
Ramadhan Sananta Akan Berkembang Jika Main di Malaysia, Kenapa Bisa?
Vivagoal – Liga Indonesia – Keputusan striker Timnas Indonesia yaitu Ramadhan Sananta berkarier di Liga Malaysia musim depan adalah hal tepat bagi kariernya.
Sebelum BRI Liga 1 2024/25 berakhir, Persis Solo resmi menyudahi perjalanannya dengan strikernya, Ramadhan Sananta. Pemain berusia 22 tahun tersebut tidak memperpanjang kontraknya bersama Laskar Sambernyawa yang berakhir pada 31 Mei 2025.
Menariknya, Sananta tidak gabung dengan tim BRI Liga 1 lainnya, melainkan bermain di luar negeri. Salah satu tim asal Brunei Darussalam yang akan bermain di Liga Malaysia musim depan, DPMM FC, mengontraknya selama semusim.
View this post on Instagram
Tentunya ini kabar bahagia bagi para pecinta sepakbola Indonesia. Dengan bergabungnya Sananta ke DPMM, maka ia diharapkan bisa berkembang sebagai pemain dan memiliki karier yang cemerlang di Asia Tenggara.
Salah satu pengamat sepakbola dalam negeri yaitu Aun Rahman mengatakan jika keputusan Sananta berkarier di DPMM adalah hal yang tepat. Dalam wawancara eksklusif bersama Vivagoal, Aun berkata Sananta harus membuktikkan dirinya karena Liga Malaysia bukan sesuatu yang mudah.
Baca Juga:
- Rumor Transfer Pemain Persulit Tugas Pelatih Malut United
- Misi Bojan Holdak di Laga Terakhir: Tutup Musim dengan Manis
- Pelatih Malut United Belum Diinfokan Soal Rumor Transfer Pemain Persib
- Sebelum Gabung Timnas, Yance Sayuri Curahkan Fokus untuk Malut
“Kalau dari saya merasa kesempatan apapun itu ke luar negeri itu harus dicoba oleh pemain. Meskipun itu hanya “ke Malaysia”. Karena tujuannya sebenarnya main di luar negeri itu menaikkan nilai. Dan, juga jadi jalan untuk bermain di negara yang lebih baik lagi,” ucap Aun Rahman kepada wartawan Vivagoal melalui telpon.
“Kalau misalnya tidak pernah bermain di luar negeri sama sekali tentu jadi, istilahnya, klub lain pun akan (berpikiran) apakah anak ini bisa adaptasi di kondisi lain. Itu pasti dilihat. Tentu, dengan Sananta ke luar negeri itu juga membuktikkan, sebenarnya bukan dalam situasi yang enak juga.”

Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin
“Saya mendengar sendiri Dedi Kusnandar yang bermain di Malaysia tahun 2016. Dia bilang jadi pemain asing di negara lain itu susah. Main di Malaysia itu tidak gampang. Karena posisinya jadi pemain asing. Sama seperti pemain asing di kita di Liga 1. Berarti, satu, ekspektasi lebih tinggi. Lalu, ada standar-standar, yang mungkin, tidak didapat ketika hanya bermain di Liga 1,” tambahnya.
Sananta sendiri tampil tidak terlalu apik musim ini. Sebagai striker Persis, Sananta hanya mencetak lima gol dan dua assist dari 29 pertandingan. Jumlah gol tersebut lebih sedikit daripada musim lalu dengan delapan gol dan satu assist.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com














