What If: Hal-Hal yang Terjadi Andai Cristiano Ronaldo Gabung Manchester City

What If: Hal-Hal yang Terjadi Andai Cristiano Ronaldo Gabung Manchester City

Heri Susanto - Juni 22, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Berita Bola – Cristiano Ronaldo hampir saja berlabuh ke Manchester City di musim 2021/22 kemarin. Namun hal tersebut urung terjadi lantaran Manchester United mengamankannya guna pulang untuk kali kedua ke Carrington.

Pasca ingin hengkang dari Juventus, Ronaldo sempat dikaitkan dengan Manchester City. Andai hal tersebut terjadi, United bakal mendapatkan tamparan keras lantaran insiden Dennis Law di masa lampau berpotensi terulang. Bedanya, impact yang bakal didapatkan City dari Ronaldo terbilang besar lantaran reputasi yang dimiliki sang mega bintang.

Meski saat itu masih berusia 37 tahun, naluri gol Ronaldo jelas masih amat dibutuhkan. Terlebih, dua musim lalu, City masih belum memiliki penyerang tangguh di lini depan selain Gabriel Jesus di lini depan. Sebagai penyerang, Jesus jelas tak setangguh dan produktif Ronaldo di lini depan.

Ronaldo sempat mengungkapkan jika dirinya hampir bergabung dengan City di bursa musim panas kemarin. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara bersama Piers Morgan beberapa waktu lalu. Bahkan melalui klaimnya, komunikasi antar kedua belah pihak sudah terjadi.


Baca Juga:


“Ya, sejujurnya, [pindah ke City] sangat dekat,” kata Ronaldo. “Mereka banyak berbicara dan Guardiola mengatakan dua minggu lalu bahwa mereka berusaha keras untuk mendapatkan saya.”

Namun dalam statement terpisahnya, seperti diwartakan ESPN, the Sky Blues membantah anggapan meminati Ronaldo. Sejatinya memang ada sedikit ketertarikan namun mereka sama sekali tak melakukan pergerakan guna membuat Ronaldo bergabung dengan klub. Namun andai ketertarikan tersebut benar adanya. Ada berbagai hal krusial yang mungkin akan terjadi kepadanya.

  1. City Lebih Banyak Mendulang Gol
Pergi dari Man United, Ronaldo Kini Bahagia Bersama Al Nassr
Cristiano Ronaldo, Foto: dok Twitter @FabrizioRomano

Musim 2021/22, Manchester City keluar sebagai juara Premier League. City keluar sebagai juara dengan mengoleksi 99 gol dari 38 laga. Artinya, per laga the Sky Blues sukses mengepak 2,6 gol per laga.

Jika menilik rasio gol, City mengirimkan tiga pemian yang mampu mendulang double digit di musim tersebut yakni Kevin De Bruyne (15 gol), Raheem Sterling (13) dan Riyad Mahrez (11). Secara distribusi gol, Ronaldo, dengan ketajamannya mampu mendulang 18 gol.

Namun jika bicara komposisi lini tengah, apa yang hadir di City dan United jelas berbeda. Kevin De Bruyne jelas tak bisa disamakan dengan Bruno Fernandes dan berbagai nama lain seperti Sterling dan Mahrez, atau bahkan Greaslih tak dimiliki United. Para pemain tersebut bakal dengan senang hari mendistribusikan bola kepada Ronaldo di lini depan.

Artinya, kans tim untuk mencetak minimal 110 gol di Premier League mungkin saja terjadi. Jika United dengan komposisi yang kurang terlalu mewah bisa membuat Ronaldo bertaji. Hal berbeda bakal terjadi pada City.


Baca Juga:


  1. Potensi Konflik dengan Pep Guardiola
Latih Timnas Jadi Target Pep Guardiola Usai Kontraknya di Man City Habis 2025
Pep Guardiola, FOto: dok tribun

Pep Guardiola merupakan pelatih yang hampir tak bisa didebat. Siapapun yang menurutnya tak tampil memuaskan harus bersiap menerima konsekuensi diparkir atau bahkan tak akan dibawa dalam tim.

Hal serupa terjadi pada Joao Cancelo musim ini. Semua orang tahu jika Cancelo merupakan pemain andalan Pep di sisi kiri pertahanan. Namun lantaran mengeluhkan menit bermian yang kurang, dirinya dipaketkan menuju Bayern Munich.

Hal yang sama mungkin akan terjadi Ronaldo. Dalam beberapa kesempatan di musim lalu, ia semapt ngambek lantaran diganti oleh Ralf Rangnick. Jika Pep Guardiola yang menggantinya dan reaksi yang sama terjadi, bukan tak mungkin konflik antar keduanya akan terbuka seperti layaknya yang pernah hadir pada Zlatan Ibrahimovic kala berseragam Barcelona.

Pep Guardiola amat paham konsep bos sebenarnya. Ia yang memegang ruang ganti di tim dan tak ada sosok yang merengek minta dmainkan. Semua pemain patuh mendengarkan rentetan intruksinya. Jika ada satu pembangkang, sebagus apapun dia, maka nasibnya tak akan bertahan lama di klub.

  1. Tetap Akan Hengkang di Musim Kedua
Cristiano Ronaldo, Foto: dok @AlNassrFC_EN

Apa yang terjadi pada Joao Cancelo mungkin terjadi pada Ronaldo. Pep jelas tak ingin ada duri dalam skuatnya. Ronaldo jelas masuk dalam kategori ini. Pep bukan sosok yang gemar mendegarkan friksi dalam tim dan hal itu sama sekali tak pernah terjadi dalam periodenya menukangi klub.

Ia bahkan tak ragu mempersilahkan pemain yang tak kerasan main dalam timnya. Ferran Torres, Raheem Sterling hingga Oleksandr Zinchenko sudah diberikan kebebasan untuk memilih tim, sekalipun tim yang dipilih adalah tim rival.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com