
Southgate: Timnas Inggris Belajar Banyak dari Italia dan Jerman
Vivagoal – Berita Bola – Manajer Inggris, Gareth Southgate sudah tidak sabar untuk kembali menghadapi laga besar melawan Italia, Jerman, dan Hungaria pada fase Grup UEFA Nations League 2022/2023 mendatang.
Pasca kekalahan di Final Piala Eropa 2020 lalu, Timnas Inggris akan kembali berhadapan dengan Italia pada fase Grup UEFA Nations League. Selain Italia, The Three Lions bakal hadapi tantangan berat dari Jerman dan tim kuda hitam, Hungaria.
Gareth Southgate pun mengaku bahwa Ia sudah sadar tim asuhannya itu bakal bertemu dengan tim-tim besar Eropa. Namun, Southgate mengatakan dirinya sangat menantikan laga-laga tersebut.
“Pertandingan bagus yang sangat dinantikan, itulah tanggapan awal saya. Saya tahu format UEFA Nations Leaguediarahkan pada jenis permainan ini,”ujar Southgate dilansir Football Italia.
“Jadi siapa pun yang kami tarik dari dua pot pertama akan menjadi lawan tingkat tinggi.”
Inggris sendiri memang sekaligus akan menjalani laga reuni ketika bertemu Jerman dan Italia. Di Piala Eropa 2020 lalu, Inggris sukses menumbangkan Jerman, namun kemudian kalah dari Italia.
Baca Juga:
- Kontrak Bakal Berakhir, Barcelona Tertarik Pulangkan Mantan Pemainnya
- Valencia Siap Pulangkan Mantan Ikonnya
- Mantan Juara UFC Sebut Messi Tak Pantas Menang Ballon d’Or!
- Kylian Mbappe Komentari Penampilan Messi di PSG, Ada Apa?
Menurut Southgate bertanding melawan tim seperti Italia dan Jerman bisa memberikan dampak positif, terutama sebagai persiapan Piala Dunia 2022. Ia pun mengaku kerap belajar dari kedua tim tersebut.
“Itulah yang kami inginkan, menjelang tahun Piala Dunia. Kami memiliki jadwal pertandingan yang sulit selama 12 bulan terakhir,”ungkapnya.
“Tetapi kualitas permainan yang tinggi adalah apa yang membantu tim untuk meningkatkan dan mereka adalah pertandingan yang paling kami pelajari.”
Pada UEFA Nations League edisi sebelumnya, Inggris gagal lolos ke empat besar karena gagal pada fase grup. Sedangkan pada gelaran perdana dua tahun lalu, Inggris menjadi meraih medali perunggu setelah kalahkan Swiss di perebutan peringkat ketiga.















