
Suporter Persipura Ricuh Usai Gagal Promosi ke Liga 1, PSSI: Kita Masih Dimonitori FIFA!
Vivagoal – Liga Indonesia – PSSI sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi di laga play-off promosi Championship 2025/26 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC.
Kejadian tidak mengenakkan terjadi di laga play-off promosi Championship 2025/26 antara Persipura melawan Adhyaksa. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Lukas Enembe, Jumat (9/5) sore WIB, Persipura gagal promosi usai kalah dari tim tamu dengan skor tipis 0-1.
Situasi tersebut membuat suporter Persipura yang memadati stadion kecewa berat. Berdasarkan informasi yang beredar, suporter tuan rumah mulai menyalakan flare di dalam stadion jelang pertandingan berakhir.
Kekecewaan semakin memuncak usai Persipura dipastikan gagal promosi. Banyak dari mereka yang masuk ke dalam lapangan, sehingga pemain dari Persipura dan juga Adhyaksa harus dievakuasi.
Kericuhan semakin parah ketika suporter mulai melempari pemain Adhyaksa ketika masuk ke ruang ganti. Puncaknya adalah ketika ambulance dan sejumlah mobil di luar stadion dibakar suporter.
Hal ini membuat PSSI sebagai organisasi sepak bola di Indonesia kecewa berat. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI yaitu Yunus Nusi menyesali adanya kejadian seperti ini di sepak bola Indonesia.
Baca Juga:
- Andrew Jung Siap Habis-Habisan di Laga Klasik
- Klok Dilaporkan ke Polisi, Sekjen PSSI Minta Diselesaikan dengan Cara Ini
- Respons Umuh Muchtar Usai Melihat Tingginya Dukungan Bobotoh Jelang Laga Klasik
- Marc Klok Pastikan Persib Siap Berjuang Demi Harga Diri
“PSSI sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi di Jayapura dan tentu kita prihatin dengan keributan ini. PSSI juga tidak sampai berprasangka buruk terjadinya hal seperti kejadian tadi malam,” ucap Yunus Nusi dalam sebuah audio yang diberikan PSSI kepada para wartawan.
“Karena kami tahu bahwa masyarakat Papua dan suporter Persipura sangat cinta dengan sepak bola. Tentu dengan cinta akan sepak bola pasti kalian ingin menjaga ketertiban dan keamanan di stadion Lukas Enembe.”
Lebih lanjut, Yunus Nusi kecewa karena sepak bola Indonesia sendiri masih dimonitori FIFA usai tragedi Kanjuruhan pada 2023. Ia berharap agar kericuhan ini menjadi yang terakhir di dunia sepak bola Indonesia.

“Dan ini tentu juga menggores perjalanan sepak bola kita yang kita tahu bersama ini kita sedang sementara dimonitori dan diawasi oleh FIFA. Dan, PSSI berharap hal ini tidak akan terulang lagi dan kita butuh kesabaran, kesadaran, bahwa menang dan kalah itu pasti terjadi di dalam sebuah pertandingan.”
“Kita harus tahu dan bahwa pertandingan itu kalah, menang, atau seri dan itu pasti akan terjadi. Tidak akan mungkin tidak. Maka, ke depannya tolong kawan-kawan bila sepak bola kita ini akan terlihat maju di waktu yang akan datang, bila sepak bola ini akan menjadi tontonan yang menarik bagi keluarga kita, terhadap tim kesayangan kita, ayo kita bersama-sama untuk menjaga ketertiban dan keamanan di masing-masing stadion.”
“Kita mulai dari kita sendiri, kita mulai dari suporter yang menjadi andalan klub kesayangan kita untuk saling mengingatkan bahwa keamanan itu sangat penting. Dan, bila terjadi kericuhan dan keributan semua juga rugi. Tidak ada yang diuntungkan. Sekali lagi, PSSI sangat menyayangkan dan prihatin akan kejadian ini,” tutupnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com












