Persib Hapus Sistem Penukaran Tiket Kandang, Ini Tujuannya

Raffy Faraz - Agustus 21, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Keluhan Bobotoh soal mekanisme penukaran tiket pertandingan kandang Persib akhirnya mendapat respons. Untuk sementara, Persib menghilangkan sistem penukaran tiket kandang, khusus di pertandingan versus Borneo FC pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Sebelumnya, Persib terpaksa menerapkan sistem penukaran tiket elektronik menjadi fisik karena adanya rekomendasi dari pihak keamanan. Hal ini bertujuan untuk menyaring penonton bertiket agar mendapatkan haknya dan bisa menikmati pertandingan dengan nyaman.

Namun dalam perjalanannya, situasi ini menimbulkan masalah. Banyak dari Bobotoh yang merasa terhambat dengan adanya penukaran tiket. Apalagi jauhnya jarak lokasi penukaran dengan venue membuat waktu Bobotoh terbuang lebih banyak.

Sumber: tvonenews.com

Dengan ini, secara otomatis berdampak kepada minat menonton Bobotoh yang secara terus menerus mengalami penurunan. Buktinya pada laga versus Manila Digger pada pekan lalu, jumlah tiket yang terjual hanya 5.890 lembar saja.

Situasi ini menjadi perhatian Persib. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan menilai, kondisi ini harus segera dibenahi guna mengembalikan minat menonton Bobotoh. Apalagi Bobotoh adalah sumber motivasi terbesar timnya.

“Pada dasarnya dari manajemen juga inginnya tidak pernah ada penukaran tiket. Tapi yang mesti dipahami oleh Bobotoh, penukaran tiket ini sebenarnya untuk keamanan. Sehingga kebutuhan dan permintaannya datang dari pihak pengamanan, bukan dari kami. Alasan pengamanan inilah sehingga kita membutuhkan penukaran tiket,” beber Adhitia saat ditemui awak media.


Baca Juga


Lanjut Adhitia, Persib sebenarnya sudah berusaha mengubah mekanisme penukaran tersebut. Setelah berusaha berkomunikasi lebih lanjut, akhirnya Persib mendapat lampu hijau untuk meniadakan penukaran tiket di beberapa tribun saja.

“Sekarang yang sedang kami dorong adalah mencoba penukaran tiket di beberapa tribun dulu. Salah satunya di tribun barat. Kenapa tribun barat? Karena jumlah kursinya paling sedikit. Jadi bukan soal timur, utara, selatan, atau barat, tapi dari sisi mekanisme bertahap. Kalau ada apa-apa, di tribun barat paling mudah dimitigasi,” tutur pria asal Awiligar, Kota Bandung tersebut.

Tahapan ini juga diambil karena Persib dan pihak keamanan ingin melihat kondusifitas di lapangan. Pasalnya, kekhawatiran utama Persib dan pihak keamanan ialah adanya pihak yang tak bertanggung jawab untuk memanfaatkan situasi ini.

Adhitia Putra Herawan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat.
Foto: VIVAGOAL/Raffy

“Kalau berpikir liar, bisa saja ada orang memanfaatkan celah: datang ke gate tanpa tiket, membawa ratusan orang, akhirnya terjadi kepanikan, diizinkan masuk, lalu rusuh. Nah, hal-hal seperti ini yang harus diantisipasi. Makanya penukaran tiket ini harus dua arah. Dari manajemen mencari solusi, dari Bobotoh pun harus lebih tertib,” imbuhnya.

Disinggung soal rencana jangka panjang, Persib yang akan menerapkan teknologi face recognition. Namun kata Adhit, hal itu belum memungkinkan untuk diaplikasikan dalam waktu dekat. Sebab, selain wilayah Stadion GBLA yang luas, pengaplikasiannya juga memakan waktu yang panjang.

“Membangun face recognition itu harus mengelilingi satu gate. Satu gerbang GBLA itu panjangnya 1,2 kilometer. Bisa dibayangkan berapa banyak yang harus disiapkan. Gate-nya pun harus diganti dulu, tidak bisa hanya dimodifikasi sederhana. Jadi kami memang mau ke arah sana, tapi step by step,” Adhitia melanjutkan.

Persib: Darah Biru Masyarakat Bandung hingga Jawa Barat, Warisan Bobotoh dari Generasi ke Generasi
Suporter Persib Bandung, Bobotoh.
Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin

Oleh karenanya, Persib memerlukan rencana jangka pendek dengan cara mengubah makanisme penukaran tiket sebagai bentuk menumbuhkan kesadaran Bobotoh. Adhitia yakin, hal ini perlu diterapkan demi menjaga hubungan baik Persib dan Bobotoh ke depan.

“Kami juga berharap Bobotoh bisa bekerja sama. Kalau nanti memang sudah tidak ada penukaran e-ticket, ya harus dijaga ketertibannya. Jangan coba-coba melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan kepanikan atau kericuhan dalam proses masuk ke stadion,” jelasnya.

Di sisi lain, Persib juga sedang menyiapkan SOP dan mitigasi, sebagai solusi adanya tindakan kecurangan yang dilakukan oknum penonton. Adhitia menilai penghapusan penukaran tiket ini bisa memberi celah untuk pihak tak bertanggung jawab.

“Jadi kami mengajak Bobotoh untuk sama-sama lebih tertib. Kalau memang benar-benar ingin tidak ada penukaran tiket, berarti mekanismenya jelas: orang beli tiket, langsung tunjukkan e-ticket di handphone, discan, dan bisa langsung masuk kalau valid.” tutup Adhitia.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

BERITA TERKINI