudianto dan Mikael Tata.
Bentuk rasisme ini merupakan buntut dari aksi keduanya di akhir pertandingan Persebaya versus Persib. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin, 2 Maret 2026 itu berakhir imbang 2-2.
Gesekan antara Kakang dan Tata diawali dari tindakan Bernardo Tavares, selaku pelatih kepala Persebaya yang mencoba memperlambat tempo permainan Persib dengan menahan bola.

Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin.
Kakang pun berusaha merebut bola dari tangan Bernardo Tavares. Namun pelatih berkepala plontos itu justru melempar ke arah lain hingga membuat Kakang mendorong sang pelatih.
Tak terima Bernardo mendapat perlakuan tersebut, Mikael Tata pun langsung menghampiri Kakang. Keduanya terlibat adu mulut dan itu kembali terlihat di akhir laga, tepat ketika para pemain akan meninggalkan lapangan.
Meski laga tersebut telah usai, gelombang rasisme dari oknum kedua suporter terlanjur ramai di media sosial. Tentu ini sangat disayangkan karena tujuan sepakbola ialah menjadi alat pemersatu.
Persib pun dalam hal ini mengecam keras segala bentuk apapun soal rasisme. Dalam keterangan resminya, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat juga menyinggung Bobotoh dan Bonek.
Baca Juga:
- Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, Begini Kondisi Sergio Castel
- Jamu Dewa United, Persija Belum Pasti Berkandang di JIS
- Joan Laporta Beri Reaksi Usai Barcelona Tersingkir dari Copa del Rey
- Jan Olde Riekerink Ungkap Modal Dewa United Redam Manila Digger
“Kami menaruh perhatian serius terhadap serangan bernuansa rasis yang diarahkan kepada dua pemain muda Indonesia, Mikael Alfredo Tata dan Kakang Rudianto, melalui media sosial setelah pertandingan antara Persebaya dan Persib pada 2 Maret 2026 lalu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya,”
“Sepakbola seharusnya menjadi ruang untuk saling menghargai, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian. Kritik terhadap permainan adalah bagian dari dinamika olahraga, namun serangan yang menyentuh identitas ras atau latar belakang seseorang jelas melampaui batas yang dapat diterima,”

Foto: VIVAGOAL/Raffy.
“Kami ingin menegaskan bahwa Persib berdiri bersama Kakang Rudianto dan juga memberikan dukungan moral kepada Mikael Alfredo Tata. Kedua pemain tersebut adalah bagian dari generasi muda sepakbola Indonesia yang sedang berkembang dan mereka berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman, serta penuh respek untuk terus bertumbuh,”
“Kami juga percaya bahwa mayoritas suporter, baik Bobotoh maupun Bonek, memiliki semangat yang sama: mencintai sepakbola dengan cara yang bermartabat. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk tidak terpancing oleh tindakan segelintir oknum yang justru dapat merusak nilai persaudaraan antar pecinta sepakbola,” jelas Adhitia.
Persib berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang menolak segala bentuk diskriminasi di sepakbola. Persib berharap momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepakbola Indonesia hanya bisa tumbuh jika dibangun di atas rasa saling menghormati.
“Kepada Kakang dan Tata, kalian tidak sendirian. Sepakbola yang sehat adalah sepakbola yang melindungi para pemainnya, dan kami akan selalu berdiri di sisi itu.” tutupnya.
Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















