Tag: PSSI

Ikuti Aturan Pemotongan Gaji, Arema Tegas Pada Pemainnya

Vivagoal – Liga Indonesia –  Liga 1 2020 bakal segera digelar kembali pada bulan Oktober mendatang. Beberapa perubahan bakal terjadi termasuk kontrak pemain yang bakal mendapat pembaharuan. 

Berdasarkan surat keputusan PSSI tentang kelanjutan kompetisi tersebut, tim diperbolehkan untuk melakukan negosiasi ulang kontrak pemain sebesar 50 persen untuk Liga 1.  Arema FC sebagai salah satu tim peserta menegaskan bahwa mereka akan berpatokan pada surat PSSI tersebut perihal gaji dan kontrak pemain.

“Manajemen berpatokan pada surat PSSI sebagai dasar kami melakukan negosiasi dengan pemain. Jika di bawah nilai itu, ya Alhamdulillah dan hal itu sudah saya jelaskan ke pemain,” ucap Ruddy dikutip dari situs resmi Liga Indonesia.

Selain surat dari PSSI, Ruddy  mengklaim manajemen Arema telah mempelajari aturan FIFA soal negosiasi ulang kontrak atau gaji pemain.

“Surat dari FIFA soal negosiasi bisa dilakukan tiga kali, jika tidak menemui kata sepakat maka bisa ditangguhkan,” tambah Ruddy.


Baca Juga:


Lebih lanjut, Ruddy  mengatakan kalau ternyata dalam prosesnya para pemain tidak menyetujui soal negosiasi ulang kontrak yang diajukan manajemen, itu tidak bakal jadi masalah besar buat Arema.

“Kalau pemain tidak setuju, tidak masalah, berarti mereka tidak ikut latihan. Sementara pelatih, kemari memberitahu saya kalau dia telah memberi batas waktu kapan pemain harus kembali untuk mengikuti latihan dan kalau tidak datang, tidak masalah,” tutup Ruddy.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Begini Bentuk Dukungan Pemerintah Untuk Piala Dunia U-20 2021

Vivagoal – Liga Indonesia –   Pemerintah menganggarkan setengah triliun lebih demi menyukseskan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021. Selain infrastruktur dana akan digunakan untuk peningkatan prestasi timnas. 

Pemerintah memutuskan untuk mengucurkan dana hingga Rp 600 miliar untuk dipakai sebagai persiapan Piala Dunia U-20 2021. Dana tersebut bakal dibagi lagi kedalam dua hal, yakni untuk penyelenggaraan, dan persiapan timnas. Dana sebesar Rp 400 miliar disalurkan pemerintah untuk merenovasi sejumlah venue menyambut Piala Dunia U-20 2021.

Adapun dana sebesar Rp 200 miliar diperuntukkan untuk persiapan Timnas U-19 Indonesia yang diharapkan bisa tampil istimewa di ajang itu nanti.

“Kalau untuk prestasi, sifatnya persiapan. Mestinya, sukses dari dua sisi. Keberhasilan pelaksanaan jelas, harus! Sukses prestasi juga. Kalau dari Rp 200 m, mestinya bisa sukses dari target yang dibebankan Pak Presiden, minimal lolos dari babak penyisihan,” ungkap Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yoyok Sukawi.

Dana tersebut, kata Yoyok sudah sangat ideal. Menurutnya tak banyak negara lain yang mendapat perhatian dari pemerintah soal sepakbolanya.


Baca Juga:


“Kalau kami bilang ini sudah ideal, dibandingkan negara lain, sudah sangat luar biasa sekali Indonesia mendukung sepakbola. Tidak semua negara bisa dapat dukungan penyelenggaraan Piala Dunia dengan total seperti ini. Bahkan Pak Presiden sudah membentuk INAFOC yang dipimpin oleh Pak Menpora. Ini menurut saya sudah luar biasa,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Bhayangkara FC Kebingungan Mau Bayar Gaji Pemain

Vivagoal – Liga Indonesia – COO Bhayangkara FC, Sumardji sedang kebingungan karena harus membayar gaji pemain sebesar 50 sampai 60 persen, menyusul Surat Keputusan (SK) PSSI yang baru saja diperbaharui. Sementara dana sponsor belum masuk.

Dalam Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020, PSSI menetapkan negosiasi gaji di kisaran 50 persen untuk klub Liga 1 dan 60 persen untuk Liga 2. Disebutkan pula, gaji tak boleh berada dibawah Upah Minimum Regional (UMR). Aturan itu akan berlaku satu bulan sebelum kompetisi selesai.

Keputusan itu ternyata cukup memberatkan bagi Bhayangkara FC. Pasalnya, mereka tidak ada pemasukan, baik dari liga maupun sponsor.

“Bingung saya kalau masalah pembayaran gaji ini. Sekarang 50-60 persen, tapi sponsor belum ada yang masuk. Ya, mudah-senang saja ada caranya nanti,” kata Sumardji.


Baca Juga:


Sumardji mengaku jika dirinya kesulitan mencari anggaran di tengah wabah COVID-19. Dia berharap PT Liga Indonesia Baru (LIB) bisa memberikan solusi salah satunya dengan kelancaran subsidi.

Sampai saat ini, LIB baru menyerahkan kewajibannya kepada tim di termin kedua, yang mana setiap bulannya mencapai Rp 520 juta.

“Kalau kita andalkan subsidi, paling seberapa sih? Walaupun naik jadi Rp 800 juta, masih kurang untuk membayar gaji pemain. Sekarang ya kami hanya menunggu kepastian dari sponsor dan subsidi saja,” sambung Sumardji.

Di sisi lain, Bhayangkara FC juga belum bisa memastikan kapan bisa mengumpulkan kembali para pemainnya. Sejauh ini, Nurhidayat Haji Haris dkk masih berlatih mandiri di rumah, sementara pelatihnya, Paul Munster berada di Inggris.

“Untuk masalah kumpul pemain kapan, kami dari manajemen belum memutuskan karena kami juga masih menunggu tanggal pasti. Apalagi coach Paul Munster masih berada di negaranya, kami tunggu dia kembali baru kumpulkan tim kembali,” katanya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Demi Kesuksesan Piala Dunia U-20, PSSI Berbagi Tugas dengan Kemenpora

Vivagoal – Liga Indonesia –  PSSI bersiap menyongsong Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Bertindak sebagai tuan rumah PSSI berbagi tugas dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mensukseskan gelaran Piala Dunia di Indonesia.

Pembagian tugas ini diakui oleh Ketua Umum PSSI, M Iriawan kala bertemu dengan Menpora, Zainudin Amali beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Kemenpora tanpa ragu mengawal persiapan Piala Dunia U-20 termasuk proses renovasi venue.

“Seperti pak Menpora sampaikan bahwa dari hasil rapat internal Kementerian kemarin di Istana Merdeka bersama Presiden Jokowi, kita sudah dibagi tugas. Kemenpora melaksanakan penyelenggaraan, kemudian pembangunan venue oleh Kementerian PUPR, dan PSSI fokus kepada tim nasional,” kata Iriawan dikutip laman resmi PSSI.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali mengatakan pemerintah lewat Presiden Jokowi melalui rapat internal kabinet terbatas sudah memutuskan tentang pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021 itu sesuai dengan tugas yang akan diberikan oleh FIFA.


Baca Juga:


“Tugas kami tentang penyelenggaraan bersama-sama dengan PSSI, dan unsur-unsur lain. PSSI berkonsentrasi pada penyiapan tim nasional, dan mudah-mudahan kita segera mempersiapkan dan dapat berjalan lancar.

“Setelah keputusan Presiden jalan, antara PSSI, FIFA, dan Kemenpora, kami terus konsentrasi. Semoga segala sesuatunya menjadi ringan dan tak ada hambatan berarti dalam persiapan,” kata Zainudin.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Klub Liga 1 Ini Minta Tambahan Dana Subsidi ke PSSI

Vivagoal – Liga Indonesia –  Bhayangkara FC berharap bisa mendapatkan dana subsidi tambahan dari PSSI guna menopang keuangan klub yang terdampak pandemi corona. Pasalnya, sejak Liga 1 2020 ditangguhkan pada awal Maret 2020, praktis mereka kehilangan banyak pemasukan.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji sebelumnya memuji langkah berani PSSI yang memutuskan untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 2020 pada bulan Oktober mendatang.

Namun demikian, dia berharap PSSI juga mau memberikan dana subsidi tambahan buat mereka saat kompetisi kembali digulirkan nanti. Pasalnya, menurut Sumardji, saat ini klubnya bergantung pada dana subsidi untuk biaya operasional tim.

Dimana dana subsidi ini  bisa menggantikan dana sponsor, karena manajemen  begitu kesulitan mencairkan dana sponsor.

“Kalau Liga 1 mau dimulai, kesulitan kami hanya ada satu. Yakni, terkait dana sponsor. Pertandingan ini kan dimulai sebentar lagi. Makanya kami kesulitan untuk mencari sponsor. 


Baca Juga:


“Jadi, kami bakal berterima kasih kalau dari PSSI ada dana subsidi. Karena memang akan sangat sulit untuk mencari sponsor diwaktu yang sudah sangat dekat ini,”kata Sumardji seperti dilansir dari laman resmi Bhayangkara FC.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Persik Siap Lanjutkan Liga 1, Tapi..

Vivagoal – Liga Indonesia – Persik Kediri sebenarnya merupakan salah satu dari sedikit klub yang menolak Liga 1 2020 tidak dilanjutkan. Namun mau tak mau, mereka tetap harus tunduk kepada PSSI yang sudah memutuskan Liga 1 dilanjutkan pada bulan Oktober mendatang.

Lewat pernyataan resminya yang diwakili oleh presiden klub Abdul Hakim Bafagih, Persik mengapresiasi niatan PSSI untuk tetap menggulirkan kompetisi, termasuk sudah menyusun protokol kesehatan untuk semua klub-klub peserta.

Meski diawal sempat menolak Liga 1 2020 digelar kembali, namun sebagai anggota dari PSSI, Hakim menyebut Persik mau tak mau harus tunduk.

“Kami sudah berusaha menerima keputusan PSSI. kami percaya PSSI sudah punya pertimbangan yang cukup menurut mereka,” ungkap Hakim dalam rilis resminya.

“Kompetisi di tengah pandemi sebenarnya sangat berisiko. Apalagi pandemi Covid-19 di Indonesia belum kelihatan melandai. Jangankan melandai, titik puncaknya saja belum selesai,” sambung pria yang juga anggota DPR RI tersebut.


Baca Juga:



Meski demikian, Hakim menuntut hak uang komersial yang dibayarkan sejak April demi membantu kondisi keuangan klub yang terasa berat akibat wabah yang sedang terjadi. Hakim juga sekaligus menuntut ada kenaikan hak komersial karena klub sudah kehilangan banyak pemasukan akibat kompetisi ditangguhkan.

“Seperti yang pernah kami usulkan, hak komersial klub idealnya adalah sebesar Rp 1,2 hingga Rp 1,5 miliar setiap bulan. Memang ini menjadi masalah yang sensitif, tetapi semua pemangku kepentingan industri sepakbola seharusnya wajib memahami keinginan ini.” papar Hakim.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Shin-Tae Yong Patuh dan Taat Kepada PSSI

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengaku patuh dan taat kepada PSSI demi kemajuan sepakbola Indonesia. Dia juga sudah melupakan masalahnya dengan PSSI yang sempat ramai sepekan terakhir.

Seperti diketahui, Shin Tae-Yong sempat jadi perbincangan di dunia sepakbola Indonesia. Hal tersebut terjadi setelah pelatih asal Korea Selatan itu dengan gamblang melancarkan kritikan kepada PSSI melalui media Korsel.

PSSI sendiri enggan meresponsnya, namun direktur tekni PSSI, Indra Sjafri memilih melancarkan serangan balasan dibantu dengan ketua asosiasi pelatih, Yeyen Tumena. Tapi belakangan, PSSI yang diwakili Mochamad Iriawan sebagai ketua umum memilih berdiskusi langsung secara empat mata dengan Shin Tae-yong.


Baca Juga:


“Saya memiliki keinginan besar untuk memajukan sepakbola Indonesia. Saya pun patuh dan taat kepada ketua umum PSSI untuk melakukan berbagai hal demi peningkatan prestasi sepakbola Indonesia,” ungkap Shin Tae-yong dilansir dari laman resmi PSSI.

“Saya siap membantu Ketua Umum PSSI, demikian pula Ketua Umum PSSI membantu saya. Kita bersama-sama bergandengan tangan untuk memajukan sepak bola Indonesia. Kita harus berbagi pikiran demi mendapatkan hasil yang kita inginkan,” tegasnya.

Timnas Indonesia di berbagai level memang mulai sibuk saat ini. Pasalnya, sejak Oktober hingga tahun depan beberapa ajang akan mereka ikuti, seperti Kualifikasi Piala Dunia 2022, Piala Asia U-16, dan U-19, Piala AFF 2020, dan Piala Dunia U-20 2021.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Sah! Begini Aturan-Aturan Baru Soal Kelanjutan Liga 1 2020

Vivagoal – Liga Indonesia –  PSSI resmi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 terkait kompetisi yang akan dilanjutkan pada bulan Oktober mendatang. Aturan baru soal gelaran kompetisi dan rasionalisasi gaji turut diatur. 

Untuk klub-klub Liga 1 dibolehkan melakukan renegosiasi dengan pemainnya sebesar 50 persen. Sedangkan Liga 2 diperbolehkan renegosiasi untuk melakukan pemotongan sebanyak 60 persen. 

Tapi demikian, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengingatkan kalau gaji pemain klub Liga 1 atau Liga 2 tak diperbolehkan untuk berada di bawah  Upah Minimum Regional. 

“Akan diskusi lagi nanti dengan pemilik klub termasuk dengan pemain dan pelatih. Tapi tidak sama dengan sebelumnya. Sebelumya itu, kan 25 persen untuk sekarang Liga 1 ada di kisaran 50 persen, Liga 2 hingga 60 persen dari total nilai kontrak.

“Pokoknya sekurang-kurangnya itu sesuai dengan upah minimum regional yang berlaku di masing-masing domisili klub dan akan diberlakukan pada satu bulan sebelum kompetisi dan sampai berakhir kompetisi,” jelasnya.

Pemusatan Kompetisi

Sementara itu, soal kelanjutan kompetisi, beberapa opsi sempat menjadi usulan. Termasuk pemusatan kompetisi yang dilangsungkan di Pulau Jawa sekaligus penghapusan degradasi. 

“Memang itu rencananya ke sana, Liga 1 dipusatkan di Pulau Jawa. Tapi harus berkomunikasi lagi dengan klub-klub di luar Jawa,” kata M Iriawan.

Saat ini tercatat ada enam tim yang bermarkas di luar Jawa, yaitu Persiraja Banda Aceh, Bali United, Borneo FC, Persipura Jayapura, PSM Makassar, dan Barito Putera. Namun demikian, sebagian klub peserta disebut telah setuju andai kompetisi dipusatkan di Jawa. 


Baca Juga:


“Beberapa klub Liga 1 sudah setuju. Hanya satu-dua klub yang akan kita komunikasikan berkaitan dengan transportasi seperti Persipura dari Papua kan. Sekarang kan penerbangan masih minim. Mudah-kembali dua atau tiga bulan sudah menggeliat kembali.

“Kita sudah coba akomodir semua klub dari luar Jawa dipusatkan nanti di Jogja. Kami sedang berkomunikasi dengan beberapa pemilik hotel di sana agar bersedia membantu kelancaran kompetisi,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Mantan Manajer Timnas Buka Suara Soal Polemik Shin Tae-Yong

Vivagoal – Liga Indonesia –  Ribut-ribut antara direktur teknik PSSI Indra Sjafri dan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong akhirnya membuat Andi Darussalam Tabusalla berkomentar. Menurut mantan manajer Timnas Indonesia itu, sebenarnya masalah ini tak perlu dibesar-besarkan.

Nama Indra Sjafri mencuat setelah melontarkan serangan balasan terhadap kritikan Shin-Tae Yong terhadap PSSI saat diwawancara oleh media asal Korea Selatan. Shin-Tae Yong merasa PSSI sudah salah mengangkat Indra Sjafri sebagai Dirtek setelah tindakan tidak profesionalnya dengan meninggalkan tim saat TC di Thailand.

“Buat apa ribut-ribut? Indra Sjafri itu siapa sih? Gak boleh seperti itu. Indra kan ditunjuk jadi asisten, tapi dia pergi, meski dengan alasan apapun juga tak akan bisa dibenarkan meninggalkan tim.

“Seharusnya, masalah ribut-ribut ini jangan sampai dipanas-panasi pihak tak bertanggung jawab. Biarkan saja PSSI yang menyelesaikan. Kan ada seksi hukum PSSI yang mengerti kontrak, itu yang harusnya bicara.” tegas Andi Darussalam.

Terkait hal tersebut, gantian Indra Sjafri yang membalas sindiran Shin Tae-yong. Tak main-main, Indra Sjafri memberikan klarifikasi reaktif melalui situs web resmi PSSI. Dia dengan tegas mengatakan bahwa ‘Publik harus tahu, Ini masalah harga diri Bangsa’.


Baca Juga:


Rilis Indra Sjafri ini pun dinilai sebagai langkah yang salah, dan pada akhirnya ia malah dijadikan bulan-bulanan warganet. Banyak tudingan negatif yang dialamatkan warganet ke PSSI dan Indra Sjafri sendiri. Andi Darussalam Tabusalla sendiri cukup menyayangkan konflik ini harus terjadi.

“Masalah Shin Tae-yong segala macam, biar Komisi Hukum yang nilai cacat atau tidak, cederai perjanjian gak? Mereka yang lakukan kajian.

“Sebelum tanda tangan kontrak, komisi hukum pasti sudah periksa semuaya kan. Sebagai pelatih kepala, dia (Shin Tae-yong) berhak memilih asistennya, walau dari lokal akan bilang, yang mana, akan dilihat dahulu,” papar pria yang dijuluki Bapak Sepakbola Indonesia itu.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Syarif Bastaman Tolak Disebut Melanggar Statuta PSSI

Vivagoal – Liga Indonesia – Ketua Satgas Penanganan Timnas Indonesia, Syarif Bastaman berkilah soal dirinya yang dituduh melanggar statuta PSSI. Dia menyebut jika tidak ada masalah dengan jabatannya sekarang.

Sebelumnya, nama Syarif mendadak menuai banyak sorotan setelah dia terpilih menjadi ketua Satgas dan menebar ancaman pemecatan kepada pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong jika tak segera datang ke Indonesia.

Posisi itu kemudian disebut-sebut melanggar Statuta PSSI pasal 64 yang isinya, anggota Komite Pemilihan dan anggota keluarga terdekatnya tidak boleh menjadi pengurus PSSI, liga, atau klub. Tidak pernah atau memiliki hubungan sejenis pun dengan PSSI, anggota PSSI, Liga atau klub.

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi sudah ikut menyoroti perihal status Syarif Bustaman ini. Karena Syarif dulunya menjabat sebagai Ketua Komite Pemilihan, dan seharusnya tidak boleh lagi masuk ke dalam kepengurusan PSSI.

“Itulah gunanya aturan dibuat, untuk diikuti. Kalaupun mau dilanjut ya tidak apa-apa. Saya hanya meminta agar semua berjalan baik dan tidak muncul pertanyaan. Pasal 64 ayat 1,2,3,” tulis Achsanul dalam Instagram pribadinya.


Baca Juga:



Syarif sendiri menanggapi hal tersebut dengan santai. Dia berkilah karena sudah tak lagi menjabat sebagai Ketua Komite Pemilihan PSSI, jadi sama sekali dirinya tak menabrak statuta.

“Saya sudah mengundurkan diri dari Ketua Komite Pemilihan PSSI sejak 8 Mei 2020 lalu dan ini sudah diterima oleh PSSI. Jadi menurut saya dan PSSI, ketika saya menjabat sebagai Ketua Satgas Timnas Indonesia itu tidak rangkap jabatan,” tegas Syarif Bastaman.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS