Tag: Claudio Ranieri

Mantan Pelatih Chelsea Resmi Tukangi Sampdoria

0

Vivagoal Serie AClaudio Ranieri akhirnya resmi melatih kembali. Eks juru taktik Leicester dan Cheslea itu dipercaya menangani Sampdoria agar mendongkrak posisi tim asal Genoa itu ke tempat yang seharusnya.

Sekedar catatan, Sampdoria sendiri saat ini berada di posisi ke-20 dengan raihan tiga angka dari tujuh laga awal. Ranieri sendiri menggantikan posisi Eusebio Di Francesco yang dianggap gagal membawa Il Samp ke papan tengah. Pengangkatan Tinkerman sendiri diumumkan pada Sabtu (12/10) waktu setempat.

“Sampdoria dan presiden Massimo Ferrero menyambut Claudio Ranieri, yang akan bertugas sebagai pelatih tim utama hingga 30 Juni 2021,” demikian pernyataan resmi dari Sampdoria.

Kedatangan Ranieri sendiri diharapkan bisa mengerek prestasi tim, terkhusus di kancah Serie A. Pasalnya, pelatih asli Italia itu dianggap kompeten mengingat segudang pengalamannya melatih berbagai tim Eropa.

Di tanah Spanyol, Ranieri sempat membesut Valencia dan Atletico Madrid. Ia juga sempat mengembara ke Yunani dan Prancis. Berbagai tim Italia pun pernah menggunakan jasanya. Selain itu. Inggris juga pernah ia jelajahi bersama Chelsea, Fulham dan Leicester City. Bersama tim yang disebut terakhir, dirinya sukses mempersembahkan trofi Premier League musim 2015/16.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

AS Roma Masih Berharap Kedatangan Pelatih Satu Ini

Vivagoal Serie A – Klub Serie A, AS Roma tampaknya belum menyerah untuk bisa mendatangkan Maurizio Sarri. Disebutkan jika tim asal ibukota Italia itu berharap sang pelatih bersedia berlabuh pada musim panas mendatang.

Sebagai salah satu klub besar di Italia, AS Roma kini tengah berkutat dengan misi mereka untuk bisa menemukan sosok pelatih kelas dunia. Saat ini mereka sendiri tengah ditukangi oleh caretaker, Claudio Ranieri usai memecat Eusebio Di Francesco beberapa waktu lalu karena dinilai gagal menukangi Il Lupi.

Kendati Ranieri tampil cukup apik, namun manajemen Roma disebut masih belum puas. Mereka pun berencana hanya akan mempertahankan eks pelatih Leicester itu hingga musim ini berakhir.

 

Corriere Dello Sport sendiri melaporkan jika AS Roma sudah mulai mengerucutkan pilihan mereka terkait manajer baru musim depan. Mereka melihat sosok Maurizio Sarri akan menjadi kandidat terkuat tuk musim depan.

Alasan kuat di balik keinginan tersebut tidak lain karena track record Sarri selama di Italia yang cukup baik. Hal ini terlihat saat dirinya masih menukangi Empoli dan membawa mereka naik ke Serie A. Namanya kian melejit setelah berhasil membawa Napoli terus menempel ketat raksasa Juventus.

Dengan pengalaman tersebut, manajemen Roma yakin Sarri akan mampu membawa Serigala Ibukota kembali menemukan taringnya.

Namun Roma sendiri tak lantas menyiapkan rencana cadangan andai skema di atas gagal. Hal ini tidak lepas dari Sarri yang beberapa kali mengatakan keinginannya untuk terus bertahan di Stamford Bridge.

Beberapa nama lantas disiapkan salah satunya adalah Antonio Conte. Sama halnya dengan Sarri, Conte disebut juga memiliki pengalaman mumpuni tuk menukangi Edin Dzeko cs musim depan. Terlebih ia masih menganggur sejak dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Chelsea musim panas kemarin.

Ada juga nama Gennaro Gattuso yang belakangan dikaitkan dengan Roma. Pelatih yang kini menukangi Milan tersebut dikabarkan akan segera meninggalkan San Siro andai gagal membawa I Rossoneri lolos ke Liga Champions musim depan.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Pelatih AS Roma Puji Kualitas Anak Asuhnya

Vivagoal Serie A – Pelatih AS Roma, Claudio Ranieri, melempar pujian yang teramat manis untuk Daniele De Rossi. Ia tak segan menyebut pemain gaek tersebut sebagai pemimpin yang benar-benar-dibutuhkan oleh tim Serigala Ibukota.

AS Roma berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Sampdoria pada pekan ke-31 Serie A Italia 2018/19 di Stadio Comunale Luigi Ferraris, Minggu (07/04/19) dinihari WIB. De Rossi menjadi pahlawan kemenangan dengan mencetak gol ada menit ke-75.

“Para pemain memberikan performa yang luar biasa. De Rossi adalah jiwa dari tim ini, kapten, orang yang bersemangat,” kata Claudio Ranieri, dikutip dari berita sports, Football Italia.

“Saya membutuhkan pemimpin dalam skuat ini dan pria itu adalah De Rossi, karena semua yang lain mengikutinya. Dia penting untuk Roma dan untuk tim ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Italia itu juga memuji mentalitas seluruh pemain AS Roma. Ia menilai mentai seperti inilah yang dibutuhkan oleh Giallorossi untuk kembali meraih kejayaan.

“Mentalitas ini adalah apa yang dibutuhkan setiap tim, keinginan untuk saling membantu. Sampdoria memainkan sepak bola sentuhan satu atau dua, sehingga mereka adalah tim yang sangat sulit untuk ditekan,” ujar eks pelatih Leicester City itu.

Tiga poin berharga atas Sampdoria membuat AS Roma kini berada di posisi enam klasemen sementara dengan koleksi 51 poin dari 31 pertandingan. Kini De Rossi cs hanya tertinggal satu poin untuk bisa menyerobot di posisi empat besar.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Manajemen Roma Siap Boyong Pelatih Ini Usai Kecewa dengan Ranieri

VivagoalSerie A – Tiga pertandingan tanpa kemenangan sepertinya membuat petinggi AS Roma naik pitam menyoroti kinerja pelatih Claudio Ranieri. Kini, klub raksasa Serie A itu dikabarkan mengincar Jose Mourinho sebagai juru taktik baru mereka.

Diwartakan dari berita Football Italia, manajemen Roma disebut mulai mendekati Jose Mourinho untuk menggantikan Ranieri per musim depan. Klub kebanggaan ibu kota Italia ini enggan terpuruk dalam perburuan titel juara seperti musim ini.

Claudio Ranieri yang didatangkan Roma sebagai pengganti Eusebio Di Francesco pertengahan Maret lalu kenyataanya belum mampu mengangkat prestasi I Giallorossi alias Si Kuning-Merah (julukan Roma).

Setelah terdepak dari Liga Champions, kini AS Roma juga terpuruk di kompetisi domestik. Dari lima pertandingan terakhir, mereka hanya mampu mengemas satu kemenangan, bahkan keok secara telak dari rival sekota, Lazio (0-3), dan Napoli (1-4).

Akibatnya catatan hasil buruk tersebut, klub yang berkandang di Stadion Olimpico itu harus melorot pada posisi ketujuh klasemen sementara Serie A 2018/19 dan terancam gagal menyabet tiket kompetisi antarklub Eropa musim depan.

Jose Mourinho sendiri saat ini sedang menjadi pengangguran setelah dipecat Manchester United pada akhir tahun lalu. Jose Mourinho sempat mengkonfirmasi bahwa dirinya akan kembali melatih per musim depan dan sudah melakukan kontak dengan sejumlah klub elite Eropa, termasuk Roma dan Inter Milan.

Sepanjang karier menjadi pelatih, Jose Mourinho menyimpan kenangan indah di Italia, tepatnya saat menukangi Inter pada periode 2008-2010. Pelatih berjuluk The Special One itu bergelimang trofi, puncaknya tentu adalah raihan treble winners edisi 2009/10.

 

Ranieri: Demi AS Roma, Saya Bekerja 25 Jam Sehari!

Vivagoal Serie A – Caretaker AS Roma, Claudio Ranieri dinilai masih belum mampu memberikan dampak masif bagi tim Ibukota Italia. Kendati demikian, sang pelatih mengaku akan bekerja keras untuk mengangkat performa I Lupi.

Ranieri didatangkan manajemen AS Roma sebagai caretaker hingga akhier musim mendatang. Reputasinya sebagai The Tinkerman alias tukang reparasi diharapkan bisa memperbaiki berbagai masalah usai kepergian Eusebio Di Francesco.

Harapan tersebut muncul setelah pada laga debutnya Ranieri berhasil membawa Roma menang 2-1 dari Empoli. Namun selanjutnya I Giallorossi harus menelan dua kekalahan beruntun yakni masing-masing melawan SPAL 1-2 dan Napoli 1-4.

Sorotan tajam tentu mengarah pada Ranieri. Meski demikian ia memastikan akan tetap berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencari jalan keluar dari masalah yang ada saat ini.

“Saya akan bekerja 25 jam sehari, berpikir cara membantu tim ini. Jelas tidak mudah untuk bangkit, tapi saya akan mencoba. Saya akan melihat segalanya secara rinci: Para pemain, formasi, sampai lawan,” ujar Ranieri seperti dikutip Football Italia.

“Saya harus menjadi apoteker dan meracik siapa yang bermain dari awal dan siapa yang tidak bermain. Istilah kata-kata saya selalu ada buat tim,” sambungnya.

Penuturan Ranieri tersebut sudah akan diuji saat mereka menghadapi Fiorentina pada lanjutan Serie A di Olimpico, Kamis (4/4) dini hari nanti. Tidak bisa dipandang sebelah mata, sang tamu adalah tim yang membantai Dzeko cs 7-1 di Coppa Italia beberapa waktu lalu.

“Saya berharap kekalahan itu bisa memantik kami untuk memberikan reaksi positif. Kami harus bisa melakukannya. Saat di Florence, kami kebobolan beberapa gol dari bola-bola panjang. Mereka melakukannya dengan sangat baik.”

“Mereka sangat sering menggunakan model permainan seperti ini. Terlepas dari siapa yang mereka mainkan, kami tetap harus menaruh kewaspadaan dan tidak memberikan mereka ruang yang terlalu dalam,” tegas pelatih yang membawa Leicester City juara Premier League itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di vivagoal.com

Fulham Resmi Berpisah Dengan Ranieri

Vivagoal Liga Inggris – Kerasnya Premier League kembali memakan korban. Kali ini Ranieri terpaksa angkat kaki dari jabatannya sebagai pelatih Fulham.

Claudio Ranieri sendiri ditunjuk sebagai pelatih Fulham per bulan November 2018 kemarin. Ia ditunjuk sebagai pelatih setelah beberapa jam sebelumnya manajemen klub memutuskan untuk memecat Slavisa Jokanovic.

Ambisi untuk keluar dari zona degradasi kala itu muncul mengingat Ranieri memiliki peran positif di Premier League. Yang paling diingat tentu keberhasilannya membawa Leicester City juara.

Namun harapan tinggal harapan setelah Ranieri hanya bisa meraih 12 poin dari 16 pertandingan yang dijalani oleh Fulham. Mereka pun masih gagal menjauh dari zona degradasi saat ini.

Chairman Fulham, Shahid Khan menegaskan jika keterpurukan Fulham sepenuhnya bukan salah Ranieri yang mana ia datang di saat situasi tidak kondusif. Selanjutnya Fulham akan menunjuk Scott Parker sebagai caretaker.

“Claudio masuk dalam situasi sulit, mewarisi skuat yang hanya meraih satu poin dalam delapan laga, dan dia langsung memberikan dampak dengan membawa tim meraih sembilan poin dalam delapan laga pertamanya sebagai manajer,” ujar Shahid Khan.

“Saya meminta Scott Parker untuk menjadi manajer caretaker kami. Tugas Scott adalah untuk membantu kami stabil, tumbuh, dan menemukan kembali kami sebagai klub sepak bola. Jika Scott bisa menjawab tantangan tersebut, dan para pemain kami memberikan reaksi, mungkin kemenangan akan kami raih selama beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

Atas situasi itu sendiri Ranieri mengaku sangat kecewa. Hanya saja kekecewaan yang ia rasakan bukan karena pemecatan yang dilakukan melainkan karena hasil yang kurang maksimal.

“Saya sangat kecewa dengan hasil yang diraih oleh tim belakangan dan saya kecewa karena kami tak bisa meneruskan start bagus yang kami buat setelah saya ditunjuk,” tutur Ranieri.

“Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih pada klub, para pemain, dan para suporter untuk dukungan yang mereka berikan selama saya melatih klub,” tutupnya.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Ranieri Optimistis Beri Kekalahan Perdana Untuk Solksjaer

Vivagoal Liga Inggris – Fulham diperkirakan tidak akan terlalu mempersulit laju Manchester United di pekan 26 Premier League. Kendati demikian Ranieri optimistis timnya mampu memberikan perlawanan sengit bagi Setan Merah.

Sepuluh pertandingan sudah dilalui Manchester United tanpa kekalahan bersama dengan Ole Gunnar Solskjaer. Tantangan berikutnya ada di markas Fulham pada lanjutan Premier League Sabtu malam nanti.

Melihat catatan yang ada tentu banyak pihak lebih menjagokan tim tamu. Terlebih lagi Fulham baru saja menelan kekalahan dalam lawatannya ke markas Crystal Palace di pekan sebelumnya.

Hanya saja anggapan tersebut mendapat penolakan keras dari Claudio Ranieri selaku pelatih Fulham. Dia menegaskan jika catatan impresif Manchester United lambat laun akan segera terputus. Oleh karena itu ia berharap para pemain dan pendukung Fulham bisa memberikan semangat penuh pada laga nanti.

“Kami harus bersikap positif dan terus berjuang. Bila kami tak berjuang dan kalah, anda kalah sebelum berperang. Itu bukan tragedi, itu adalah sepak bola. Kami terbiasa berjuang. Bila lawan lebih baik, kerja yang bagus untuk mereka,” ucap Ranieri seperti yang dikutip dari Goal.

“Saya ingin pemain saya berjuang hingga akhir. Fans saya akan senang melihat para pemain berjuang di setiap pertandingan. Cepat atau lambat, mereka [MU] akan menelan kalah. Kenapa tidak saat melawan kami,” lanjutnya.

Lebih lanjut pelatih asal Italia tersebut melontarkan pujiannya kepada Solksjaer. menurutnya pelatih yang menggantikan peran Jose Mourinho tersebut tidak hanya berhasil membuat tim menemukan performa terbaiknya melainkan juga membuat para pemain memiliki mental berjuang lebih baik.

“Dia pantas untuk itu [pujian] pada saat ini. Dia memperlihatkan para pemain mendukung dirinya. Manchester telah mengubah mentalitasnya. Kenapa tidak memujinya?” tambahnya.

“Hasil telah menunjukkan. Sembilan kemenangan dan satu hasil imbang, para pemain telah mengubah isi kepalanya, lebih terlibat, dan mereka berjuang bersama,” tandasnya.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Ranieri Sebut Timnya Seperti Domba Saat Kalah Dari United

VivagoalLiga Inggris – Pelatih Fulham, Claudio Ranieri merasa anak asuhnya seperti tidak memiliki kekuatan saat melawan Manchester United pada lanjutan Premier League pekan ke-16 di Old Trafford. Pada pertandingan tersebut Fulham harus menelan kekalahan telak 4-1 oleh tuan rumah United.

Keempat gol tim tuan rumah di cetak oleh Young 13’, Mata 28’, Lukaku 42’ dan Rasford 82’ sedangkan satu gol Fulham di cetak oleh Aboubakar Kamara melalui titik putih pada menit ke-68.

Pelatih asal Italia, Ranieri mengganggap timnya tidak mampu berbuat banyak di babak pertama. Bahkan, ia menyebut pada babak pertama timnya seperti domba yang sedang melawan serigala.

“Di babak pertama, 11 ekor domba melawan 11 serigala.Serigala memakan domba. Babak kedua jauh lebih baik, tetapi saya harus mempertimbangkan apakah itu turun dari Manchester karena mereka menang 3-0 atau kami membuat penampilan yang bagus. ’’ Ranieri mengatakan kepada BBC Sport.

Di babak kedua, Ranieri pun melihat permainan anak asuhnya jauh lebih baik. Tetapi, tim tuan rumah tetap mendominasi jalannya pertandingan.

“Saya ingin tim saya bermain dan berjuang untuk mendapatkan bola. Di babak kedua, kami melakukannya.”

“Tanggapan di babak kedua positif. Kami bermain dengan lebih banyak intensitas, kami membutuhkan gol, semuanya lebih baik daripada babak pertama. Paruh pertama adalah pemanasan.” Tandasnya.

Dengan hasil ini, Fulham harus tetap bertanggar di dasar klasemen sementara dengan raihan 9 poin sedangkan MU naik ke peringkat 6 dengan 26 poin.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Ranieri Sebut Mourinho Seperti Kawan dan United Tim Fantastis

0

VivagoalLiga Inggris – Jelang pertemuan Fulham kontra United, Ranieri melayangkan pujian kepada kubu lawan. Ia menyebut Mourinho sebagai sosok yang sopan dengan United sebagai tim fantastis di Inggris.

Misi berat harus dijalani oleh Claudio Ranieri bersama Fulham, tim yang baru saja ia tukangi beberapa pekan terakhir. Adalah kunjungan ke Old Trafford dalam laga pekan 16 Liga Primer Inggris yang akan menjadi ujian berat bagi pelatih asal Italia tersebut.

Tanpa ragu Ranieri menyebut jika United adalah tim yang fantastis. Meski demikian ia tak ragu untuk menargetkan poin saat kunjungannya nanti.

“Mereka adalah tim yang fantastis, sekali lagi fantastis. Kami ingin mencuri poin di sana, kami tahu itu sulit namun tidak ada yang tidak mungkin,” buka Ranieri dikutip dari Sky Sports.

“Setiap manajer saat mereka memulai pertandingan harus punya tekad untuk menang, namun kami punya rasa hormat yang besar untuk Manchester United.

“Saya sendiri punya kenangan bagus di Old Trafford saat pertandingan pertama saya di Liga Primer melawan United. Kami [Chelsea] sempat tertinggal 3-1 namun pada akhirnya mampu menyamakannya menjadi 3-3. Itu adalah hasil yang hebat bagi kami.”

Jelang laga itu sendiri hubungan antara Ranieri dan Jose Mourinho tak luput dari sorotan. Bukan sebuah rahasia lagi jika Mou kerap memberikan kritik kepada Ranieri seperti saat ia masih menukangi Chelsea atau kala keduanya sama-sama meniti karir di Italia.

Meski demikian Ranieri mengaku jika Mou adalah sosok kawan baginya. Mou merupakan orang pertama yang mengucapkan selamat saat dirinya resmi ditunjuk sebagai pelatih Fulham.

“Jose adalah sosok yang fantastis, sangat sopan. Dia adalah orang pertama yang mengirimi saya pesan untuk mengucapkan ‘selamat datang kembali [di Liga Primer Inggris]’

“Dia adalah kawan. Saya sudah kenal dia sejak lama, ketika dia datang ke Chelsea, ketika dia pindah ke Italia. Dia sangat sopan terhadap saya di segala kesempatan.

“Dia adalah pria, pelatih dan manajer yang sangat hebat, dengan peran penting untuk sepakbola.”

Selalu update berita bola terkini seputar Liga Inggris hanya di vivagoal.com

Ranieri Resmi Jadi Pelatih Baru Fulham

Vivagoal – Liga Inggris – Melalui situs resminya, Fulham mengumumkan penunjukkan Claudio Ranieri sebagai manajer baru menggantikan Slavisa Jokanovic di sisa Liga Primer Inggris 2018/19.

“Suatu kehormatan bagi saya untuk bisa menerima undangan dan juga kesempatan dari tuan Khan untuk memimpin Fulham, sebuah klub yang fantastis dengan tradisi dan sederet sejarah,” tutur Ranieri seperti dikutip dari situs resmi klub.

Tim promosi di Liga Primer Inggris acap kali menemui jalan terjal seperti  yang dialami oleh Fulham. Meski berhasil membawa Fulham beranjak dari Divisi Championship, namun Jokanovic seperti kebingungan saat meramu tim di kompetisi teratas.

Dari 12 laga yang sudah dijalani Fulham hanya mampu mengemas lima poin, dari satu kemenangan dan dua hasil imbang. Enam kekalahan beruntun dirasa sudah cukup untuk memberi waktu bagi sang pelatih.

Terakhir Jokanovic tak kunjung memberikan kemenangan bagi Fulham. Dimana terakhir mereka kalah 2-0 di markas Liverpool.

Laga itu sendiri menjadi yang terakhir baginya setelah pada Rabu (14/11/2018) waktu setempat manajemen klub memutus kontraknya. Mereka pun sudah menunjuk pelatih baru yang akan menjadi peracik tim di sisa musim ini yakni Claudio Ranieri.

Ranieri sendiri cukup dikenal sebagai sosok yang mampu membangkitkan kemampuan terbaik tim-tim medioker. Sebut saja yang paling berkesan adalah saat pelatih asal Italia tersebut berhasil merubah wajah tim sekelas Leicester City sebagai jawara Liga Primer Inggris 2015/16 silam.

Untuk saat ini tugas nyata yang diembang pria berusia 67 tahun itu tidak lain membawa Fulham terlepas dari jurang degradasi dan bertahan di Liga Primer Inggris. Namun Ranieri mengaku target itu saja tidak akan cukup bagi tim yang memiliki kualitas dan sejarah besar di Inggris.

“Namun target Fulham tidak boleh hanya sekedar bertahan di Premier League. Kami harus selalu menjadi lawan yang sulit dengan target tinggi. Sekarang Fulham memiliki skuat dengan talenta luar biasa dan saya tahu tim ini sangat mampu menampilkan performa yang jauh lebih baik,” tegasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Inggris hanya di vivagoal.com

 

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS