Tag: Diego Simeone

Simeone dan Asistennya Resmi Pisah Jalan di Akhir Musim, Kenapa?

Vivagoal La Liga – Kebersamaan Diego Simeone dan asisten pelatihnya di Atletico Madrid, German Burgos bakal berakhir di musim ini. Mantan kiper Barcelona memutuskan angkat kaki guna membuka kans sebagai pelatih utama.

Sejak awal kepelatihan Simeone di Atletico pada 2011, nama Burgos sudah menemani mantan punggawa Inter Milan itu. Keduanya juga sempat main bareng di Timnas Argentina pada medio 90an. Kini kebersamaan tersebut bakal sirna seiring rampungnya musim ini.

“Pada akhir musim ini, saya akan memulai karier sebagai pelatih kepala,” ucap Burgos dalam video yang diunggah akun media sosial Atletico, Rabu (3/6), diwartakan Goal International. “Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di divisi utama, saya pikir saya lebih dari siap untuk menjadi pelatih kepala,” tambahnya.

Meskipun sudah memutuskan hengkang, Burgos masih belum tahu kemana ia akan berlabuh. Asisten berabut gondrong itu pun mengenang berbagai momen yang dilaluinya bersama Atletico. Simeone dan Burgos sempat mempersembahkan trofi LaLiga di musim 2013/14. Keduanya juga sempat meloloskan Rojiblancos ke partai puncak Liga Champions sebelum dikalahkan Real Madrid.


Baca Juga:


“Sangat mengesankan telah menempatkan [Atletico] kembali di antara klub elite dunia. [Stadion Vicente] Calderon telah berlalu, legenda telah berlalu, dan sekarang kami antusias dengan Wanda [Metropolitano].

Ia juga mengaku senang bisa melihat beberapa pemain muda macam Koke, Saul Niguez, Jose Gimenez hingga Thomas Partey berkembang dengan seragam Los Rojiblancos. Sebagai penutup, ia merasa terhormat bisa menjadi rekan Simeone dan Atletico bakal selalu ada di hati mantan punggawa Barcelona itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Pulih dari Covid-19, Renan Lodi Segera Gabung Pemusatan Latihan

VivagoalLa LigaBek kiri Atletico Madrid, Renan Lodi dilaporkan sudah pulih dari virus Corona yang sempat menjangkitnya. Tak lama lagi, sang pemain akan segera ikut  dalam sesi latihan Atletico.

Setelah dinyatakan positif pada Rabu (6/5/2020), Lodi diharuskan menjalani karantina mandiri di rumahnya. Dilansir dari Football Espana, setelah dua pekan berlalu, hasil  dua kali tes dalam 72 jam terakhir menyatakan dirinya  negatif dari penyakit mematikan tersebut, pemain asal Brasil itu sudah dan hasilnya terus negatif.

Mantan pemain Atletico Paranaense itu kini dijadwalkan akan segera bergabung dengan skuad untuk sesi latihan individual pada Jumat (15/5/2020) waktu setempat. Pulihnya Lodi dari Covid-19 ini sendiri menjadi kabar baik buat pelatih Diego Simeone. Pasalnya, ia merupakan andalan utama di sektor bek kiri Los Colchoneros sepanjang musim ini.

Sejak didatangkan pada bursa transfer 2019 kemarin, Lodi sudah membukukan 23 penampilan di seluruh ajang dengan sumbangan satu gol dan tiga assist. 


Baca Juga:


Sebelumnya, Los Rojiblancos lebih dulu mendaratkan Marcos Llorente dari Real Madrid, Joao Felix di Benfica dan Hector Herrera serta Felipe Augusto de Almeida Monteiro dari FC Porto. LaLiga, Renan Lodi, Berita Bola Terkini, Atletico Madrid.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Sangar! Begini Jika Messi, Ronaldo dan Maradona Berada Dalam Satu Tim

VivagoalLa Liga – Lionel Messi, Cristiano Ronaldo dan Diego Armando Maradona adalah tiga pesepakbola top yang selalu berbeda kubu dan berbeda jaman. Namun, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone mengandaikan bagaimana dahsyatnya andai mereka main bareng.

Reputasi Messi, Ronaldo dan Maradona sebagai tiga pesepakbola terhebat yang pernah ada membuat ketiganya acapkali dihadapkan sebagai rival atau kompetitor, entah itu saat Messi dan Ronaldo beradu di atas lapangan, bersaing memperebutkan rekor dan penghargaan ataupun dalam ragam perdebatan saat diperbandingkan dengan legenda Argentina, Maradona.

Rivalitas Messi dan Ronaldo memang kerap dibanding-bandingkan dengan legenda-legenda sepakbola semacam Maradona, terkhusus Messi yang notabene adalah seniornya di timnas Argentina.

Messi banyak dihujat dan dikecam di negaranya sendiri karena tak kunjung bisa menyamai pencapaian si Boncel, julukan Maradona saat masih berkostum timnas. Simeone pun coba berandai-andai, jika Messi dan Maradona dipersatukan dalam sebuah tim, maka itu akan menjadi ancaman besar bagi para bek lawan.

Belum lagi jika duet tersebut ditambah seorang  Ronaldo, Simeone bisa memastikan trio tersebut tidak akan ada bandingannya.

“Messi dan Maradona sama sekali berbeda, Messi adalah mesin pencetak gol yang sudah membuat saya banyak menderita dalam beberapa tahun terakhir,” kata Simeone seperti dilansir dari Marca.


Baca Juga:



“Sementara Maradona adalah kepunyaan publik sepakbola Argentina. Tapi jika keduanya dipersatukan ditambah Cristiano dalam satu tim, itu pasti akan sangat rumit.” Simeone menambahkan.

“Saya pernah mengatakan bahwa jika seorang Messi saja mungkin tidak apa-apa, jika ditambah dua dengan Maradona, maka itu sudah pasti bakal sulit, apalagi jika tiga dengan Cristiano, maka itu sudah tidak akan mungkin,” katanya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Messi-nya Kiper Adalah Jan Oblak!

Vivagoal Liga Champions – Jan Oblak menampilkan performa fantastis kala Atletico membekuk Liverpool dengan agregat 4-2 di Anfield, Kamis (12/3) dini hari WIB. Kiper asal Slovenia bahkan mendapatkan predikat sebagai man of the match pada laga tersebut.

Dalam laga yang berlangsung ketat, Liverpool mampu mengkreasikan 34 tembakan. Oblak mampu menahan 9 diantaranya. Andai taka da Oblak, mungkin Los Rojiblancos sudah tersisih lantaran masifnya pelung-peluang yang diciptakan Liverpool di mulut gawang lawan. Atas aksi heroiknya tersebut mengundang decak kagum dari entrenador Atletico, Diego Simeone

“Kami memiliki kiper yang merupakan kiper terbaik di dunia, tidak diragukan lagi,” ujarnya, dinukil Goal International.  “Saya sudah mengatakan hal itu berkali-kali. Ini seperti Barcelona yang memiliki Messi. Jika dia [Messi] menentukan laga lewat permainan menyerangnya, maka Oblak menentukan laga lewat penyelamatannya.

Baca Juga:

Atletico Nodai Kesucian Anfield Di Era Jurgen Klopp

Hanya Ronaldo Mimpi Buruk Atletico Madrid

Liverpool Gugur, Klopp Kritik Gaya Bermain Atletico Madrid

Klopp Kecam Permainan Atletico, Netizen: Banyak Alasan!

Selain Oblak, sosok Marcos Llorente juga mendapatkan sanjungan karena mampu melesatkan sepasang gol dalam laga tersebut. Menurutnya, kehadiran eks Madrid di atas lapangan merevolusi skuat dalam laga semalam

Tak hanya memuji Oblak, Simeone juga menyanjung Llorente, yang masuk dari bangku cadangan dan sukses mengemas brace di laga ini. “Kehadiran Llorente mampu merevolusi tim ini,” imbuh sang pelatih.

Atletico lolos ke perempat-final Liga Champions dengan skor 4-2.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Liverpool Gugur, Klopp Kritik Gaya Bermain Atletico Madrid

Vivagoal Liga Champions – Jurgen Klopp menyebut jika Atletico Madrid seharusnya bermain lebih atraktif dan tidak hanya mengandalkan serangan balik saat mengalahkan Liverpool 2-3 dini hari tadi (12/3).

Pemenang pada laga yang digelar di Anfield itu sendiri harus ditentukan melalui babak tambahan setelah gol Georginio Wijnaldum bertahan hingga menit normal berakhir. Agregat 1-1 membuat kedua tim tampil waspada di babak tambahan.

Satu gol Firmino tak cukup membuat Liverpool lolos. Hal ini mengingat Rojiblancos bangkit melalui brace Marcos Llorente sebelum Alvaro Morata mengunci kemenangan tim tamu.

Baca juga artikel-artikel lainnya:

Atletico Nodai Kesucian Anfield Di Era Jurgen Klopp

Liverpool: Gudangnya Kiper yang Hobi Bikin Blunder

Robertson Duduk Nyaman Saat MU Kalahkan Man City

Rekor Buruk Liverpool di Anfield Lawan Tim Spanyol Bertambah

Pada laga ini Liverpool mendominasi keseluruhan penguasaan bola. Namun Klopp menyesalkan Atletico yang bermain bertahan dengan hanya mengandalkan serangan balik.

“Saya puas dengan performa kami. Sangat sulit untuk menghadapi tim seperti ini,” ujar Klopp kepada BT Sport.

“Saya tidak bisa memahami, dengan kualitas yang mereka miliki dengan sepakbola yang mereka mainkan. Mereka bisa memainkan sepakbola yang layak, tetapi mereka memilih bertahan dengan dalam dan melakukan serangan balik.

“Tentu saja kami menerima kekalahan ini, tetapi entah hari ini tidak terasa benar. Saya menyadari, saya pecundang buruk, terutama ketika para pemain memberikan kerja begitu keras melawan pemain kelas dunia yang bertahan dengan dua baris empat pemain bertahan.

“Kami tahu dalam dua tahun terakhir, kami memiliki beberapa momen keberuntungan di Liga Champions, Anda harus memilikinya, untuk menembus dua final, tetapi hari ini segalanya menentang kami dalam momen-momen penentuan.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Tugas Berat Diego Simeone Tuk Menembus Keangkeran Anfield

Vivagoal Liga Champions – Atletico Madrid akan bertandang ke Anfield markas Liverpool di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Laga ini menjadi tugas berat Diego Simeone untuk meloloskan timnya dari keangkeran Anfield.

Kamis (12/3/2020) dinihari WIB, Liverpool yang berstatus juara bertahan akan menghadapi laga penentuan nasib mereka di Liga Champions musim 2019/2020 ini. Pasalnya, Atletico datang ke Anfield dengan modal bagus setelah bisa menang 1-0 di pertemuan pertama.

Baca juga: Jose Mourinho Akui Tottenham Kalah Kelas Dari RB Leipzig

Artinya, Koke dan kawan-kawan hanya cukup bermain imbang tanpa gol untuk bisa mengantongi satu tiket ke babak perempatfinal. Namun, Atletico juga patut waspada agar mereka tidak dibalas Liverpool di Anfield.

Pasalnya, markas The Reds ini sudah diketahui sangat angker bagi semua lawan-lawan Mohamed Salah Cs. Seperti contoh di semifinal leg kedua Liga Champions musim lalu kala menghadapi Barcelona. Setelah dihancurkan 0-3 di Camp Nou, Liverpool secara gemilang bisa membalikkan keadaan dengan meraih kemenangan 4-0 di Anfield.

Musim lalu, Diego Simeone dan pasukannya juga tersingkir saat bertemu Juventus di babak 16 besar Liga Champions. Mengantongi agregat 2-0 di leg pertama, gantian mereka dicukur 3-0 oleh Cristiano Ronaldo dkk di Allianz Stadium.

Baca juga: Quattrick Josip Ilicic Loloskan Atalanta ke Perempatfinal Liga Champions

Oleh karena itu, Simeone pasti tidak mau cerita buruk itu terulang lagi musim ini. Meski sudah punya modal satu gol, namun lini belakang mereka masih kerap bermasalah.

Sejauh ini, Atletico sudah kebobolan enam gol dari empat pertandingan terakhir di LaLiga Spanyol. Sementara di lini depan, Alvaro Morata, Diego Costa dan Joao Felix belum juga buas di depan gawang lawan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Terungkap! Simeone Atur Ball Boy di Laga Kontra Liverpool

Vivagoal Liga Champions – Kemenangan Atletico Madrid atas Liverpool pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Wanda Metropolitano, Rabu (19/2) dinihari WIB tak lepas dari taktik yang diterapkan Diego Simeone. Pelatih asal Argentina itu disebut merancang rencana pertandingan begitu mendetail.

Adapun gol tunggal kemenangan Atletico dicetak oleh Saul Niguez pada menit ke-4 usai memanfaatkan bola liar di depan gawang hasil sepak pojok yang dilakukan Koke. Terlepas dari gol itu,  ternyata Ball Boy yang ada di pinggir lapanganmendapat instruksi khusus.

Pada laga tersebut, Liverpool tercatat tujuh kali mendapat tendangan sudut. Saat The Reds mendapat tendangan sudut, si Ball Boy melakukan tugasnya dengan sangat cekatan, dimana ia mengambil bola dengan cepat dan memberikan ke Trent-Alexander Arnold sebagai eksekusi.

Diego Simeone yang tidak senang dengan itu langsung berusaha mencegah kejadian serupa terulang. Ia tertangkap kamera memanggil ball boy yang ada di dekatnya kemudian membisiki-nya sesuatu.

Baca Juga: Neymar Akui PSG Kalah Karena Dirinya Terlalu Lama Menepi

Menurut Marca, Simeone bilang ke Ball Boy tersebut untuk menyuruh rekannya yang bertugas di area belakang gawang agar tak terburu-buru memberikan bola saat Liverpool mendapat sepak pojok.

Simeone tidak ingin sepak pojok cepat Trent-Alexander Arnold yang membuat Barcelona keok pada semifinal Liga Champions musim lalu terulang saat menghadapi tim asuhannya.

Tindakan mendetail Simeone soal urusan Ball Boy belum pasti berpengaruhnya langsung erhadap hasil akhir laga. Tapi setidaknya selama 90 menit laga berlangsung, Atletico mampu meredam agresivitas skuat besutan Jurgen Klopp.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Atletico Tembus Big Four, Publik Wanda Metropolitano Berperan Besar

VivagoalLa LigaAtletico Madrid  meraih hasil positif di pekan ke-23 LaLiga Spanyol, Minggu (9/1) dini hari WIB. Skuat besutan Diego Simeone menang tipis 1-0 atas Granada. 

Satu gol Angel Correa pada menit ke-6 menggetarkan Wanda Metropolitano. Dimana jaringan Correa jadi satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dan memastikan Los Cholconeros memetik tiga poin.

Usai pertandingan pemain asal Argentina itu tak bisa menutupi kebahagiannya. Menurutnya hasil positif ini merupakan buah dari kerja keras Atletico Madrid dan menjadi modal penting untuk terus meraih hasil positif.

“Kami perlu kemenangan di pertandingan ini dan kami sangat senang dengan tiga poin di depan publik sendiri. Kami telah bekerja sangat keras dan harus mempertahankan hasil positif ini,” kata Correa.

Senada, Pelatih Atletico, Simeone mengapresiasi kinerja anak asuhnya yang sukses mengamankan tiga poin penting. Menurutnya atmosfer Wanda Metropolitano sediki banyak mempengaruhi performa anak asuhnya.

Baca Juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay!

“Ada beberapa aspek positif yang bisa dijadikan pelajaran dari pertandingan ini. Jelas kami perlu menang, dukungan dari fans juga sangat luar biasa, kami perlu energi itu.

“Di 30 menit pertama kami bermain sangat baik, tapi kemudian kami mulai bermain bertahan. Granada tidak punya banyak peluang tapi mereka tetap berbahaya,” tutup Simeone.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Prediksi Atletico Madrid Vs Granada: Waspada Gebrakan Tim Tamu

0

VivagoalLa Liga – Duel Atletico Madrid vs Granada dalam lanjutan LaLiga Spanyol pekan ke-23 bakal dilangsungkan di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (9/2/2020) dinihari WIB. Tampil impresif bersama Granada, Roberto Soldado bisa jadi ancaman tersendiri buat kubu tuan rumah.

Meski sudah berusia 34 tahun dan masuk kategori uzur dalam dunia sepakbola, Soldado sejauh ini masih mampu menunjukkan performa impresif bersama El Grana. Teranyar saat ia berhasil mencetak brace di babak perempatfinal Copa Del Rey untuk meloloskan Granada ke semifinal dengan menyingkirkan Valencia melalui skor akhir 2-1.

Baca juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay

Atas capaian ini, Atletico wajib waspada terhadap kemampuan eks penyerang Manchester City tersebut. Meski bertindak sebagai tim tamu, bukan tidak mungkin, duel ini akan menjadi panggung berikutnya buat penyerang gaek tersebut.

Soldado memang baru melesakkan enam gol musim ini, dua di ajang Laliga dan empat di Copa del Rey. Tapi dengan kondisi Atletico yang gagal menang dalam lima laga terakhirnya, maka laga tandang nanti juga bisa menjadi kans buat Soldado menunjukkan taringnya.

Di sisi lain, Atletico sejauh ini masih dalam situasi buruk. Selain terlempar dari lima besar klasemen sementara Liga Spanyol, tim besutan Diego Simeone juga sedang bermasalah di lini depan. Saul Niguez dkk empat kali gagal membuat gol di empat laga terakhir yang berkesudahan dengan kekalahan dan sekali imbang.

Jelang laga kontra Granada, stok penyerang Los Colchoneros dipastikan dalam kondisi minus menyusul cederanya Alvaro Morata. Sementara Diego Costa dan Joao Felix sudah lebih dulu masuk dalam ruang perawatan. Praktis, Simeone tinggal mengandalkan Vitolo dan Angel Correa.

Baca juga: Christophe Dugarry: Barca Hanya Klub Para Badut yang Tak Berkelas!

Prediksi Jalannya Pertandingan

Jika merujuk pada torehan gol sepanjang musim 2019/2020 ini, Granada sedikit lebih unggul daripada Atletico dalam produktivitas. Sejauh ini mereka sudah mencetak 27 gol berbanding 22 milik Atleti.

Meski bermain di markas Atletico, El Grana tetap punya peluang mengimbangi lawan bahkan mencuri poin. Menurut data Whoscored, Granada punya koleksi 15 gol dari situasi open play, angka yang tidak terpaut jauh dengan capaian Atletico yang punya 17 gol.

Selain itu, Granada juga diprediksi bakal memaksimalkan situasi set-piece dalam laga ini. Sebab, mereka mampu melesakkan tujuh gol musim ini melalui skema bola mati. Sementara Atletico hanya empat kali bisa melakukannya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Teka-Teki Tentang Klub Baru Pochettino Kian Terang Benderang

0

Vivagoal – La Liga–  Pasca dipecat dari Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino dikaitkan dengan sejumlah tim besar. Teranyar, Poch dikaitkan sebagai suksesor Diego Simeone sebagai juru taktik Atletico Madrid.

Sebelumnya, nama Poch santer dikabarkan bakal menjadi manajer Manchester United dan Bayern Munchen. Namun spekulasi tersebut sirna seiring berjalannya waktu. Kini the Telegraph mewartakan jika juru taktik asal Argentina bakal merapat ke sisi Merah Kota Madrid.

Baca: Usung Misi Bangkit, Atletico Malah Krisis Penyerang

Poch, yang masih ingin berkarir ndi Inggris sejatinya mengincar posisi di Manchester United. Namun Setan Merah tak kunjung melakukan pendekatan kepada eks Southampton itu. kini, ia dirumorkan pulang ke Spanyol guna membesut Atletico Madrid. Sebelumnya, Poch memang sempat membesut Espanyol sebelum ia hengkang ke Inggris.

Los Rojiblancos kini tengah dalam tren negatif di bawah asuhan Diego Simeone. Mereka tercecer dari empat besar dan kurang mampu memaksimalkan potensi Joao Felix. Poch digadang bakal menjadi sosok yang tepat untuk melatih Jan Oblak dan kolega musim depan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS