
Pindah Kandang ke Lampung, Bhayangkara FC Perlu Adaptasi
Vivagoal – Liga Indonesia – Paul Munster mengakui bahwa Bhayangkara FC harus beradaptasi dengan lapangan di Stadion Sumpah Pemuda yang akan jadi kandang baru mereka. Resmi bermarkas di Lampung, The Guardian juga harus menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di luar Jakarta.
Bhayangkara resmi merilis nama barunya menjadi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Selasa (29/7) pagi WIB. Acara ini sekaligus meresmikan Stadion Sumpah Pemuda sebagai kandang baru The Guardian yang akan bermain di BRI Super League 2025/26.

Tim VIVAGOAL yang menghadiri acara tersebut berkesempatan untuk mewawancarai pelatih kepala Bhayangkara FC, Paul Munster. Dalam salah satu wawancaranya, sang pelatih mengungkapkan kebutuhan tim untuk beradaptasi.
Baca juga:
- Jelang Super League, Spaso Pede dengan Kekuatan Bhayangkara
- Takkan Ada Perlindungan Seperti di MLS, Jika Messi ke Arab Saudi
- Targetkan Menang 90 Menit atas Indonesia, Vietnam Tetap Latihan Penalti
- PSSI Siapkan Bonus Jika Indonesia Juara di Piala AFF U-23 2025
“Pertama kali saya datang ke sini (Bhayangkara), kami berkandang di PTIK. Di PTIK, kami juga kuat di kandang sendiri. Saya rasa kami hanya kalah satu pertandingan kandang di PTIK,” kata Munster.
“Kami juga punya beberapa suporter, tapi jelas berbeda di sini, lokasinya juga berbeda. Saya pikir orang-orang (para pemain) juga perlu menyadari bahwa kami telah pindah, kami telah bepergian untuk tinggal di Lampung. Ini hal yang besar, Anda tahu, secara mental. Kami harus beradaptasi.”

Bhayangkara pun jadi tim BRI Super League pertama yang menggelar sesi latihan pasca liburan, lebih cepat dibandingkan tim-tim lainnya. Tentunya mereka perlu bersiap karena akan kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia sekaligus di markas yang baru.
“Kami perlu bersiap, tapi juga senang datang ke sini karena tahu kami punya suporter, stadion, dan suasana malam ini sangat bagus,” tutup Munster.
Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















