
Raih Segudang Prestasi Untuk Negaranya, Kenapa Timur Kapadze Berpisah Dengan Uzbekistan?
Vivagoal – Liga Indonesia – Timur Kapadze angkat bicara mengenai keputusannya untuk berpisah dengan Timnas Uzbekistan meskipun sudah meraih banyak prestasi.
Timur Kapadze resmi berpisah dengan Timnas Uzbekistan pada 10 November 2025. Padahal, pria berusia 44 tahun tersebut menorehkan segundang prestasi untuk tim tersebut.
Kapadze diangkat menjadi pelatih kepala Timnas Uzbekistan pada Januari 2025. Tidak butuh waktu lama baginya untuk unjuk gigi.
Dalam waktu delapan bulan menjadi pelatih, Kapadze memberikan dua prestasi. Pertama, Kapadze membawa Uzbekistan melaju ke Piala Dunia 2026, dan itu merupakan penampilan perdana mereka di pentas tertinggi sepakbola.

Setelah itu, Kapadze juga mendampingi Uzbekistan meraih gelar CAFA Nations Cup, turnamen khusus Asia Tengah. Mereka mengalahkan Timnas Iran di partai final dengan skor tipis 1-0.
Saat ditemui para wartawan, termasuk Vivagoal, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (21/11) siang WIB, Timur Kapadze angkat bicara mengenai keputusannya meninggalkan Timnas Uzbekistan.
Dirinya menegaskan bahwa sejatinya mereka memintanya untuk bertahan, namun sebagai asisten pelatih dari Fabio Cannavaro. Namun, Kapadze yang merasa dirinya masih layak sebagai pelatih, memutuskan untuk menolak tawaran tersebut dan pergi.
Baca Juga:
Pelatih Dewa United Tetap Bangga Dengan Karakter Bermain Timnya
Kalah Atas Persib, Messidoro Sebut Hasil Memalukan
Alasan Andrew Jung Melakukan Selebrasi Knee Slide
Naturalisasi atau Lokal, Timur Kapadze: Yang Penting Berjuang Untuk Indonesia!
“Jadi, pada saat itu Uzbekistan dipastikan lolos Olimpiade. Setelah itu tiba-tiba sakit. Jadi, ada beberapa pelatih yang diberikan tawaran untuk menggantikan saya, tapi mereka menolak,” ucap Kapadze.
“Alasannya karena terlalu berisiko. Jadi, saya mengatakan, ‘Baik, saya lanjutkan’. Karena menurut saya ini tim ini sama dengan saat Olimpiade lantaran anak buah saya juga ada di sini juga. Sehingga, saya lanjutkan, ambil kesempatan itu, meskipun berisiko. Alhamdulillah lolos (ke Piala Dunia).”
“Karena federasi itu mengajukan pergantian pelatih lantaran mereka pertama kali masuk ke Piala Dunia, tidak punya pengalaman. Sehingga, mereka mengajukan mendatangkan Fabio Cannavaro. Hal itu karena dia punya pengalaman, pernah juara lagi.”
“Saya diminta untuk menjadi pendamping atau asisten tim saat itu. Tapi, keputusan untuk hengkang itu datang dari saya sendiri.”
“Saya tidak mau menjadi asisten, lebih baik melanjutkan karier sebagai pelatih di tim lain. Tapi, keputusannya itu rasional. Saya juga mendukung. Namun, saya tidak ingin menerima peran baru,” tutupnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















