
Momen Penting Arsenal yang Sukses Antarkan Trofi EPL Musim Lalu
Vivagoal – Liga Inggris – Gelandang Arsenal, Mikel Merino, mengungkapkan bahwa pertemuan internal para pemain menjadi salah satu momen penentu dalam perjalanan The Gunners menjuarai Premier League musim lalu, tanpa kehadiran sang manajer, Mikel Arteta.
Melawan Wolverhampton, Arsenal memang tidak sepenuhnya kehilangan poin ketika bertandang ke Molineux Stadium pada Bulan Februari 2026 lalu. Tapi, yang menjadi perhatian adalah karena Arsenal kehilangan keunggulan dua gol mereka, dan harus puas mengakhiri laga dengan skor 2-2.
Hasil imbang itu menjadi pukulan bagi ambisi Arsenal dalam perburuan gelar, terlebih karena status Wolves yang berada di dasar klasemen. Kritik terhadap kemampuan The Gunners menjaga konsistensi dalam persaingan juara pun lantas bermunculan dari banyak pihak, terutama fans Arsenal.
Mikel Merino lantas mengakui hasil tersebut turut memunculkan keraguan di dalam skuad. Namun, para pemain memilih merespons kekecewaan tersebut dengan menggelar pertemuan di ruang ganti tanpa melibatkan Arteta. Ia lalu menceritakan bagaimana mereka berbicara secara terbuka mengenai situasi yang sedang dihadapi tim.

“Sekali terpeleset, yang kami dengar hanya, ‘Arsenal memang selalu seperti ini.’ Sejujurnya, keraguan juga muncul di dalam tim. Kami seharusnya tidak membiarkan keunggulan 2-0 hilang begitu saja. Namun, sehari setelah pertandingan, para pemain berkumpul di ruang ganti tanpa kehadiran pelatih. Semua orang menyampaikan pendapatnya. Tidak ada yang membicarakan taktik,” tulis Merino.
Menurut Merino, pertemuan antar pemain bukan tentang perubahan strategi, melainkan bagaimana sekelompok pemain menghadapi kesulitan bersama-sama. Ia mengaku menyampaikan pandangannya mengenai tim, sekaligus mengingatkan bahwa para pemain harus mengambil tanggung jawab dan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan Arteta.
“Saya berbicara tentang bagaimana saya melihat tim ini dari luar. Saya mengatakan bahwa persoalan tersebut harus kami selesaikan sendiri sebagai pemain karena pelatih tidak bisa melakukan semuanya untuk kami,” lanjutnya.
Merino menilai tim membutuhkan pemimpin yang mampu mengambil inisiatif ketika menghadapi tekanan. Baginya, pertemuan ini menjadi titik balik yang memperkuat kebersamaan Arsenal, bahkan ketika mereka kemudian kembali menelan kekalahan dari Bournemouth dan Manchester City.
Baca Juga:
- Leeds United vs Manchester United: Roses Derby yang Untungkan the Whites
- Maresca Sudah Dapatkan Solusi Untuk Buat City Lebih Solid di Laga-Laga Besar?
- Cetak Brace, Mesin Gol Benfica Justru Puji Rekan Setim
- Spalletti Senang Timnya Berani Ambil Resiko untuk Menang Atas Celta Vigo
“Ketika seseorang harus menangani begitu banyak tugas di sebuah klub, dibutuhkan pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah secara mandiri. Menurut saya, kami memiliki sosok-sosok seperti itu di klub ini. Bagi saya, hari itulah ketika kami memenangkan gelar,” ujar Merino.
Kebersamaan tersebut semakin menguat ketika para pemain memilih menjadikan kritik sebagai motivasi. Merino mengungkapkan bahwa mereka menyadari berbagai komentar negatif di media sosial, mulai dari sebutan tim yang selalu gagal pada saat penting hingga anggapan bahwa Arsenal hanya mengandalkan bola mati.
“Kami memutuskan untuk menggunakan semua kritik itu sebagai bahan bakar, dan media sosial membuat melihat semuanya. Kami disebut selalu gagal, hanya menjadi runner-up, membosankan, dan hanya bisa mencetak gol dari bola mati. Pemain juga dianggap tidak mampu mencetak gol dari permainan terbuka maupun menghadapi tekanan,” tulisnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















