Tag: Ajax Amsterdam

Juventus Siap Banting Setir Pada Gelandang Ajax

Vivagoal Serie A – Juventus dikabarkan sudah memasukkan nama Donny van de Beek sebagai antisipasi jika mereka gagal mendatangkan Paul Pogba.

Kebutuhan Maurizio Sarri akan gelandang top membuat manajemen Juventus bergerak mencari pemain. Salah satu nama yang sudah sejak lama dikaitkan dengan mereka adalah gelandang Manchester United, Paul Pogba.

Namun transfer pemain asal Prancis tersebut terbilang cukup sulit. Selain transfer yang mahal, Pogba disebut masih tarik ulur terkait masa depannya di Man United.

Oleh karena itu dilansir dari Calciomercato, Sarri sudah memalingkan pandangannya. Ia meminta manajemen Juventus kini fokus untuk mengejar tanda tangan gelandang Ajax Amsterdam, Donny van de Beek.

Dalam laporan tersebut dikatakan jika manajemen Juventus berpaling setelah Manchester United memasang banderol hingga 150 juta pounds untuk Pogba. Sang pemain disebut juga meminta gaji selangit jika Juventus menginginkan jasanya.


Baca Juga:



Sarri kemudian melihat jika Van de Beek memiliki kapabilitas untuk menjadi opsi Pogba. Gelandang 22 tahun itu sudah membuktikan kemampuannya di Ajax. Musim lalu ia menjadi otak yang membantu Il Lancier menembus semifinal Liga Champions dan mengawinkan gelar KNVB Beker dan Eredivisie.

Musim ini penampilan Van de Beek juga masih sangat menjanjikan. Sang gelandang tercatat mengemas 10 gol dan 11 assist bagi raksasa Belanda tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Marc Overmars: Si Kaki Kaca Pertama dari Belanda

Vivagoal Berita BolaSeorang winger yang baik jelas memiliki visi bermain mumpuni, daya jelajah yang tinggi serta agresivitas tuk menyisir sisi lapangan. Berbagai aspek tersebut dimiliki oleh Marc Overmars. Namun daya jelajah sang winger yang kelewat tinggi juga membawanya pada resiko besar, cedera kaki yang bakal mematikan karitnya.

Jauh sebelum era Arjen Robben, Belanda memiliki winger yang memiliki kemampuan sama dengan si Winger plontos. Orang itu adalah Overmars. Pria kelahiran Ernst, 29 Maret 1973 sudah menunjukan diri kala masih bermain untuk Go Ahead Eages dan Williem II di awal medio 90an.

Seperti kebanyakan pemain lain, Overmars memiliki pilihan untuk gabung ke salah satu trisula Eredivisie yakni Feyenoord, PSV dan Ajax. Ia pun menjatuhkan pilihan ke klub yang disebut terakhir. Ajax resmi memboyongnya dari Williem II dengan mahar tak kurang dari 2.5 Juta Guilder atau setara dengan 1,2 Juta Euro.

Keinginan Ajax memboyong sang pemain bukannya tanpa sebab. Pelatih de Godenzonen,  Louis Van Gaal menilai Overmars adalah sosok yang cukup dibutuhkan dalam timnya. Selain memiliki kelengkapan sebagai seorang winger, ia terbilang multifungsi. Kedua kakinya sama baik. Sisi kiri dan kanan bisa dijelajahnya dengan mudah. Hal itu pula yang membuat namanya selalu diandalkan dan menjadikan Ajax sebagai tim yang mendominasi Liga Belanda pada pertengahan 90an.


Baca Juga:


Berbagai gelar domestik macam Eredivisi, KNVB Bekker hingga Liga Champions di musim 1995 mampir ke almari tim asal Ibu Kota Belanda itu. Nama Overmars terpatri dala golden generation Ajax bersama Danny Blind, Edwin Van Der Saar, Edgar Davids hingga Patrick Kluivert. Capaian prestis di tahun 1995 membuat namanya dikaitkan dengan tim Eropa. Manchester United tertarik untuk membawanya ke Inggris. Namun dengan santai, kepada Mirror ia menyebut jika masih ingin bertahan setidaknya dalam dua musim ke depan bersama Ajax.

Terkait performa sang pemain, Louis Van Gaal pun memujinya sebagai winger terbaik yang pernah ia lihat.  “Ia adalah penggiring bola yang baik dan dapat mengalahkan pemain manapun dalam situasi satu lawan satu. Ia adalah pemain yang penting dalam sistem saya karena saya adalah pelatih dengan filosofi menyerang (saat di Ajax), dan Overmars ada di sana sebagai winger terbaik yang dimiliki Belanda,” ujar Van Gaal seperti dilansir BBC.

Pasca mendulang gelar Liga Champions, cedera mulai menghantui Overmars mendapatkan cedera panjang hampir dua musim. Alih-alih mengeluarkan skill di atas lapangan, ia lebih banyak berkutat pada ruang perawaran. Meski rentan dengan cedera, Arsenal yang menaruh minat tak sedikitpun mengendurkan penetrasi tuk membawa sang pemain ke London Timur. Pada bursa transfer musim panas 1996/97, Arsenal resmi mendaratkan sang pemain dengan mahar 7 Juta Euro

MU dan Real Madrid Berebut Gelandang Satu Ini

Vivagoal Liga Inggris – Gelandang Ajax Amsterdam, Donny van de Beek jadi aset panas jelang dibukanya bursa transfer musim panas. Real Madrid dan Manchester United tercatat berebut gelandang asal Belanda tersebut. 

Dilansir dari Marca, Van de Beek sudah mencapai kesepakatan personal dengan Real Madrid. Raksasa Spanyol itu sejatinya sudah menjadikan bintang muda asal Belanda tersebut sebagai incaran sejak musim panas kemarin.

Hanya saja mereka urung melakukannya karena gagal melepas beberapa pemain seperti James Rodriguez dan Gareth Bale. Kesempatan untuk melepas keduanya terbuka lebar pada musim panas ini.


Baca Juga: 


Jika Madrid sampai gagal mencari klub pembeli untuk Bale maupun James, maka ada kemungkinan besar Van de Beek akan mencari klub lain. Manchester United dipercaya akan maju memanfaatkan kemungkinan tersebut

Manchester United sendiri memang tengah berupaya membangun skuadnya. Selain Van de Beek, MU juga berencana untuk mendatangkan Jack Grealish dari Aston Villa serta Jadon Sancho dari Borussia Dortmund.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

9 Tim yang Terbaik yang Bisa Dimainkan di Career Mode FIFA 20

Vivagoal – IGL – Memainkan Career Mode di tengah berbagai penundaan event FIFA 20 menjadi opsi terbaik yang bisa dimainkan. Squawka melaporkan ada 9 tim termudah hingga tersulit untuk dimainkan dalam Career Mode. Siapa saja mereka?

Pasca merebaknya virus Corona ke berbagai negara, berbagai rangkaian FIFA 20 Global Series terpaksa dihentikan hingga waktu yang tak ditentukan. Tak hanya itu, mode online qualifier yang tersemat di eLibertadores juga terpaksa di stop untuk sementara waktu. Namun untuk mode Squad Battle, Rival maupun FUT Champ masih bisa dimaikan.

Untuk menunggu penundaan dan peniadaan turnamen yang dilakukan FIFA, ada baiknya jika Career Mode dimainkan. Melalui mode ini, player FIFA bisa membangun tim yang bisa mereka mainkan melalui tim yang sudah terkenal ataupun tim minor asal entah berantah.

Baca Juga: Virus Corona Buat FIFA 20 Lakukan Langkah Dilematis!

Squawka melaporkan, ada 9 tim yang bisa dimainkan di mode ini untuk mengejar prestis. Urutan dimulai dari tim yang termudah dimainkan hingga yang tersulit. Untuk beberapa tim yang memiliki dana transfer yang cukup masif, tentunya membangun prestasi tim semudah membalik telapak tangan.

Namun bagaimana jika kondisinya di balik? Anda akan memaksimalkan potensi pemain guna menggapai kejayaan di Career Mode. Tentunya, hal tersebut akan sangat menantang bukan? Lantas siapa saja tim yang direkomendasikan Squawka untuk dimainkan? Vivagoal telah merangkum daftarnya untuk anda. Selamat membaca.

Obrolan Vigo Edgar Davids: Pitbull Terakhir dalam Dunia Sepakbola

Vivagoal Berita Bola – Mencari sosok gelandang penghancur serangan, atau anchor man dalam dunia sepakbola merupakan hal yang susah-susah gampang ditemui di hari ini. Dua nama beken yang kerap mengisi pos tersebut adalah N’Golo Kante dan Casemiro. Namun jauh sebelum era Millenium, sosok Edgar Davids terbilang lumayan mendominasi.

Pemain Belanda kelahiran Suriname. 13 Maret 1973 memang merupakan sosok pemian bedaya jelajah tinggi. Di Eranya, beberapa pemain sepertinya memegang peranan penting. Ada nama Genarro Gatusso (Milan) dan Claude Makelele (Real Madrid) yang menjadi benteng terakhir pemutus serangan sebelum bola meluncur deras ke backfour di belakangnya. Davids pun kurang lebih memiliki peran yang cukup sama dengan dua pemain tesebut.

Sejak memulai debutnya bersama Ajax Amsterdam pada 1991, ia langsung mengamankan satu tempat di tim utama. Namanya bahkan masuk ke dalam golden generation Ajax bersama Clerence Seedorf, Patrick Kluivert dan Edwin Van Der Saar.

Ketiganya sukses memberikan berbagai gelar domestik bagi Ajax dan sepasang gelar Liga Europa dan Liga Champions di tahun 1995. Gelar tersebut bahkan belum bisa dibawa kembali ke Ibu Kota Belanda sampai hari ini. Pasca kesuksesan tersebut, pelatih legendaris Belanda, Louis Van Gaal pun memberinya julukan Pitbull karena ia tak segan berlarian kesana kemari guna mengamankan bola. Selain itu, Davids juga diberkahi stamina yang mumpuni untuk menunjang mobilitasnya di atas lapangan.


Baca Juga Artikel Lainnya:

Obrolan Vigo: Keberlangsungan Liga 1 Terancam Virus Corona?

Obrolan Vigo Diego Ribas: Permata Brazil yang Tak Terasah Sempurna

Obrolan Vigo: James Beattie, Striker Underrated yang Selalu Dicintai

Obrolan Vigo Roberto Baggio: Pemain Hebat yang Tak Dimaksimalkan Pelatih Manapun


Lima musim membela Ajax, Davids mengumpulkan ratusan penampilan bersama tim asal Ibu Kota Belanda dan mendulang berbagai trofi, ia memutuskan untuk menerima pinangan salah satu raksasa Italia, AC Milan dengan status bebas transfer. Namun karirnya di San Siro justru meredup. Ia hanya bertahan satu musim sebelum akhirnya hengkang ke Juventus dengan mahar 8 Juta Euro. Bersama Juve, ia mulai dikenal orang karena menggunakan kacamatanya yang terbilang cukup stylish.

Kacamata Davids bukanlah untuk bergaya di atas lapangan, ia menderita glaukoma yang bakal merusak optik matanya. Meski menderita glaucoma, Davids malah menemukan performa puncaknya kala berseragam Putih Hitam. Bersama tim asal  Kota Turin, ia sukses mempersembahkan trofi domestik dalam wujud tiga kali  Scudetto. Davids sempat bermain dalam All Italian Final di Liga Champions 2003 kontra AC Milan. Di partai pamungkas, Bianconerri harus bertekuk lutut melalui drama adu penalti.

Hasil Lengkap Leg Kedua 32 Besar Liga Europa

Vivagoal Liga Europa – Tak cuma Arsenal, beberapa tim besar Eropa juga banyak yang tersingkir dari babak 32 besar Liga Europa. Wakil Portugal, Benfica, FC Porto dan Sporting CP kompak harus angkat koper, semifinalis Liga Champions musim lalu, Ajax Amsterdam juga turut gugur usai dikalahkan Getafe.

Pada leg kedua 32 besar Liga Europa yang serentak digelar, Jumat (28/2/2020) dinihari WIB, Ajax yang berupaya mengejar ketertinggalan dua gol menjamu Getafe di Johan Cruyff Arena. Tapi, Getafe menyulitkan langkah Ajax ketika wakil Spanyol itu sudah membuka keunggulan di menit ke-5 lewat Jaime Mata.

Baca juga: Dramatis! Olympiakos Comeback dan Singkirkan Arsenal

Lima menit berselang, Ajax bisa mencetak gol penyama kedudukan melalui Danilo. Ajax yang mengusung skema menyerang total terus tampil mendominasi sepanjang 90 menit laga berlangsung dengan membukukan 70 persen penguasaan bola. Namun, mereka baru bisa mencetak gol kedua pada menit ke-63 melalui gol bunuh diri Mathias Olivera dan membuat agregat jadi 2-3.

Sayang, hingga laga tuntas, Ajax tak kunjung bisa menciptakan gol lagi, dan akhirnya tersingkir karena kalah agregat. Menyusul Ajax ada tiga raksasa Portugal, FC Porto, Benfica dan Sporting CP yang juga gugur. Porto yang menjamu Bayer Leverkusen malah keok dengan skor 1-3 dan membuat agregat jadi 2-5 untuk Leverkusen.

Benfica pun demikian. Menghadapi Shakhtar Donetsk, Benfica sempat unggul 3-1 lebih dulu, dan memimpin agregat jadi 3-1. Sayang, mereka malah kecolongan dua gol dan membuat laga tuntas dengan skor agregat 4-5, dimana Shakhtar lebih layak lolos karena unggul agresivitas gol tandang.

Baca juga: Sarri Yakin Dirinya Tak Bakal DIpecat

Untuk Sporting CP, kemenangan 3-1 di leg pertama terasa jadi sia-sia karena Sporting kalah agregat 4-5 atas Istanbul Basaksehir. Di sisi lain, wakil Inggris, Wolverhampton Wanderes sukses melaju ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Espanyol. Meski kalah 2-3 di leg pertama, Wolves lolos dengan agregat 6-3. Sevilla sendiri masih lanjut di kompetisi ini usai menyingkirkan CFR Cluj dengan agregat gol tandang 1-1.

Berikut hasil lengkap leg kedua 32 besar Liga Europa:

Espanyol 3-2 Wolves (Wolves menang agregat 6-3)
Malmo 0-3 Wolfsburg (Wolfsburg menang agregat 5-1)
Ghent 1-1 Roma (Roma menang agregat 2-1)
FC Porto 1-3 Bayer Leverkusen (Bayer Leverkusen menang agregat 5-2)
Basel 1-0 APOEL (Basel menang agregat 4-0)
LASK 2-0 AZ Alkmaar (LASK menang agregat 3-1)
Istanbul Basaksehir 4-1 Sporting CP (Istanbul menang agregat 5-4)
Inter Milan 2-1 Ludogorets (Inter Milan menang agregat 4-1)
Benfica 3-3 Shakhtar Donetsk (Shakhtar menang agregat 5-4)
Ajax 2-1 Getafe (Getafe menang agregat 3-2)
Celtic 1-3 FC Copenhagen (FC Copenhagen menang agregat 4-2)
Sevilla 0-0 CFR Cluj (Sevilla menang agresivitas gol tandang 1-1)
Arsenal 1-2 Olympiakos (Olympiakos menang agresivitas gol tandang 2-2)
Manchester United 5-0 Club Brugge (MU menang agregat 6-1)

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Europa hanya di Vivagoal.com

Prediksi Ajax vs Getafe: The Amsterdam Perlu Keajaiban

0

Vivagoal Berita BolaDuel Ajax Amsterdam dan  Getafe di leg kedua babak 32 besar Liga Europa bakal berlangsung di Stadion Johan Cruyff Arena, Jumat (28/2) dinihari WIB. Kalah 0-2 di leg pertama, Ajax butuh tiga gol jika ingin lolos ke babak berikutnya.

Tampil di kandang sendiri dan didukung penuh oleh para suporternya, bukan hal yang tidak mungkin bagi De Amsterdammers mewujudkan target tersebut. 

Sayangnya, Ajax tidak bisa tampil full team di laga ini setelah Joel Veltman, Quincy Promes dan David Neres masih diragukan bisa bermain karena bermasalah di kondisi kebugaran. Belum lagi Nicolas Tagliafico yang harus absen karena sanksi akumulasi kartu.

Situasi makin pelik karena kekalahan 1-0 atas Heracles di Liga Belanda akhir pekan kemarin membuat persiapan Ajax untuk melakukan comeback sedikit terganggu.

Baca Juga: Seolah Ditampar Lyon, Begini Kata Szczesny

Di sisi lain, Getafe yang unggul agregat 2-0 hanya membutuhkan hasil imbang atau minimal tidak kalah dari satu gol untuk meraih satu tiket ke babak berikutnya. Tapi mereka juga punya modall buruk usai kalah  0-3 dari Sevilla di jornada ke-25 La Liga Spanyol.

Oleh karenanya, skuat besutan Jose Bordalas diprediksi bakal mengusung strategi bertahan total dalam laga kali ini demi menjaga keunggulan dua golnya. Pasalnya, Ajax begitu tangguh jika bermain di kandang sendiri, dengan membukukan 21 kemenangan, tiga imbang dan 4 kali kalah.

Prediksinya, laga ini akan berlangsung ketat dan minim gol. Sebuah keberuntungan andai Ajax bisa menang agregat di akhir waktu.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Ajax Resmi Datangkan Darah Muda asal Brazil, Siapa?

0

Vivagoal Berita Bola – Ajax Amsterdam resmi mendaratkan darah muda asal Brazil, Antony Matheus dos Santos dari Sao Paulo. Kedatangan sang pemain diumumkan pada Minggu (23/2) malam waktu setempat.

Menilik laporan transfermarkt, sang pemian didaratkan dengan tak kurang dari 15,75 Juta Euro. Musim ini, ia sukses mengemas 31 laga dan sukses mengemas 4 gol dan 6 assist. Antony diproyeksi menggantikan peran Hakim Ziyech yang hengkang ke Chelsea dengan mahar 44 Juta Euro. Ajax pun membuat keterangan tertulis terkait kedatangan sang pemain.

“Kami masih harus bersabar beberapa bulan lagi. Tetapi dengan dia, kami mendapatkan pemain kreatif yang serbabisa di setiap posisi di lini depan,” ucap Direktur Sepakbola Ajax, Marc Overmars, via situs resmi klub, dinukil Goal International.

“Ya, sejumlah pemain kami sudah dipastikan akan pindah pada musim panas nanti. Kami perlu mengatasinya. Jadi, sangat bagus bahwa kami dapat menyelesaikan transfer ini,” tambahnya.

Selain membela Sao Paulo, nama Antony tercatat sebagai punggawa Brazil U-21. Bersama Selecao muda, ia sukses memainkan 9 laga dan mencetak sepasang gol.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Erik ten Hag Optimis Donny van de Beek Tak Akan Pergi Dari Ajax

0

Vivagoal Berita Bola – Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag mengaku tidak mengkhawatirkan rumor yang mengatakan bahwa Donny van de Beek akan hengkang ke akhir musim ini. Ia sangat optimis gelandang serang berusia 22 tahun itu akan bertahan di Johan Cruyff Arena musim depan.

Spekulasi soal masa depan Donny van de Beek dalam setahun terakhir terus saja ramai diperbincangkan. Pemain internasional Belanda tersebut kencang dikaitkan dengan kepindahannya ke LaLiga Spanyol usai Real Madrid secara terang-terangan menyebut berminat mendapatkan jasanya musim depan.

Kabarnya, Donny mempertimbangkan tawaran tersebut, apalagi kesempatan bermain di klub sekaliber Madrid sangat langka didapatkan semua pemain.

Baca juga: Selain Martin Braithwaite, Dua Pemain Ini Juga Jadi Pembelian Teraneh Barcelona

Namun, usai melakoni laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa kontra Getafe, Erik ten Hag menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu memperdulikan kabar soal itu. Sejauh ini, ia masih sangat yakin anak asuhnya tersebut masih betah bermain bersama Ajax.

“Saya rasa Donny tidak akan hengkang. Dia telah mengalami proses evolusi yang luar biasa disini dan mendapatkan sorotan tingkat internasional. Dia layak mendapatkan banyak sorotan karena dia berkembang sangat baik dalam beberapa musim terakhir.” ucap Erik ten Haag seperti dilansir dari AS.

“Kami sudah sering berada dalam situasi seperti ini, dimana beberapa pemain kami selalu dirumorkan bakal pergi ke klub besar. Kami tidak perlu terus memikirkannya, kami sudah berada di situasi seperti ini dalam satu setengah tahun terakhir.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Setelah Hakim Ziyech, Eksodus Pemain Ajax Masih Akan Berlanjut

0

Vivagoal Berita Bola – Transfer Hakim Ziyech ke Chelsea menambah daftar para pemain generasi emas Ajax Amsterdam yang hengkang. Kekuatan mereka pun mulai digerogoti tim-tim bermodal besar di Eropa.

Chelsea telah resmi mencapai kata sepakat dengan Ajax terkait proses transfer Hakim Ziyech. Pemain timnas Maroko itu dipastikan bakal bergabung dengan The Blues pada musim panas Juni mendatang.

Baca juga: Datangkan Ziyech, Chelsea Tak Akan Merugi

Tim asal London, Inggris tersebut diketahui harus mengeluarkan dana sebesar 38 juta poundsterling untuk memboyong Hakim Ziyech ke Stamford Bridge. Dengan hengkangnya pemain 26 tahun itu ke Inggris musim mendatang, sekaligus menambah panjang daftar generasi emas Ajax yang pergi dari raksasa Belanda tersebut.

Sebagaimana yang diketahui, pada musim 2018/2019 kemarin, skuad Ajax dianggap sebagai generasi emas dan disamakan dengan skuat mereka saat mampu menjuarai Liga Champions musim 1994/1995. Sebabnya, dengan banyak mengandalkan pemain muda, Ajax mampu tampil mengejutkan di Liga Champions.

Meski langkah mereka hanya bisa sampai babak semifinal, namun untuk menuju posisi tersebut, langkah mereka tidak bisa dibilang biasa-biasa saja. Pasalnya, Real Madrid yang berstatus juara bertahan tiga musim beruntun disingkirkan di babak 16 besar, berlanjut dengan mendepak Juventus yang punya Cristiano Ronaldo di perempatfinal.

Sebelum Hakim Ziyech, sudah ada empat pemain Ajax yang sudah lebih dulu angkat kaki dari Amsterdam Arena, yakni Matthijs de Ligt, Frenkie De Jong, Kasper Dolberg dan Lasse Schone.

Baca juga: Mendapat Hujan Kritik, Maddison Tetap Dibela Oleh Rodgers

Eksodus para pemain Ajax ini diklaim belum akan berakhir. Sebab, penjaga gawang utama mereka, Andre Onana dikabarkan diminati sejumlah tim elit Eropa seperti Chelsea, Manchester United, hingga Barcelona. Sementara gelandang serang mereka, Donny Van De Beek disebut tinggal menunggu waktu untuk berganti kostum, dengan Madrid sebagai tujuannya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS