Tag: Aaron Ramsey

Terkait Kepergian Aaron Ramsey, Wenger Beberkan Fakta Mengejutkan

0

Vivagoal Serie AMantan Manajer Arsenal, Arsene Wenger menyebut jika sebenarnya Aaron Ramsey tak ingin hengkang dari Tim asal London Utara itu. namun kenyataan berkata lain, pemain asal Wales harus menyeberang ke Italia dengan status bebas transfer.

Menurut Wenger, sejatinya Ramsey ingin bertahan di Arsenal. Manajemen pun sudah menawarinya kontrak anyar. Sang pemain pun sudah menyepakati. Namun di tengah jalan, Wenger menyebut ada pihak yang mempengaruhi Ramsey. Meski tak menyebut secara gamblang, agen pemain asal Wales ditenggarai menjadi pematik hengkangnya Ramsey ke Italia.

“Saya sempat bertemu dia [Ramsey] di akhir [masa kepemimpinan saya], dia sebenarnya ingin bertahan di Arsenal. Mereka sudah mencapai kesepakatan dan pihak klub kembali mengurus itu. Namun terkadang untuk memperpanjang kontrak, agen bisa saja mempengaruhi anda,” ungkapnya kepada BT Sports.

Menurut Wenger, orang lain bisa saja mempengaruhi perpindahan seorang pemain. Menilik ungkapan tersebut, beberapa kasus pernah terjadi. Kabarnya Victoria Adams sempat mempengaruhi kepergian Becham ke Amerika. Bahkan Wanda Nara, agen sekaligus istri Icardi pun seakan memegang penuh kendali hidup atas striker Argentina tersebut.

Baca Juga: Dua Bintang Juventus Siap Kembali Merumput

Kini, Ramsey telah menjelma sebagai sosok sentral di lini tengah Juventus. Kehadirannya membuat variasi serangan si Nyonya Tua menjadi lebih berwarna dibandingkan sebelumnya.

Selalu update Serie berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ramsey Curi Gol Pertama Ronaldo Dari Skema Set Piece

Vivagoal Liga Champions – Cristiano Ronaldo harus memendam harapan untuk mencetak gol dari tendangan bebas. Pasalnya kesempatan tersebut musnah setelah golnya ‘dicuri’ oleh Aaron Ramsey.

Pada matchday ke-4 Liga Champions 2019/2020, Juventus bertandang ke RDZ Arena untuk menantang Lokomotiv Moscow. Ambisi besar untuk mencuri tiga poin berada di pundak punggawa Si Nyonya Tua pada laga yang digelar Kamis (7/11/2019) dini hari WIB.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Laga sendiri berjalan cukup berat bagi Juventus. Kendati berhasil unggul cepat di menit ke-3 melalui Ramsey, tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Aleksey Miranchuk di menit 12. Juventus bahkan baru bisa mengunci kemenangan saat laga memasuki menit 90+3.

Namun kisah menarik terjadi untuk gol pertama Juventus. Bisa dikatakan Ramsey hanya mencuri gol yang sebenarnya milik Cristiano Ronaldo.

Gol ini bermula dari tendangan bebas Ronaldo dari sisi kiri pertahanan Lokomotiv Moscow. Ronaldo melepas tendangan keras yang sempat ditangkap penjaga gawang Guilherme, namun kemudian lepas.

Bola kemudian bergulir ke arah gawang tanpa ada pergerakan dari Guilherme. Pada situasi itulah Ramsey melakukan tendangan ketika bola sudah hampir masuk ke gawang. Andai tak disentuh Ramsey, sangat mungkin bola tetap masuk dan menjadi gol Ronaldo.

Ketika melakukan selebrasi, Ronaldo terlihat menunjuk Ramsey. Mantan pemain Arsenal itu kemudian terlihat tertawa karena telah menggagalkan gol Ronaldo.

Baca juga: Penjelasan Guardiola Usai City Kesulitan di Italia

Insiden tersebut tentu cukup membuat Ronaldo kesal. Pasalnya sejak berseragam Juventus pada musim panas 2018 silam, pemain asal Portugal itu belum sekalipun mencetak gol dari skema set-piece.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Gol Douglas Costa Di Menit Akhir Menangkan Juve Atas Lokomotiv Moscow

Vivagoal Liga Champions – Juventus berhasil mengikuti jejak Bayern Munchen dan Paris Saint-Germain lolos ke fase gugur usai meraih kemenangan tipis 2-1 atas Lokomotiv Moscow. Douglas Costa menjadi pahlawan si Nyonya Tua berkat golnya di menit akhir laga.

Berduel di Lokomotiv Stadium dalam lanjutan matchday ke-IV Liga Champions, Kamis (7/11/2019) dinihari WIB, Juventus mampu unggul cepat saat laga baru berjalan empat menit. Berawal dari tendangan bebas Cristiano Ronaldo, bola yang mengarah ke pelukan kiper Lokomotiv, Guilherme justru lepas dan langsung disambar Aaron Ramsey.

Baca juga: Top Skor Liga Champions Tertarik Bermain di Premier League. Siapa?

Tertinggal di awal laga, Lokomotiv langsung berusaha merespon. Pada menit ke-12, Aleksey Miranchuk berhasil mencetak gol penyama kedudukan setelah sundulannya sempat membentur tiang gawang Juve, bola langsung kembali disambarnya tuk menaklukkan kiper Juve, Wojciech Szczesny.

Memasuki pertengahan babak pertama, Juventus mampu memegang kendali permainan. Di menit ke-35, Juve punya kesempatan menggandakan keunggulan, sayang Gonzalo Higuain yang lolos dari perangkap offside gagal menaklukkan kiper Lokomotiv.

Satu menit berselang, Guilherme kembali bisa meredam sepakan jarak jauh Higuain. Hingga turun minum, skor 1-1 pun terus bertahan. Memasuki 45 menit kedua, Juventus langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang hadir pada menit ke-56. Umpan Alex Sandro diteruskan Higuain dengan sebuah sontekan, bola pantul ini mengarah ke Ronaldo yang langsung melepaskan tembakan keras. Tapi Guilherme masih sulit ditaklukkan.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Ketika laga akan berakhir imbang, Douglas Costa muncul sebagai pahlawan kemenangan Bianconeri. Dari sisi sayap kiri, ia sukses melewati tiga pemain Lokomotiv, kemudian Costa melakukan umpan satu-dua dengan Higuain, yang diakhiri Costa dengan tembakan terarah ke gawang. Sepakan bek asal Brasil itu pun merubah skor 2-1.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Sederet Korban Kekejaman Fans Arsenal, Siapa Saja?

Vivagoal Liga Inggris – Fans Arsenal kini menyandang gelar sebagai suporter toxic di Inggris. Selain Granit Xhaka, sebelumnya mereka juga pernah melakukan hal yang sama pada pemain bahkan sosok sekelas Arsene Wenger.

Kisruh antara fans dan pemain Arsenal menyeruak akhir pekan kemarin ketika tim asal London tersebut menjamu Crystal Palace di pekan kesepuluh Premier League. Adalah Xhaka yang menjadi sasaran cemoohan fans Arsenal.

Baca juga: Apapun Yang Terjadi, Lampard Tetap Akan Mainkan Pemain Muda

Insiden itu sendiri terjadi pada menit ke-61 ketika Xhaka ditarik keluar. Kecewa dengan performa sang kapten, hampir seisi Emirates mencemoohnya. Xhaka yang kesal kemudian membalas dengan umpatan dan sikap tak terpuji.

Dilansir dari Sportbible, ini bukan kali pertama fans Arsenal ‘menyerang’ para punggawa timnya. Sebelumnya mereka juga pernah mencemooh Emmanuel Eboue, Arsene Wenger, Shkodran Mustafi, bahkan Aaron Ramsey dan keluarganya juga pernah mendapat perlakuan buruk dari fans Arsenal.

Cemoohan fans Arsenal memang terbilang cukup keras. Sikap buruk yang mereka lakukan tersebut bahkan membuat Emmanuel Eboue sampai menangis saat meninggalkan lapangan.

Dalam sebuah komen di twitter Sportbible, seorang fans bahkan menyebut jika pendukung Arsenal adalah pendukung toxic saat ini.

Baca juga: Solskjaer Berikan Apresiasi terhadap Lampard

“Saya rasa, cemoohan itu berasal dari penggemar yang suka berbicara tentang kelas, tradisi, dan sejarah kami dengan bangganya. Namun yang pasti, kita sudah menjadi suporter paling toxic di dunia,” tulis salah seorang fan mengutip dari Sportbible.

Bagaimanapun juga sikap fans maupun Xhaka kali ini tidak bisa dibenarkan. Kisruh yang terjadi tentu hanya akan membuat Arsenal kesulitan bangkit dan bersaing dengan para rival mereka.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Ingin Permudah Adaptasi, Ramsey Bakal Lakukan Hal Ini

Vivagoal Serie A – Guna bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, gelandang Juventus asal Wales, Aaron Ramsey bertekad untuk sesegera mungkin bisa menguasai Bahasa Italia. Ia juga ingin bisa menyatu dengan kultur lokal guna bisa menjalani kehidupan tanpa hambatan di tempatnya bermukim.

“Ya, tentu saja. Ini sungguh satu hal yang penting. Semua pertandingan di liga Italia sebagian besar para pemainnya bicara dengan bahasa Italia,” tutur Ramsey kepada jurnalis saat ditanya soal seberapa penting belajar bahasa Italia, seperti dinukil Goal.

Baca Juga: Sempat Terpuruk, De Ligt Mulai Nyaman di Juventus

“Tapi belajar bahasa ini bukan hanya karena alasan sepakbola. Ketika Anda pergi ke restoran atau Anda berkendara, banyak orang tidak bicara dengan bahasa Inggris. Jadi saya berusaha untuk memahami Bahasa Italia dan hal itu jelas butuh waktu, ” sambungnya.

Sejauh ini, mantan pemain Arsenal itu sudah bisa mengucapkan beberapa kata. Ia pun mengaku akan segera melancarkan Bahasa negeri Pizza guna menjalani kehidupannya dengan baik. “Saya terus belajar, semoga saya bisa bicara [dengan bahasa Italia] suatu saat,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sama-Sama Baru Direkrut, Ini Beda De Ligt dan Ramsey

VivagoalSerie A – Rekrutan anyar Juventus, Matthijs de Ligt rencananya akan melakukan debut saat Si Nyonya Tua melakuan tur pra musim di Asia. De Ligt diproyeksikan akan menjadi salah satu pemain yang dipercaya berlaga di ICC 2019.

Meski baru saja diresmikan sebagai rekrutan anyar, nyatanya De Ligt tak membutuhkan waktu lama untuk memainkan laga perdananya bersama Juve. Pemain seharga 75 juta Euro itu akan diikutsertakan kala Si Nyonya Tua berlaga melawan Tottenham Hotspurs dan K-League All Star.

Selain De Ligt Juve juga membawa Adrien Rabiot dan kiper legendaris, Buffon turut di boyong dalam tur mereka kali ini. Meski keduanya baru bergabung tak membuat tim pelatih Juve meninggalkan mereka.

Di sisi lain, rekrutan anyar Bianconeri lain, Aaron Ramsey tak memiliki nasib semujur De Ligt. Ramsey harus puas ditinggal dan tidak diikutsertakan dalam rombongan Juve yang tengah melakukan tur pra musim.

Pemain asal Wales itu terpaksa harus menetap di Turin karena dirinya tengah dalam masa penyembuhan cedera. Dimana cederanya merupakan bawaan saat dirinya menutup musik bersama Arsenal.

Selain Ramsey ada pula beberapa pilar penting yang tak mengikuti tur pra musim. Seperti Chellini yang sama-sama harus absen karena cedera.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ramsey Antusias Sambut Filosofi Sarriball

Vivagoal Serie AAaron Ramsey mengaku jika folososi Sarriball miliki Maurizio Sarri begitu menarik untuk diterapkan. Oleh karena itu ia berharap sang pelatih tetap mengaplikasikan taktik tersebut di Juventus pada musim mendatang.

Musim lalu, Sarri dan Ramsey sendiri membela dua tim berbeda di London dengan Sarri melatih Chelsea dan Ramsey masih berseragam Arsenal. Kini keduanya akan kompak bahu membahu membela tim yang sama yakni Juventus mulai musim depan.

Pertemuan keduanya juga berakhir pahit bagi Ramsey. Dua kali ia merasakan kekalahan dari skuat asuhan Sarri, salah satunya adalah kekalahan 1-4 di final yang begitu menyakitkan. Sedang Arsenal hanya sekali merasakan kemenangan di Emirates Stadium atas Chelsea.

Namun dari pengalamannya, Ramsey akhirnya bisa melihat betapa berkualitasnya gaya permainan Sarri. Ia pun antusias menjadi bagian dari Sarriball di Juventus musim depan.

Baca Juga: Juventus Bersiap Tendang Sejumlah Nama dari Skuatnya

“Saya mengenal pelatih ini sewaktu melatih di Inggris karena dia suka bermain cantik, dia punya filosofinya sendiri dan saya yakin semua pemain akan beradaptasi dengan baik,” ungkap Ramsey kepada Football Italia

“Dari yang saya lihat musim lalu, dia [Sarri] berhasil lolos ke final dua kali, salah satunya jadi juara [Liga Europa] dan finis empat besar. Tidak mudah melakukan itu, jadi jelas itu merupakan kesuksesan untuknya di sana. Semoga saja dia menerapkan filosofi serta gaya bermainnya di dalam tim, karena situasi idealnya adalah bermain bagus dan terus menang. Meski itu bukan satu-satunya cara,” tambahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ramsey: Hanya Ada Satu Tempat yang Saya Tuju, Juventus!

Vivagoal Serie ARekrutan anyar Juventus, Aaron Ramsey memastikan dirinya tak salah langkah bergabung dengan Si Nyonya Tua. Meski  banyak klub yang menginginkan jasanya, Ramsey tak pernah ragu kala menerima pinangan raksasa Serie A itu.

Sebelas tahun membela Arsenal, akhir musim lalu menjadi babak baru bagi perjalanan karier Ramsey. Sang pemain memutuskan hengkang ke Turin dengan status bebas transfer.

“Segera setelah saya tahu Juventus menginginkan saya, Saya tak bisa menolak kesempatan itu. Kala itu tak pelu ditanyakan lagi kemana saya akan berlabuh. Ini klub yang hebat dan besar. Bermain untuk Juventus adalah sebuah mimpi untuk bermain di level teratas,” kata Ramsey.

Lebih lanjut, Ramsey berharap kedatangannya mampu memberi dampak bagi Si Nyonya Tua, terutama membawa Juventus berbicara banyak di kancah eropa. Karenanya ia mencoba mempersiapkan dirinya jelang musim baru bergulir.

“Merumput disini merupakan sebuah tantangan. Saya berharap semua  bisa berjalan dengan baik bersama Juventus. Meski sulit saya sudah mempersiapkan diri untuk itu semua,” tambah Ramsey.

Baca Juga : Serie A, Liganya Kakek-Kakek

Lebih lanjut, Ramsey menyebut keberadaan Maurizio Sarri bersama Juventus akan membantu klub yang berkandang di Allianz Stadium itu meraih prestasi terbaiknya. Ramsey yang tak asing dengan Sarri berharap sang pelatih dan timnya bisa mendulang kesuksesan.

“Meski tidak mudah, kesuksesan pasti akan datang. Mudah-mudahan dia bisa membawa filosofinya ke tim ini. Menang dan bermain dengan cantik. Semoga ini menjadi sesuatu yang bisa kita lakukan untuk sukses,” tutup Ramsey.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Terungkap! Alasan Arsenal Melepas Aaron Ramsey

Vivagoal Liga Inggris – Teka teki mengenai mengapa Arsenal tak memperpanjang kontrak Aaron Ramsey terjawab sudah. Arsenal sejatinya ingin mempertahankan pemainnya tersebut. Namun alasan keseimbangan gaji membuat The Gunners harus rela berpisah dengan Ramsey.

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh salah seorang Direksi Arsenal, Raul Sanllehi. Menurutnya, Arsenal tak bertanggung jawab untuk memenuhi gaji tinggi yang diharapkan Ramsey.

“Karena keadaan, kami memutuskan tidak memperbarui kontrak Aaron tepat waktu, kami berada dalam situasi di mana Aaron punya tawaran luar biasa yang menumpuk di atas gajinya,” ungkapnya kepada Goal International.

Ia lantas menunjuk rival tanpa menyebut nama, di mana adanya perbedaan gaji terbukti menghadirkan ketidakhamonisan bagi tim dan bakal menjadi ancaman bagi kepentingan klub secara keseluruhan.

“Salah satu hal utama bagi saya, dan telah saya lihat terjadi di klub-klub lainnya, salah satu yang utama adalah menjaga rasionalitas dalam keseimbangan gaji tim,” ungkap Sanllehi melalui laman resmi klub.

“Ia benar-benar ingin bertahan bersama kami, ia siap untuk melakukan upaya untuk itu tapi pada akhir proses kami harus tetap bertanggung jawab pada tim ini dan membela kepentingan Arsenal.”

Pada akhirnya, Ramsey pun memutuskan tak memperpanjang masa baktinya. Ia telah menjalin kontrak dengan Juventus. Di tim Italia tersebut, Ramsey akan memperoleh bayaran sebesar 400 Ribu Pound per pekan.

Jika dikurasi, angka tersebut akan menjadi gaji terbesar yang diperoleh pemain professional Premier League lainnya, sekaligus mengalahkan gaji Alexis Sanchez, yang mencapai angka 350 ribu Pounds.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

 

Kepergian Ramsey dari Arsenal Buat Kesal Legenda Klub

Vivagoal Liga Inggris Mantan pemain Arsenal, Robert Pires dibuat kecewa dengan kepergian Aaron Ramsey akhir musim ini. Sang pemain dipastikan akan melanjutkan keriernya bersama Juventus musim depan.

Kepergian Ramsey sendiri merupakan akumulasi dari macetnya negosiasi kontrak baru bersama Arsenal. Sang pemain merasa ingin lebih dihargai dengan permintaan kenaikan gaji yang sayangnya ditolak oleh pihak klub.

Setelah 11 tahun berseragam Arsenal, perpisahan yang layak dipastikan tidak akan didapatkan oleh Ramsey. Hal ini setelah pemain asal Wales tersebut dibekap cedera hamstring yang memastikan musimnya berakhir lebih awal. Kekecewaan tentu dirasakan oleh sang pemain berikut juda dengan para fans.

 

Salah satu pihak yang mengaku kecewa dengan kepergian Ramsey tidak lain adalah legenda klub, Robert Pires. Ia menyebut jika Ramsey adalah pemain yang masih sangat layak untuk dipertahankan tidak hanya musim depan namun musim-musim berikutnya.

“Saya sangat kecewa [dengan kepergian Ramsey]. Saya kenal Aaron, dia pemain yang hebat. Dia melakukan segalanya dengan sangat bagus, dia mencetak banyak gol. Dia pemain yang sangat penting dalam skuat, khususnya di ruang ganti,” tutur Pires di Sky Sports.

“Sayangnya, inilah sepak bola, kami harus menghargai keputusan setiap pemain termasuk Aaron. Bagi dia, ini adalah tantangan baru, hidup yang baru.”

Lebih lanjut, Pires juga mengucapkan selamat kepada Ramsey karena telah mendapat tempat baru. Menurutnya Juventus akan menjadi tempat terbaik bagi pemain berusia 28 tahun itu untuk terus berkembang dan memperlihatkan bakatnya terlebih dengan keberadaan pemain sekaliber Cristiano Ronaldo di sana.

“Saya sangat senang untuk Aaron, dia layak mendapatkan kesempatan hebat ini. Serie A adalah liga yang bagus untuk kariernya dan Juve merupakan salah satu yang terbaik di Eropa.”

“Dia akan bermain dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa di sana, Cristiano Ronaldo. Saya kecewa, tetapi begitulah kehidupan,” tandas Pires.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS