
Pindah dari Chelsea, Havertz Mau Jadi Apa di Arsenal?
Para penikmat sepakbola, khususnya fans Chelsea mungkin kerap bertanya, ‘Kenapa Havertz sangat jarang hilang dari starting line-up The Blues selama ini?’

Padahal, Havertz sejauh membela Chelsea, Havertz hanya dua kali mencetak gol secara beruntun di dua laga atau lebih, di ajang Liga Inggris. Itu terjadi di Premier League musim 2021/22 pada pekan 28-30 dan musim 2022/23 yang terjadi di pekan 27-28.
Tapi Havertz sebenarnya tidak secara penuh dianggap sebagai ujung tombak murni Chelsea.Ia bisa terlibat dalam peran sebagai penyerang, gelandang serang, atau beroperasi di kedua sisi sayap untuk kemudian lakukan cut inside. Kemampuan itu terbantu oleh kedua kaki Havertz yang sama-sama punya kualitas bagus.
Baca Juga:
- Analisa Vigo: Brescia Calcio, Tim Pencetak Bintang yang Nyaman di Kasta Kedua
- Analisa Vigo: Maaf PSG, RC Lens Adalah Tim Terbaik di Ligue 1 2022/23
- What If: Hal-Hal yang Terjadi Andai Cristiano Ronaldo Gabung Manchester City
- Analisa Vigo: Tim Mana yang Kelak Jadi Destinasi Joao Cancelo
Di musim 2022/23 lalu, dapat dikatakan jadi musim mengecewakan bagi Havertz. Dilansir Goal, Ia tercatat hanya punya rataan 0,23 gol per laga (7 gol dari 35 pertandingan) dan melewatkan 14 kesempatan dari total 18 peluang besar di Liga Inggris. Havertz sering digunakan sebagai No.9, dan tapi seakan terisolasi tanpa ada yang cukup handal untuk membantunya dalam skuad.
Namun, bukan berarti Havertz nantinya bakal tidak berguna bagi lini depan The Gunners. Meski tersalip Man City, tapi Arsenal memang tak terlalu memiliki masalah untuk lini serang dengan adanya, Gabriel Jesus, Bukayo Saka, hingga Gabriel Martinelli. Mereka dapat dukungan kreatif dari Martin Odegaard hingga Granit Xhaka di lini tengah.
Dibanding Chelsea, Arsenal jelas jauh memiliki daya ledak lebih hebat musim lalu. Tapi terdapat banyak opsi yang bisa dilakukan oleh Arteta untuk ‘mencampurkan’ Havertz dan memanfaatkan keserbagunaannya demi daya hancur yang lebih mengerikan di musim depan.
Van Persie baru di Arsenal?
Penilaian soal Havertz menjadi seperti Robin Van Persie salah satunya diucapkan oleh legenda Arsenal, Thierry Henry. Menurutnya, pemain yang terbiasa main sebagai sayap atau di posisi No.10, memiliki kelebihan lain ketika ditempatkan sebagai penyerang tunggal, seperti Havertz dan Van Persie.

“Inilah mengapa dari orang-orang yang dulunya adalah pemain sayap atau No.10, dia bermain sebagai pemain sembilan, karena dengan membelakangi gawang Ia bisa menahan bola dengan baik. Sekarang mereka perlu memastikan bisa mengubahnya menjadi lebih banyak gol karena kamu bisa memainkannya,” ujar Henry dilansir CBS Sports Golazo.
The Gooners, pasti berharap setidaknya Havertz nanti bisa menjadi salah satu sumber gol Arsenal, layaknya Van Persie, yang cetak total 132 gol dari 278 laga di London Utara. Awalnya, Van Persie lebih banyak bermain sebagai No.9 tradisional, tapi mulai berubah menjadi false nine saat usianya mulai matang.
Dalam tubuh Arsenal, Van Persie tak hanya bertugas untuk merobek gawang lawan saja, melainkan juga jadi penghubung tim yang hebat. Sangat terbuka bagi Arteta memainkan peran serupa di Arsenal, ketika berada di samping atau di depan Gabriel Jesus.
Havertz memiliki keseimbangan, keterampilan, dan kecerdasan sepak bola yang dibutuhkan untuk mengobrak-abrik antar lini pihak lawan. Ditambah, dia mampu melibatkan banyak rekannya yang lain dalam permainan.
Dia tidak akan memiliki masalah saat ditugaskan untuk langsung memberikan high pressing lawan yang tengah membangun serangan. Ia selalu jadi sosok pekerja keras ketika menguasai bola, serta membawa fleksibilitas dan kecerdasan lebih pada lini depan tim.
Main Elegan Seperti Dennis Bergkamp atau Posisi No.10
Gambaran soal peran lain yang mungkin dimainkan oleh Havertz di Arsenal adalah pada sosok Dennis Bergkamp. Eks Arsenal lain, Paul Merson melihat pemain Jerman itu bukanlah pemain No.9 tapi merupakan No.10. Serupa ketika Bergkamp menemani Henry di Arsenal di masa lalu.

“Saya melihatnya sebagai tipe pemain Dennis Bergkamp. Dia tidak membutuhkan bola dengan membelakangi gawang. Ia membutuhkan bola menghadap ke gawang dan akan mewujudkannya,” tulis Merson dilansir Daily Star.
Pernyataan dari Merson itu tak sepenuhnya salah karena Havertz, sebagai No.9 memang cukup kesulitan dalam membuat perbedaan besar, ketika keran gol Chelsea tersendat. Fakta itu bisa menjadi pertimbangan Arsenal untuk tidak menjadikan No.9 sebagai posisi patennya di Emirates Stadium nanti.
Mereka pasti enggan jika Havertz yang diboyong dengan harga mahal berakhir seperti Nicolas Pepe. Ia dapat menjadi pelapis dan pendamping sepadan bagi Gabriel Jesus di lini depan. Havertz berpeluang membuat berbagai hal jadi terlihat sederhana, seperti yang dilakukan oleh Bergkamp di masa jayanya dulu.
Baik, Havertz maupun Bergkamp dinilai sama-sama punya sentuhan pertama yang indah, umpan akurat serta ketenangan di depan gawang. Arteta perlu bereksperimen dengan formasi yang berbeda untuk duet Havertz-Jesus, namun hasilnya akan sangat besar andai berhasil. Jesus yang bertenaga dan eksplosif pasti akan berada di belakang pertahanan, kapanpun yang Ia mau, dengan Havertz memberikan pelayanan nomor wahid di belakangnya.
Penentu di Laga-laga Besar dan Penting
Bukan pernyataan yang terlalu berlebihan andai ada yang menilai bahwa Havertz merupakan pemain yang bersinar di laga-laga penting. Satu yang paling terkenal tentu adalah ketika Final Liga Champions 2021 melawan Manchester City. Ketika itu, Ia jadi penentu kemenangan 1-0 Chelsea atas The Citizen.

Andai tak memiliki mental yang kuat, bisa saja Havertz takkan mampu memenangkan duel satu lawan satunya melawan kiper City, Ederson Moraes. Mentalitasnya kembali terbukti tatkala jadi pahlawan kemenangan Chelsea di ajang Piala Dunia Antarklub 2021.
Disaat skor 1-1, pada babak perpanjangan waktu, Chelsea mendapat penalti dari wasit usai pemain Palmeiras dianggap handsball. Havertz lalu maju sebagai eksekutor dan dengan sempurna menceploskan bola sekaligus mengecoh kiper Palmeiras untuk menutup laga menjadi 2-1.
Baca Juga:
- 5 Fakta Transfer Pemain Tua Termahal
- 5 Fakta Pemain Naturalisasi Amerika Selatan di Indonesia
- 5 Fakta Kiprah Pemain Eropa di Liga Indonesia
- 5 Fakta Bintang Amerika Selatan Terbaik di Serie A
Mental baja yang dimiliki Havertz bersama Chelsea itu pasti diharapkan muncul lagi bersama Arsenal nanti, terutama ketika tim membutuhkan sosok pembeda. Tapi, Havertz perlu waktu untuk menemukan kepercayaan diri yang sepertinya sedikit menghilang sepanjang musim lalu.
Bisa jadi, Arteta pun sudah mempelajari waktu Havertz di Chelsea dengan cermat, dan menyimpulkan bahwa Ia layak diandalkan. Havertz memang gagal menutup karirnya di Chelsea dengan bagus, tapi usahanya sangat pantas mendapatkan apresiasi. Arsenal akan memberinya platform untuk membungkam kritiknya untuk selamanya.
Big matches. Big moments.
🙌 Manchester United v Arsenal
🇺🇸 MetLife Stadium
🗓 Saturday, July 22🎟 Grab your tickets now 👇
— Arsenal (@Arsenal) June 21, 2023
Kelebihan lain yang dapat ditawarkan Havertz adalah kemampuannya dalam melakukan duel udara. Sesuatu yang dirasa sangat kurang dalam skuad Arsenal musim lalu, terutama untuk ancaman dari lini depan.
Selain memiliki tubuh yang menjulang, yakni 193cm, Havertz juga tak gentar berduel udara. Ia berada di peringkat empat sebagai pemain yang paling sering memenangkan duel udara (79 kali), dibelakang Tomas Soucek, Ivan Toney, dan Aleksandar Mitrovic.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepakbola dunia hanya di Vivagoal.com















