Tag: Egy Maulana Vikri

Dirumorkan dengan Klub Slovakia, Egy MV Diambang Rekor Baru

Vivagoal – Berita Bola –  Masa depan Egy Maulana Vikri bersama Lechia Gdansk ramai diperbincangkan. Pesepakbola 20 tahun itu  dikabarkan bakal dilepas pada bursa transfer musim panas 2020.

Menurut laporan @jeziorosportu, Lechia Gdansk bakal melepas pemain asal Sumatera itu dengan banderol mencapai 300 ribu euro atau setara Rp 4,8 miliar. Raksasa Slovakia, Slovan Bratislava diklaim tertarik kepada top scorer Piala AFF U-18 2017 itu.

Kesempatan hengkang ke Slovan Bratislava sendiri pantang  dilewatkan Egy. Pasalnya, Slovan Bratislava adalah klub dengan tradisi juara di Liga Slovakia. Sejak kompetisi professional digelar di Slovakia tahun 1993, Slovan Bratislava menjadi klub tersukses dengan torehan 10 trofi, unggul tiga gelar dari MSK Zilina.

Andai Egy gabung ke Slovan Bratislava, peluang Egy untuk mencetak sejarah besar sebagai pemain Indonesia pertama yang bisa mencicipi ketatnya persaingan Liga Champions Eropa.

Saat ini sudah ada 28 tim yang dipastikan mengambil bagian di Kualifikasi I Liga Champions 2021, termasuk Slovan Bratislava.


Baca Juga:


Meski demikian, untuk tampil di Fase Grup Liga Champions musim depan, tim asuhan Jan Kozak perlu memenangkan dua pertandingan di Kualifikasi I, setelahnya  mereka akan melakoni dua pertandingan di Kualifikasi II, Kualifikasi III dan play off.

Selalu update berita terbaru seputar  Berita Bola Terbaru hanya di Vivagoal.com

Proses Evan Dimas Jadi Bintang Lebih Berat Ketimbang Egy Maulana Vikri

Vivagoal – Liga Indonesia – Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengungkapkan awal-awal dirinya berhasil menemukan bakat Evan Dimas dan Egy Maulana Vikri. Dia mengaku kalau proses membentuk Evan lebih berat daripada Egy.

Seperti diketahui, Evan Dimas dan Egy Maulana Vikri namanya mulai mengilap saat di bawah komando Indra Sjafri. Evan bersinar bersama Timnas Indonesia U-19 saat berhasil menjadi kampiun Piala AFF U-19 2013 lalu

Indra menyebut saat itu, banyak yang tak yakin dengan bakat alami  Evan. Lalu, dia mencoba mengasah kemampuan mantan pemain Barito Putera tersebut hingga bisa seperti sekarang ini.

“Evan Dimas dilihat dari kemunculannya, dari dia muncul proses dengan susah payah. Pernah tes di Ragunan sebagai sekolah olahraga, dia tak lolos. Pernah tes di SAD juga tidak lolos,” kata Indra Sjafri dilihat dari kanal YouTube Hanif Sjahbandi dan Rendy Juliansyah, Hanif & Rendy Show.

Kemudian untuk Egy Maulana Vikri. Pemain yang dijuluki sebagai Lionel Messi-nya Indonesia ini bersinar saat membela Timnas U-19 Indonesia. Egy sukses meraih predikat top skorer sekaligus pemain terbaik Piala AFF U-19 2017 dan jadi yang terbaik di ajang Turnamen Toulon di Prancis.


Baca Juga:



“Egy ketahuan di festival grassroot di Medan. Setelah itu ia langsung dipanggil masuk ragunan. Perjuangan beda, Evan lebih barat,” pungkas Indra Sjafri.

Untuk diketahui, Evan Dimas kini jadi salah satu andalan Persija Jakarta. Sementara Egy Maulana Vikri sudah mencicipi ketatnya kompetisi Eropa dengan bermain bersama klub asal Polandia, Lechia Gdańsk.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Asa Tinggi Egy MV Guna Terus Berkiprah di Eropa

Vivagoal Berita Bola – Dua musim sudah Egy Maulana Vikri berkiprah di Eropa bersama Lechia Gdanks. Meski begitu, ia masih kesulitan menembus tim utama. Namun pemain asal Petak Sembilan mengaku enggan menyerah tuk menggapai mimpu tampil reguler di klub.


Baca Juga:


Egy saat ini masih memiliki kontrak hingga setahun ke depan. Dua musimnya di Polandia lebih banyak dihabiskan di tim cadangan. Sejauh ini, ia baru mengemas tiga laga bersama tim Senior. Ia bakal bekerja keras dan membuktikan diri layak untuk diperhtungkan tampil di tim utama.

“Ya, pasti target saya ingin main, ingin mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain untuk menunjukkan diri. Saya juga mau melihat ke depan lagi apa yang harus saya lanjutkan,” kata Egy saat telewicara dengan Menpora Zainudin Amali melalui Live Instagram, Minggu (10/5) kemarin.

“Saya belum tahu ke depannya yang pasti saya belum menyerah dan mempunyai rasa penasaran. Saya harus berjuang benar-benar di bawah. Waktu saya ke sini belum apa-apa, belum ada yang tahu saya, jadi ya mulai dari nol lagi saja. Semoga bisa masuk 18 pemain utama di sisa kontrak, amin,” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Andai Tak Main di Piala Dunia, Wonderkid Indonesia Tak Menyesal, Kenapa?

Vivagoal Berita Bola – Wonderkid Indonesia, Egy Maulana Vikri mengaku tak bakal kecewa andai dirinya gagal membela Timnas U-20 pada ajang Piala Dunia yang bakal dihelat pada 2021 mendatang.


Baca Juga:


Saat ini, Egy bakal berusia 21 tahun kala event tersebut digelar. Namun ia yakin masih banyak sosol lain yang lebih kapabel guna mengharumkan nama bangsa di pentas internasional yang bakal dihelat tahun depan itu.

“Enggak bisa, Pak. Saya lebih satu tahun (usianya),” ucap Egy menjawab pertanyaan dari Kemenpora Zainudin Amali melalui sesi live Instagram Minggu kemarin. “Banyak warga Indonesia, dan saya berharap pastinya pemain-pemain U-20 nanti, mereka memberikan yang terbaik,” papar Egy.

Menurutnya, bermain di Piala Dunia menjadi lahan yang harus diseriusi pemain muda Indonesia guna buktikan diri layak mentas di luar negeri bahkan Eropa. Menurutnya, talent Scouting dari berbagai klub berkelas Internasional bakal hadir guna memantau langsung perkembangan pemain muda yang berkiprah di kompetisi tersebut.

“Jadi ini kesempatan emas yang jarang dimiliki orang lain. Jadi kalian harus memanfaatkan kesempatan ini, dan jangan mau kalah. Semoga bisa sukses, dan membawa bangga Indonesia,” pungkas pemain Lechia Gdanks itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Egi MV Sebut Jalani Puasa di Polandia Cukup Berat, Kenapa?

Vivagoal Berita Bola – Wonderkid Indonesia yang tengah mengadu nasib di Polandia, Egy Maulana Vikri mengungkapkan jika menjalani ibadah puasa di Polandia merupakan hal yang sulit. Terlebih, ia juga tetap harus berlatih dengan intensitas tinggi.

“Alhamdullilah saya belum ada batal puasa. Saya masih menjalani puasa seperti biasa dengan normal,” kata Egy seperti dikutip detikSport dalam sesi live Instagram bersama Menpora Zainudin Amali, Minggu (10/5) sore.

Menurut Egy, waktu berbuka di Polandia lebih panjang dibandingkan di Indonesia. Selain itu, ia juga masih harus menjalani latihan bersama Lechia Gdanks yang siap berkompetisi kembali pasca pandemic Corona.

“Awalnya susah karena selain puasa harus latihan juga, intensitas tinggi pula. Durasi berpuasa sampai berbuka juga lama banget mulai 2.30 sampai 8.30. Jadi berat. Tapi setelah beberapa hari dijalani sudah terbiasa dan tak ada masalah,” sambung pemain asal Medan ini.


Baca Juga:


Meski begitu, dua orang pemain Lechia yang menemaninya berpuasa lantaran beragama Islam. Ketiganya pun kerap puasa dan beribadah bersama. Ia juga mengaku merindukan momen-momen Ramadan. Kolak buatan rumah merupakan makanan yang dirindukannya selama Ramadan.

“Kolak (menjadi makanan) yang paling dirindukan. Biasanya kalau saya kembali ke Indonesia suka membawa makanan ke sini. Tapi sekarang (setok) sudah habis. Jadi tak ada makanan Indonesia,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Statistik Egy MV di Liga Polandia Menurun Drastis, Ada Apa?

Vivagoal Berita Bola – Statistik wonderkid Indonesia, Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk jauh dari kata memuaskan. Minimnya menit bermain jadi penyebab.

Jebolan SKO Ragunan tersebut bermain di final Piala Super Polandia saat klubnya melawan Piast Gliwice, 13 Juli 2019 lalu. Pada laga tersebut, Egy hanya tampil sebagai pelengkap  dengan bermain tak lebih dari satu menit dalam kemenangan 3-1 Lechia Gdansk.

Teranyar, pelatih Lechia, Piotr Stokowiec kembali memberikan kesempatan kepada Egy Maulana untuk tampil saat Lechia menghadapi Wisla Krakow, 28 Juli 2019 di ajang Liga Polandia.

 Di laga ini, Egy tampil selama 45 menit namun sayang, ia gagal membawa timnya menang karena hanya bisa bermain imbang 0-0 dengan Wisla Krakow sepanjang 90 menit laga berlangsung.

Baca Juga: Manchester City Tetap Dianggap Gagal Bila Belum Mampu Juarai Liga Champion

Minimnya kesempatan bermain yang didapatkan Egy bersama Lechia, yakni dengan tampil dua kali sepanjang sepanjang musim 2019/20 berlangsung membuat ratingnya sebagai pemain sangat buruk.

Situs trojmiasto.pl memberikan rating kepada pemain berusia 19 tahun tersebut hanya sebesar 3.54. Tapi, angka tersebut bisa menjadi lebih baik andaikan Egy kembali dipercaya sang pelatih di sisa musim ini. 

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

5 Pemain Lokal Indonesia yang Memiliki Mobil Mewah

Vivagoal 5 Fakta – Atlet sepak bola Indonesia memang hidup tidak semewah para pejabat di Indonesia. Gaji mereka pun belum bisa disetarakan dengan pesepakbola dunia.

Namun bila dibandingkan dengan pegawai swasta biasa, gaji mereka bisa dibilang cukup besar. Terbukti bahwa mereka bisa hidup dengan beberapa kemewahan.

Tidak hanya rumah, beberapa pemain bola Indonesia dilaporkan juga memiliki mobil mewah seperti Nissan GTR, Mini Cooper dan lain-lain.

Banyak publik yang penasaran dengan tunggangan mewah para pemain sepakbola Indonesia. Untuk itu, tim kami akan sedikit mengulik beberapa pemain bola Indonesia yang memiliki mobil mewah.

Berikut VIGO merangkum 5 Pemain Lokal yang memiliki mobil mewah:

1. Hamka Hamzah

Hamka Hamzah

Mantan kapten Arema FC ini mengoleksi mobil mewah legendaris yang sering diperlihatkan di film berjudul Fast and Furious.

Diketahui, Hamka Hamzah memiliki mobil Nissan GTR yang diproduksi tahun 2007 dengan mesin 3,8 L V6. Seperti mobil sport mewah pada umumnya, Nissan GTR hanya memiliki dua pintu.

Desain eksterior Nissan GT-R milik pemain yang berkostum Persita Tangerang terlihat keren dan modern. Adapun interior Nissan GT-R juga memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan memadahi untuk mobil sport.

Bila melihat harga pasarannya, mobil yang digunakan Hamka Hamzah lebih dari Rp 2 miliar. Adapun yang bekas dibanderol dengan harga Rp 1,4 miliar.

Sampai sekarang, informasi soal gaji pemain sepakbola Indonesia berbadan tinggi besar ini gak pernah terkuak. Paling yang sempat rapai itu soal keterlambatan gaji pada April 2018.

Lechia Gdansk Senang Liat Performa Wonderkidnya di Sea Games 2019

Vivagoal – Liga Indonesia– Kontestan Liga Utama Polandia, Lechia Gdansk senang dengan performa Wonderkid mereka Egy Maulana Vikri yang sukses hantarkan Timnas U-22 ke partai final cabang olahraga Sea Games 2019.

Teranyar, Timnas U-22 sukses menuntaskan permainan Myanmar berkat kemenangan 4-2 di fase semifinal, Sabtu (7/12) kemarin. Egy pin menjadi inspirator kemenangan tim berkat aksi-aksi gemilangnya. Teranyar ia sukses mengemas satu gol dan satu assist untuk timnas. Ia pun ditarik keluar pada menit ke-105 dan digantikan oleh Witan Sulaiman.

“Egy Maulana Vikri turut mencetak gol bagi Timnas Indonesia U-22,” tulis judul sebuah artikel di website Lechia Gdansk. “Egy bersama Timnas Indonesia U-22 akan bermain di final SEA Games 2019,” ujar peserta Ekstraklasa Liga Polandia itu di akun Twitternya, @LechiaGdanskSA.

Baca Juga: Menpora Bakal Beri Dukungan Langsung di Laga Final Sepakbola Sea Games 2019

“Gelandang Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri mencetak satu gol untuk Timnas Indonesia U-22 dalam kemenangan 4-2 atas Myanmar. Egy juga membuat satu assist untuk gol pertama timnya. Pada menit ke-105, Egy digantikan oleh Witan Sulaeman,” bunyi isi artikel di laman Lechia Gdansk tersebut.

Sejauh ini, Egy sudah mengemas empat gol untuk Timnas. Ia menjadi pemain kedua yang produktif di bawah Osvaldo Haay yang telah mengemas 8 gol di ajang multi olahraga tersebut. Terdekat, timnas akan melakoni laga final Sea Games 2019 kontra Vietnam di Rizal Memorial Stadium, Selasa (10/12) mendatang.

Selalu update berita Liga Indonesia terbaru hanya di Vivagoal.com

Ditantang Iran, Egy Bakal Jadi Poros Permainan Timnas

Vivagoal – Liga Indonesia – Tim Nasional Indonesia U-22 bakal berduel dengan Timnas Iran sebelum berangkat menuju SEA Games Manila. Kedua kesebelasan akan bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (13/11/2019) malam.

Pemilihan Iran sebagai lawan uji coba bukan tanpa alasan. Secara level permainan, Iran berada satu level diatas pasukan Garuda Muda.

Menghadapi Iran membuat Timnas Indonesia U-22 bisa mengukur kekuatan mereka. Jika mampu meraih kemenangan, kualitas Timnas Indonesia U-22 bisa dikatakan sudah selangkah lebih maju dari peserta penyisihan grup SEA Games.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Sebelumnya, Timnas Indonesia U-22 sudah tiga kali menggelar pertandingan uji coba melawan Cina, Yordania, dan Arab Saudi. Namun, mereka hanya mampu bermain imbang melawan Arab Saudi dan sisanya berakhir dengan kekalahan.

Secara kualitas, skuat besutan Indra Sjafri memang tidak terlampau ketinggalan dari para pemain Iran U-23. Adapun Egy Maulana Vikri bakal bakal jadi poros permainan Indonesia di laga nanti. Torehan 15 gol dari 16 pertandingan jadi bukti kehebatannya. 

Selain itu, skema permainan Indra Sjafri yang mengandalkan kecepatan cocok dengan gaya main winger 19 tahun itu. Dimana bersama Lecia Gdanks, Egy kerap di plot sebagai sayap.

Selalu update berita Liga Indonesia terbaru hanya di Vivagoal.com

Wonderkid Indonesia Akui Tak Kesulitan Adaptasi di Garuda Muda

VivagoalLiga Indonesia – Wonderkid Indonesia yang bermain untuk Lechia Gdanks, Egy Maulana Vikri mengaku tak kesulitan beradaptasi dengan pemain lainnya. Timnas U-22 sendiri tengah menjalani pemusatan latihan (TC) di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (2/10).

Ia pun mengaku tak mempermasalahkan cuaca di Indonesia karena di Polandia, tempatnya bermain, sedang masa transisi dari musim panas ke musim dingin. Ia pun mengaku hanya jetlag pasca penerbangan yang memakan waktu berjam-jam itu.

“Secara latihan sudah normal saja. Tak ada bedanya cuaca disini dengan di Polandia. Saa juga sudah saling tahu dengan rekan satu tim jadi tak kesulitan untuk adaptasi,” buka Egy, seperti dilansir Goal

Timnas U-22 sendiri akan menjalani turnamen mini di China sebelum akhirnya turun di Sea Games 2019. Tahu ada turnamen di luar negeri, Egy menyambut positif rangkaian timnas itu.

Baca Juga: Jelang Sea Games 2019, Indra Sjafri Geber Persiapan Garuda Muda

“Ini baru mulai TC lagi buat persiapan ke SEA Games dan bagusnya ada turnamen di Tiongkok nanti yang lawannya juga kuat dan itu bagus buat kami mengetahui letak kesalahan dan permainan kami yang diinginkan pelatih untuk persiapan SEA Games nanti,” jelas Egy.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com