
Sekjen PSSI Minta Komite Disiplin Tindak Intimidasi terhadap Wasit dan Wartawan
Vivagoal – Liga Indonesia – PSSI tak tinggal diam melihat adanya tindakan intimidasi terhadap wartawan dan wasit pada laga Malut United kontra PSM Makassar. Yunus Nusi selaku sekretaris jenderal meminta Komite Disiplin (Komdis) mengambil tindakan.
Laga Malut United kontra PSM pada lanjutan BRI Super League 2025/26, Sabtu (7/3) kemarin, memang diwarnai insiden. Ada intimidasi kepada wartawan dan wasit yang bertugas tak lama setelah pertandingan usai.
Thoriq Alkatiri selaku wasit yang bertugas mendapat intimidasi dari suporter saat ingin masuk ke ruang ganti. Sementara para wartawan yang mengabadikan momen tersebut diminta menghapus rekamannya dan diusir dari tribun.
Insiden tersebut menuai kecaman banyak pihak. Kini PSSI juga tak tinggal diam karena merusak citra sepak bola tanah air.
Baca Juga:
- Sergio Castel Diragukan Tampil Saat Hadapi Persik
- Sadar Persib Berkualitas, Kiko Hanya Ingin Persik Tampil Maksimal
- Pendekatan Tudor di Tottenham Hotspur Tidak Masuk Akal!
- Marcos Reina Optimis Persik Mampu Bobol Gawang Persib
“PSSI Menyayangkan kejadian tersebut, dan tentu ini menjadi catatan. Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, apalagi i League. klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi,” kata Yunus Nusi.
“Penting bagi kami, baik itu pemukulan terhadap wasit, pada media dan lain-lain. Kami berharap ini menjadi yang terakhir dan mohonlah kawan-kawan klub, apalagi di sana ada official yang ditengarai.”

Tak hanya mengecam, PSSI berencana membawa kasus ini ke ranah disiplin. Bukan tidak mungkin pihak-pihak yang melanggar termasuk Malut United dijatuhi hukuman.
“Tentu ini juga menjadi bahan dari komite disiplin untuk mengambil sebuah keputusan. Dan PSSI menyerahkan semuanya. Menyerahkan semuanya kepada komite, apapun keputusannya, semua pihak harus menerimanya,” tegasnya.
Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















