Tag: Dietmar Hamann

Punya Insting Gol Mumpuni, Havertz Sangat Mirip Michael Ballack

Vivagoal Bundesliga – Mantan pemain timnas Jerman, Dietmar Hamann menyebut Kai Havertz begitu mirip dengan Michael Ballack di masa muda. Keduanya disebut sangat mengandalkan fisik dan punya insting mencetak gol yang mumpuni.

Havertz menjadi sensasi di ajang Bundesliga pasca diliburkan selama dua bulan lamanya akibat pandemi virus Corona. Gelandang berusia 20 tahun itu tampil apik sebagai motor serangan Bayer Leverkusen dengan membukukan 4 gol dari tiga laga yang sudah dimainkan Die Werkself.

Secara keseluruhan, Havertz telah mengoleksi 14 gol dan 8 assist dari 37 penampilan sepanjang musim ini. Hebatnya lagi, Havertz menorehkan hal tersebut dengan dirinya dimainkan di empat posisi yang berbeda, yakni sebagai gelandang tengah, gelandang serang, sayap kanan dan penyerang lubang.

Hamann menilai Havertz begitu mirip dengan Ballack. Serupa dengan Ballack yang begitu fasih bermain di segala posisi dalam lini serang dan sangat mengandalkan kekuatan fisiknya. Ballack juga melejit saat masih bermain untuk Leverkusen dengan membukukan 155 penampilan plus mengemas 42 gol.

“Havertz saat ini kerap dimainkan sebagai penyerang karena timnya sedang didera badai cedera, dia benar-benar pemain yang versatile.” puji Hamann seperti dilansir dari TalkSport.


Baca Juga:



“Havertz mengingatkan saya pada Michael Ballack muda. Saya sudah sangat sering katakan ini berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lalu. Dia bukan hanya gelandang yang brilian, dia juga sangat fleksibel, tinggi dan punya kemampuan menguasai bola.” sambungnya.

“Havertz pemain yang sangat mengandalkan fisik, secara teknis dia juga sangat berbakat dan sempurna.” tutup Hamann yang merupakan mantan kapten Liverpool.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Dietmar Hamann Sebut Gaya Main Kai Havertz Mirip Michael Ballack

Vivagoal Bundesliga – Dietmar Hamann memuji gelandang Bayer Leverkusen, Kai Havertz sebagai pemain terbaik Jerman saat ini. Hamann bahkan menyebut Havertz mirip dengan legenda Der Panzer, Michael Ballack.

Kai Havertz adalah jebolan akademi Bayern Leverkusen yang melakoni debut di tim senior pada awal musim panas 2017 lalu.

Di musim debutnya, Havertz langsung bisa mengunci satu tempat di skuat inti pasukan Leversekun. Berposisi sebagai playmaker, Havertz bermain sebanyak 35 kali dengan sumbangan 4 gol dan 9 assist. Masuk musim 2018/2019, Havertz yang kala itu baru berusia 19 tahun kian menggila dengan membukukan 42 penampilan plus 20 kali menjebol gawang lawan di seluruh ajang kompetisi.

Jika ditotal hingga saat ini, Havertz sudah mengoleksi 139 penampilan bersama Leverkusen dengan torehan 38 gol dan 30 assist. Statistik tersebut terbilang hebat jika mempertimbangkan usianya yang baru 20 tahun.

Ya, teknik individu Havertz yang dilengkapi dengan kecepatan memang jadi senjata baru buat Leverkusen hingga mereka bisa lolos zona Liga Champions musim ini. Performa menterengnya itu sampai membuat Havertz diganjar dengan pemanggilan masuk skuat timnas Jerman untuk melakoni laga-laga kualifikasi Euro 2020.

Hamann sendiri tidak merasa terkejut dengan apa yang diperlihatkan Havertz, secara khusus di atas lapangan. Pria 46 tahun itu mengaku sudah tahu kualitas si pemain sejak di bangku akademi. Havertz pun dimiripkannya dengan Michael Ballack salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki timnas Jerman.


Baca Juga:



“Satu pemain yang paling berbakat di Jerman saat ini menurut saya adalah Kai Havertz di Leverkusen. Saya melihatnya tumbuh, dan saya tidak kaget bahwa kini orang-orang mulai melihat kualitasnya di lapangan.” ucap Hamann seperti dilansir dari
Sky Sports.

“Ia menjalani pertandingan-pertandingan dengan kendali, dia mengingatkan saya pada Michael Ballack. Dia terlihat punya kesan arogan tentang kualitas dirinya, namun dia bisa menggunakan kedua kakinya dengan sama baiknya, baik di udara dan sangat fleksibel.”

“Havertz sangat bagus saat dimainkan di depan, dia juga bisa bermain di banyak posisi pada lini tengah. Ia layak mendapat semua pujian yang kini diterimanya. Saya pikir dia pemain terbaik yang kami miliki di Jerman saat ini.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Timo Werner Diklaim Tidak Cocok Dengan Skema Permainan Liverpool

Vivagoal Bundesliga – Mantan pemain Liverpool, Dietmar Hamann mengungkapkan keraguannya Timo Werner bakalan bisa cocok dengan filosofi permainan yang diterapkan Jurgen Klopp di Liverpool.

Sebelum kompetisi diliburkan, Werner telah mampu melesakkan hingga 27 gol untuk RB Leipzig di semua ajang musim ini. Catatan gol yang gemilang ini secara langsung membuat Timo Werner banjir peminat dari beberapa klub top Eropa seperti Barcelona, Real Madrid dan Liverpool. Nama yang terakhir disebut jadi yang paling kencang dikaitkan dengan bomber berusia 23 tahun itu.

Bak gayung bersambut, Timo Werner juga terang-terangan mengungkapkan ketertarikannya bermain untuk The Reds. Ia bahkan sesumbar mengatakan bahwa gaya mainnya cocok dengan apa yang diperagakan Roberto Firmino Cs di bawah asuhan Jurgen Klopp selama ini.

Namun, rasa saling suka itu ternyata ditolak oleh Dietmar Hamann. Pria yang pernah memperkuat Liverpool periode 1999 hingga 2006 tersebut mengatakan bahwa Timo Werner tidak bakalan cocok dengan skema permainan Liverpool saat ini.

Hamann menilai Timo Werner adalah tipe pemain yang kurang efektif dalam pola permainan Liverpool yang banyak menyerang lewat sayap. Penyerang internasional Jerman itu dianggap tidak punya kualitas seperti Mohammed Salah dan Sadio Mane yang punya kecerdikan bermain di sisi lapangan sebelum melakukan cut in ke tengah untuk mencetak gol.

“Jika melihat gaya bermain Liverpool selama ini, saya pribadi tidak melihat Werner bisa cocok dengan itu. Hari ini di surat kabar dia (Werner) mengatakan tidak ingin pergi ke Bayern. Ia selalu bilang menyukai Klopp dan Liverpool, klub yang ingin ditujunya.” ucap Hamann seperti dilansir dari Goal International.


Baca Juga:



“Tapi masalahnya, Liverpool sudah punya dua penyerang terbaik di dunia, dan kebanyakan mereka bergerak dari sisi sayap yang ditopang dengan kecepatan dua fullback. Mohammed Salah dan Sadio Mane sama-sama terampil memainkan perannya, dan Liverpool bermain tanpa pemain bertipe seperti Werner.” Hamann menegaskan

“Jika anda lihat rekor golnya pada musim ini memang luar biasa, tapi Leipzig suka bermain dengan skema serangan balik, dan mereka bukan tim yang dominan dalam penguasaan bola. Saya tidak melihat Werner punya kualitas bermain di sisi sayap seperti Mane dan Salah.” demikian katanya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Sikap Liverpool Dikecam Dua Legendanya, Ada Apa?

Vivagoal Liga Inggris – Sepasang legenda Liverpool, Dietmar Hamann dan Danny Murphy mengecam Liverpool lantaran kebijakan mereka yang merumahkan 200 staff pasca Premier League batal dihelat pada akhir April mendatang.

Liverpool yang sukses mendulang keuntungan bersih sebesar 42 Juta Poundsterling musim lalu memutuskan untuk bersandar kepada pemerintah untuk membayar gaji para staffnya. Hal itu mereka lakukan sesuai dengan undang-undang ketenenagakerjaan Inggris. Dalam keadaan darurat, pemerintah bisa membantu 80 persen gaji pekerja dan Liverpool hanya perlu membayar sisanya.

Hal tersebut mematik reaksi keras dari mantan pemain Liverpool. Mereka menyebut the Reds tak layak menerima pertolongan dari Negara lantaran mereka mampu untuk membayar kewajibannya sendiri.

“Tercengang oleh kabar bahwa @LFC memanfaatkan skema furlough untuk mengklaim 80 persen gaji staf nonpertandingan dari pemerintah,” kicau Hamann di akun Twitter resminya, dinukil Goal International.


Baca Juga:


“Skema tersebut tidak dirancang untuk ini. Ini berlawanan dengan moral dan nilai-nilai klub yang saya kenal,” imbuh bekas gelandang internasional Jerman yang berkostum Merah dari 1999 hingga 2006 ini.

Di sisi lain, Danny Murphy mengkritisi kebijakan klub dalam kolomnya di Dialy Mail. Menurutnya, skema furlough bukan diperuntukan untuk tim Premier League yang sudah memiliki dana lebih dari cukup untuk membayar gaji para pemain dan staff mereka. Ia pun mengungkapkan kekecewaanya kepada klub.

“Saya pribadi kecewa dengan keputusan yang datang dari Liverpool karena ini bertentangan dengan semangat kebersamaan dan kesatuan yang selama ini selalu diidentikkan dengan klub, terutama dalam lebih dari 30 tahun terakhir sejak Hillsborough,” pungkasnya

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bayern Satu-satunya Tim yang Bisa Hentikan Liverpool

Vivagoal Bundesliga – Bayern Munchen disebut sebagai satu-satunya tim yang bisa mengalahkan Liverpool saat ini. Hal tersebut disampaikan langsung oleh legenda The Reds sendiri, yakni Dietmar Hamann.

Dietmar Hamann mengaku cukup ngeri melihat gaya bermain Bayern Munchen belakangan ini. Di bawah asuhan Hans-Dieter Flick, The Bavarians kembali bisa menunjukkan performa yang meyakinkan meskipun dianggap belum sempurna.

Baca juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay

Jika merujuk pada fakta musim lalu, Bayern Munchen dan Liverpool sempat berhadapan di babak 16 besar Liga Champions. Di Leg pertama yang dilangsungkan di Anfield, Bayern dibawah asuhan pelatih Niko Kovac mampu menahan imbang The Reds dengan skor kacamata.

Namun di Allianz Arena, mereka justru takluk 1-3. Kendati demikian, menurut Hamann, anak asuh Jurgen Klopp meskipun tengah digdaya, mereka tetap tidak boleh merasa jemawa. Pasalnya, andai musim ini kembali bertemu, pertarungan kedua tim diyakini oleh Hamann bakal berlangsung sengit dan ketat.

“Saat ini, sangat sulit mengalahkan Liverpool dalam format dua laga. Tapi saya pikir bila ada tim yang berbahaya dan bisa mengalahkan mereka dalam dua laga, itu hanya bisa dilakukan oleh Bayern. Dalam beberapa pekan terakhir, mereka mengalami perkembangan pesat,” ucap Hamann seperti dilansir dari Sport Bild.

Baca juga: Favre Tegaskan Haaland Belum Bisa Main Full Time, Kenapa?

“Bayern dalam dua tahun terakhir memang kurang bagus di kompetisi Eropa. Tapi perkembangan mereka saat ini sungguh impresif. Anda tidak bisa bermain lebih dominan dari mereka sekarang.” Hamann menegaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Kritik Untuk Coutinho Yang Malas Bantu Pertahanan

Vivagoal Bundesliga – Philippe Coutinho boleh dibilang sudah mulai menunjukkan perkembangan bagus di Bayern Munchen. Tapi legenda timnas Jerman, Dietmar Hamann memberi satu kritik untuk Coutinho yang disebut kadang malas membantu pertahanan.

Sejak didatangkan dari Barcelona dengan status pemain pinjaman pada bursa transfer musim panas kemarin, pemain berjuluk O Magico itu langsung menjelma jadi pemain yang benar-benar dibutuhkan Bayern pasca kepergian Franck Ribery dan Arjen Robben.

Baca juga: Tiga Klub Top Eropa Siap Berebut Tanda Tangan Muller

Sejauh ini Coutinho sudah tampil di 10 laga Bayern di semua kompetisi dengan membukukan dua gol dan empat assist. Dari 10 laga itu, pelatih Bayern, Niko Kovac bahkan tidak lagi mengandalkan Thomas Mueller yang sejak 2006 menjadi langganan starter di pos penyerang.

Kini, Kovac lebih nyaman menerapkan skema 4-2-3-1 dengan Coutinho sebagai playmaker yang bertugas menyuplai bola ke Lewandowski sementara Mueller di parkir di bench pemain cadangan. 

Keputusan ini memang terbukti membuat lini serang Bayern jadi jauh lebih berbahaya. Total ada 35 gol yang tercipta dari 11 laga yang sudah dijalani Bayern di semua kompetisi musim 2019/2020 ini. Tapi bagi Dietmar Hamann, apa yang dilakukan mantan pemain Liverpool itu belum cukup. Menurut Hamann, Coutinho pemain yang malas membantu pertahanan.

“Bagi saya, Coutinho masih seperti orang asing dalam tim. Saya bahkan tidak bisa ingat situasi yang dalam dirinya saat membangun serangan. Jika anda punya pemain seperti Coutinho dan dia tidak menunjukkan sesuatu yang spesial, maka anda bakal dapat masalah.” ujar Hamann dilansir dari Sport Bild.

Baca juga: Kalah dari Inter, Dortmund Usung Misi Balas Dendam

“Dia tidak pernah membantu pertahanan, tentu saja penampilannya sudah membaik ketimbang saat masih membela Barcelona, tapi semua itu belumlah cukup.” tegas Hamann.

“Dia masih punya 30 sampai 35 pertandingan sisa, jadi dia harus terus bisa menunjukkan penampilan yang bagus. Dia masih berstatus pemain pinjaman dari Barcelona sampai akhir musim, Bayern bisa saja enggan mempermanenkan dirinya.” Hamann menuturkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Lewandowski Tanggapi Dingin Kritikan Legenda Bayern

VivagoalBundesliga – Penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski menanggapi dingin komentar Dietmar Hamann yang menuding dirinya terlalu individualis selama bermain untuk Die Roten.

Hamann melontarkan komentar keras terhadap Lewandowski usai Bayern ditekuk Leverkusen dengan skor 1-3 di lanjutan pekan ke-20 Bundesliga Jerman akhir pekan lalu. Di laga tersebut, Lewandowski bermain penuh selama 90 menit namun gagal mencetak gol dari empat peluang yang diperolehnya.

Dengan kekalahan tersebut, The Bavarians harus turun satu peringkat ke posisi tiga klasemen dan tercecer dalam perburuan gelar juara liga musim ini dari rival beratnya, Borussia Dortmund.

“Saya pikir Lewandowski adalah simbol sebuah masa di Bayern. Tapi entah kenapa saya begitu yakin jika dia seorang yang individualis.” ujar Hamann dikutip dari Sports Bild.

Lewandowski sendiri memilih untuk tidak terlalu menanggapi komentar pedas seniornya di Bayern itu. Menurutnya, ia sudah berusaha bermain bagus, termasuk saat membantu Bayern lolos ke babak perempat-final DFB-Pokal setelah menyingkirkan Hertha Berlin dengan skor ketat 3-2, Kamis (7/2/2019) kemarin.

Meski tidak mencetak gol, namun Lewandowski punya peran besar dalam proses penciptaan gol yang dicetak Serge Gnabry dan Kingsley Coman.

Di sisi lain, Lewandowski juga sudah melesakkan 24 gol dan 9 assist dalam 28 penampilan bersama Bayern di semua ajang kompetisi musim ini.

“Saya memilih fokus ke pekerjaanku, dan pertandingan-pertandingan di Piala Jerman yang memang selalu sulit dimainkan.” kata Lewandowski dikutip dari ESPN FC.

“Kami berhasil memenangi laga kontra Hertha, dan saya tidak terlalu tertarik dengan seseorang yang bercerita buruk tentangku, terlebih kalau komentarnya benar-benar bodoh, karena kurasa Hamann tidak tahu banyak soal taktik.” sembur Lewandowski.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS