
Rasa Malas Membuat Karir Timo Werner Harus Berakhir di MLS!
Vivagoal – Bundesliga – Penyerang RB Leipzig, Timo Werner disebut malas berlatih dan hal tersebut akan membuatnya cepat atau lambat bermain di MLS. Sang pemain memang santer dikaitkan bakal hengkang ke Negeri Paman Sam.
Werner saat ini hanya menjadi penghangat bangku cadangan pasca kembali dari Tottenham Hotspur. Di musim panas kemarin, sang pemain sempat dikaitkan dengan New York Red Bull namun sang pemain menolak hengkang. Sejauh ini, ia baru mentas selama satu menit. Hal ini jelas bukan momen ideal baginya.
Jurnalis Leipzig Vokszeitung, Guido Schafer dalam kolomnya menilai jika Werner memang sosok yang malas berlatih. Ia merekam percakapan dengan mantan pelatih Leipzig, Ralf Rangnick dan pendekatan tersebut nampak sulit untuk dirubah oleh pemain asal Jerman itu meski belakangan hal itu perlahan dirubah.

Lebih jauh, Schafer mengklaim jika masa depan sang pemain sejatinya cerah dibandingkan harus menjadi pemian pengganti di akhir laga dibandingkan harus pindah. Namun hal tersebut dirasa terlambat lantaran ia merasa lambat laun, sang pemain akan segera merapat kee MLS.
Baca Juga:
- Bakal Bangun Stadion Baru, Calon Walikota Larang PSG Tinggalkan Parc des Princes, Kenapa?
- Gasperini Masih Pelajari Skuad AS Roma, Meski Sudah di Papan Atas Serie A
- Paris Saint-Germain Dikaitkan Dengan Kapten Girona
- Tumbang Perdana di Serie A, Conte Soroti Rapuhnya Lini Belakang Napoli
“Saya secara pribadi yakin dia akan ke New York di musim dingin ini. saya bahkan sempat mencarikan apartemen untuknya di Leipzig ketika ia akan pergi di musim panas lalu. Bahkan saya berpikir, Ole Werner juga akan pindah ke sana,” urainya.
View this post on Instagram
Werner saat ini masih memiliki kontrak hingga 2026 dan dibayar 11 juta Euro per tahun. Hal tersebut membuatnya menjadi masalah bagi klub, terlebih dari sisi finansial saat performa sang pemain tak berjalan baik pasca kembali dari Chelsea pada 2022 kemarin. Meski begitu, Schafer tetap membela sang pemain lantaran pernah menjadi elemen penting bagi tim.
“RB Leipzig tak akan sebesar sekarang tanpa jasanya. Dalam empat tahun, ia sempat mencetak 113 gol dan ia membuat 45 assist. Hal itu kadang dilupakan orang. Tanpa hal itu, kontraknya mungkin tak sebesar sekarang. Saya rasa ia memang pantas mendapatkannya,” timpalnya.















