Tag: Financial Fair Play

Pelatih Kawakan Ini Desak Reformasi Financial Fair Play

Vivagoal Serie AEks pelatih Arsenal, Arsene Wenger, yang kini menjabat sebagai kepala pengembangan sepakbola global FIFA menyebut aturan  Financial Fair Play (FFP) perlu dibenahi guna memudahkan investor untuk berinvestasi.

FFP sendiri pertama kali digunakan pada musim 2011/12. Skema klub tidak mengeluarkan uang lebih dari yang mereka dapatkan diharapkan melindungi keberlangsungan klub-klub.

Wenger lantas menyambut positif keberlangsungan FFP saat ini. Namun ia melihat hal tersebut juga menjadi penghambat bagi klub-klub kecil yang tengah naik daun untuk berkembang secara finansial dari investor besar.

“Saya lebih suka otoritas melakukan pengecekan lebih ketat terhadap manajemen klub daripada menerapkan sejumlah larangan dan pembatasan. Kita harus lebih menghargai manajemen yang berkualitas dan mendukung mereka untuk berkembang.

“Saya juga lebih suka membuka hal-hal baru untuk investasi yang sekarang dilarang oleh FFP. Klub-klub yang mendominasi Eropa saat ini melambung karena investasi yang telah dilakukan sebelum FFP. FFP telah mencegah klub yang sedang naik daun untuk melakukan investasi yang lebih besar,” ujar Wenger pada L’Equipe. 

Dinasti FFP

Lebih lanjut Wenger mengatakan  klub-klub besar Eropa memanfaatkan regulasi FFP untuk keuntungan mereka sendiri. Dimana dinasti bisa saja terbentuk tanpa adanya rivalitas.

“Aturan-aturan yang ada membentuk sebuah hirarki. Klub-klub besar akan semakin dominan dan mereka semua berjuang agar regulasi FFP diterapkan semaksimal mungkin sehingga kompetisi yang ketat tidak akan tercipta.


Baca Juga:


“Memantau manajemen klub secara ketat, ya, memverifikasi dari mana datangnya uang, ya, tetapi kita juga harus mendorong orang-orang untuk berinvestasi di sepakbola. FFP harus lebih fleksibel dan mendukung jalannya investasi.

“Kita harus mengontrol cara kerja klub, bukan mengatur bagaimana mereka bekerja. Jika sebuah klub dengan kemampuan finansialnya meyakini tidak mengambil risiko apapun ketika membeli pemain seharga €150 juta, maka di mana masalahnya?,” tutup Wenger

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Salah Satu Bintang City Isyaratkan Hengkang dari Etihad, Jika…

Vivagoal Liga Inggris – Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne mengatakan akan mempertimbangkan masa depannya di sana andai klub harus absen bermain di kompetisi Eropa.

Manchester City mendapat sanksi UEFA berupa larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). Mereka juga harus membayar denda 30 juta euro setelah terbukti memanipulasi dana sponsor dalam laporan keuangan pada periode 2012-2016.

Pihak City sudah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS). Namun belum diketahui kapan putusan final akan dikeluarkan.

Situasi tersebut jelas membuat para pemain cemas termasuk De Bruyne. Absen bermain di Liga Champions selama dua musim jelas akan membuatnya kesulitan.

“Klub telah memberitahu kami bahwa mereka akan mengajukan banding atas keputusan itu, dan mereka 100 persen yakin bahwa mereka berada di pihak yang benar,” ucap De Bruyne kepada media Belgia, Het Laatste Nieuws dilansir dari Metro.

“Saya percaya dengan klub saya, jika mereka mengatakan itu benar, maka saya percaya mereka. Kami akan menunggu dan melihat apa yang terjadi. Setelah ada keputusan akhir saya akan menentukan sikap.”




“Dua tahun [tanpa sepakbola Liga Champions] adalah waktu yang panjang. Satu tahun adalah sesuatu yang masih saya bisa atasi,” tambahnya.

Jelas di usianya yang masih 28 tahun, absen di Liga Champions selama dua musim akan mengganggu kariernya. De Bruyne sendiri masih memiliki kontrak di City hingga 2023 mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Mantan Rival Prediksi City Bakal Aman dari Sanksi

Vivagoal Liga Inggris –Legenda Manchester United, Gary Neville menyebut jika Man City bakal lolos dari jerat hukuman UEFA. Ia yakin mantan rivalnya memenangkan banding di Pengadilan Abitrase Olahraga (CAS)

“Saya pikir City akan mengalahkan FFP ini,” kata Neville dikutip dari Sky Sports News, dinukil Goal International. “Saya pikir City akan mengalahkan mereka di pengadilan. Kasus ini akan bergulir lama di pengadilan, namun pada akhirnya saya pikir City bakal menang.”

Baca Juga: Guardiola: Saya Tetap Disini Meski City Harus Main di League Two

Pria yang kini bertransformasi menjadi pundit menyebut apa yang dilakukan UEFA tak berdasar. Bahkan dengan lantang, jebolan Class of 92 menyebut otoritas tertinggi sepakbola Eropa merupakan organisasi yang tak memiliki harapan.

City memang terancam sanksi pelanggaran Financial Fair Play (FFP) karena mereka disebut bersalah karena menggelembungkan dana sponsor. City dihukum tidak boleh mentas di Eropa. Selain itu, mereka juga diganjar denda sebesar 30 Juta Euro. Namun pasukan Pep Guardiola masih berhak mengajukan banding atas tuntutan tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Wenger: Taat Peraturan Lebih Penting Dari Kemenangan

Vivagoal Liga Inggris – Arsene Wenger yang kini berstatus kepala pengembangan sepakbola global di FIFA menekankan jika setiap klub harus menaati peraturan termasuk Financial Fair Play. Jika tidak, maka tindakan tegas wajib dilakukan.

Manchester City sendiri berencana akan banding kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Andai mereka benar terbukti bersalah, maka Wenger meminta untuk tidak ada keringanan hukuman. Akan menjadi hal yang memalukan jika CAS justru memberi reduksi hukuman.

Baca juga: Hampir Juara, Liverpool Diklaim Masih Punya Mental Underdog, Kok Bisa?

“Penting bagi semua klub untuk bekerja sesuai dengan pendapatan mereka yang sesungguhnya. Aturannya sudah dibuat, begitu bukan,” kata Wenger, dikutip oleh Metro.

“Yang tidak menghargai aturan itu dan berusaha untuk mengakalinya harus dihukum. Jika benar terbukti hal itu dilakukan secara sengaja, maka mereka tak boleh dibiarkan bebas,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wenger mengatakan jika tujuan utama dalam sepak bola tentu saja kemenangan. Namun kemenangan harus diraih dengan cara terhormat.

“Tujuan dasar olahraga tentu meraih kemenangan. Tapi dengan cara menaati aturan. Dalam olahraga apapun, kita selalu merayakan tim yang jadi juara, tapi penting juga mengetahui mereka tunduk pada aturan atau tidak,” lanjut Wenger.

Baca juga: Andai Disanksi, Sterling Masih Berikan Angin Surga tuk City

“Kalau hal itu terjadi, maka itu bukanlah olahraga yang sebenarnya. Kalau sudah ikut kompetisi maka mereka harus tunduk pada aturan,” tandas eks pelatih Arsenal tersebut.

Seperti diketahui, City menerima sanksi berat berupa larangan mentas di kompetisi Eropa untuk dua musim ke depan. Mereka juga harus membayar denda 30 juta euro. Kedua sanksi tersebut diberikan setelah City dinyatakan bersalah oleh UEFA karena penggelembungan pendapatan klub pada 2012-2016 silam.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sepanjang 2019, Chelsea Rugi 1,78 Triliun

Vivagoal Liga Inggris – Dua tau belakangan Chelsea sebagai tim besar di Eropa selalu meraup keuntung. Tapi tahun 2019, mereka terpaksa merugi. 

Mereka tercatat mengalami kerugian sebesar 96.6 juta pounds sepanjang tahun 2019 kemarin. Penyebabnya mereka hanya manggung di Liga Eropa dan membuat pemasukan klub mengecil.

Sebaliknya, pengeluaran membengkak lantaran klub melakukan pergantian pelatih dan perekrutan sejumlah pemain top seperti Christian Pulisic, Mateo Kovacic, Kepa Arrizabalaga dan Jorginho.

Baca Juga: Liverpool dan Real Madrid Bersaing Dapatkan Bek Sevilla

Kendati mengalami minus dalam jumlah yang signifikan, namun Direktur Chelsea Bruce Buck menegaskan bahwa keuangan Chelsea masih aman dari sanksi Financial Fair Play (FFP).

“Pertumbuhan pemasukan yang konsisten dan juga manajemen keuangan yang teliti membuat klub ini berhasil membuat investasi yang bagus pada staff dan pemain namun tetap berada dalam batasan UEFA terkait Financial Fair Play.

“Hal itu berkontribusi kepada keberhasilan kami di Liga Europa pada tahun 2018/2019 dan kami berhasil kembali ke kompetisi kasta tertinggi musim ini (Liga Champions),” katanya. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Cristiano Ronaldo Komentari Tingginya Perputaran Uang di Sepak Bola Eropa

Vivagoal Serie ATak bisa dipungkiri pasar transfer pemain sepak bola kian menggila belakang ini. Beberapa klub dengan sumber dana kuat membuat perputaran uang di bursa transfer kian tak masuk akal. 

Menebus jasa seorang pemain dengan nominal 100 juta euro sudah jadi hal lumrah dewasa ini. Karenanya FIFA  coba membendung perputaran uang yang kian tinggi dengan aturan Financial Fair Play. 

Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo pun angkat suara soal tingginya perputaran uang di kancah sepak bola. Menurutnya  beberapa transfer tak layak dihargai 100 juta euro atau bahkan lebih.

Baca Juga: Selain Icardi, Napoli Incar Striker Gaek asal Spanyol

“Sulit untuk membuat perhitungan pasti dalam sepak bola modern saat ini. Klub bertaruh begitu banyak pada potensi dan industri sepak bola yang berbeda.

“Mengesampingkan harga transfer Joao Felix [126 juta euro], setiap pemain bisa saja dibeli dengan harga 100 juta euro bahkan ketika dia belum meraih apa pun,” buka Ronaldo kepada TV1 dikutip dari Marca.

Joao Felix, Eden Hazard dan Antoine Griezmann merupakan deretan pemain dengan harga transfer maha. Namun demikian masih ada banyak kandidat lain yang masih akan menambah begitu besarnya perputaran uang di musim panas ini seperti Paul Pogba [150 juta euro] serta Neymar [lebih dari 200 juta euro].

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Tersandung Masalah FFP, Milan Resmi Dicoret dari Liga Europa Musim 2019/20

Vivagoal Serie A – AC Milan dipastikan tidak akan turut serta pada gelaran UEFA musim depan. Hal ini setelah mereka dinyatakan bersalah atas pelanggaran Financial Fair Play.

Milan sendiri musim lalu berhasil finis di peringkat lima klasemen akhir Serie-A. Hal tersebut membuat mereka secara otomatis lolos ke fase grup Liga Europa musim depan.

Baca juga : Milan Korbankan Donnarumma Demi Terhindar dari Sanksi FFP

Hanya saja keputusan tersebut dibatalkan setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mendakwa Rossoneri melakukan pelanggaran serius terhadap FFP.

“Pengadilan Arbitrase Olahraga [CAS] telah mengeluarkan keputusan terkait perjanjian antara AC Milan S.p.A dengan Badan Sepakbola Eropa (UEFA) berkaitan dengan pelanggaran peraturan Financial Fair Play (FFP) yang dilakukan tim asal Italia tersebut,” bunyi pernyataan resmi CAS yang dikutip Football Italia.

“Keputusan yang dikeluarkan Mahkamah Adjudikasi Badan pengawasan keuangan klub-klub UEFA dengan nomor AC-05/2018 di tanggal 20 November ditangguhkan.”

“Keputusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Investigasi Badan pengawasan keuangan Klub-klub UEFA pada tanggal 10 April 2019 juga dikesampingkan.”

“Dua poin di atas resmi digantikan dengan perintah “AC Milan dikeluarkan dari partisipasi mereka di kompetisi klub UEFA untuk musim 2019/2020 sebagai konsekuensi dari pelanggaran FFP selama tahun 2015/2016/2017 dan pada periode pengawasan 2016/2017/2018.”

Baca juga : Edin Dzeko Semakin Dekat ke Kota Milan

Slot Milan sendiri nantinya akan digantikan oleh peringkat enam, AS Roma. Sedangkan Torino yang finis peringkat tujuh akan mengikut babak kualifikasi Liga Europa menggantikan posisi AS Roma.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Marseille Bakal Jual Semua Pemain Bintangnya, Kenapa?

Vivagoal Ligue 1  –  Krisis finansial benar-benar memukul Olympique Marseille musim panas ini. Klub asal Ligue 1 Prancis itu terancam harus melego hampir separuh pemain bintangnya jika ingin pulih dari hantaman krisis sekaligus terhindar dari ancaman aturan Financial UEFA. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Marseille sendiri sudah berada dalam investigasi UEFA sejak bulan September 2018 lalu. Situasi kain sulit ketika Les Phoceens gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan karena hanya finish di urutan ke-5 klasemen akhir. Rencana cuci gudang pun menyeruak, dimana ada 6 pemain utama yang harus dilepas pada bursa transfer musim panas ini.

Dari keenam pemain yang rencananya bakal dilepas, Florian Thauvin, Dimitri Payet, Kevin Strootman dan Morgan Sanson yang diyakini bakal dilepas karena nama-nama tersebut memang sudah lama diincar oleh klub-klub top Eropa.

Untuk Florian Thauvin misalnya, Arsenal disebut-sebut tertarik memboyongnya ke Emirates Stadium musim panas ini. Winger 26 tahun itu memang tampil cukup impresif musim 2018/2019 kemarin dengan membukukan 18 gol dan 9 assist dari 38 penampilan di semua kompetisi.

Baca Juga:  Villas-Boas Mau Loloskan Marseille ke Liga Champions

Sementara itu, Dimitri Payet sedang dihubung-hubungkan dengan Everton, Leeds United dan West Bromwich Albion. Namun, gaji yang tinggi membuat semua klub papan tengah Liga Inggris itu menahan diri untuk merealisasikan transfer Payet. Sebagai informasi, gaji Payet di Marseille saat ini adalah 109 ribu pounds per pekan atau sekitar Rp 1,9 miliar per minggunya.

Di sisi lain, Kevin Strootman yang baru saja didatangkan dari AS Roma sudah dipersilahkan angkat kaki dari Stade Velodrome oleh Presiden klub, Jacques-Henry Eyraud. MU dan Everton disebut menjadi peminat gelandang asal Belanda itu.

Sedangkan Morgan Sanson kabarnya sedang diminati oleh Arsenal dan Tottenham Hotspurs. Selain dua klub asal Inggris itu, gelandang 24 tahun itu juga diminati Sevilla dan Valencia.

Diharapkan dari hasil penjualan semua pemain andalannya, Marseille bisa menutupi masalah keuangan mereka. Karena tidak, Marseille dipastikan terdegradasi ke divisi dua dan ini bakal jadi preseden buru sebagai satu-satunya tim asal Ligue yang bisa menjuarai Liga Champions hingga saat ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

Barcelona Harus Jual Tiga Pemainnya Sebelum Akhir Juni, Kenapa?

VivagoalLa Liga Barcelona kini tengah harap-harap cemas. Tim asal Catalan tersebut diwajibkan menjual beberapa pemain untuk menstabilkan neraca keuangan mereka sebelum akhir Juni. Mereka membutuhkan dana segar guna terhindar dari sanksi Financial Fair Play (FFP) yang siap menanti.

Menurut laporan Marca, beberapa pemain dari tim utama diharuskan meninggalkan tim pada Bulan Juni. Pasalnya, mereka butuh dana segar untuk menstabilkan keuangan. Selain itu, hengkangnya beberapa pemain juga bisa digantikan oleh pemain baru yang tengah dibidik dalam beberapa waktu belakangan.

Dari sekian daftar pemain yang akan dijual, nama Denis Suarez menjadi kandidat pertama pemain yang siap hengkang dari Camp Nou. Pemain yang musim lalu dipinjamkan ke Arsenal ini memang tak masuk dalam rencana Ernesto Valverde musim depan.

Meski begitu, Valencia disebut berminat mendatangkan mantan pemain Man City tersebut ke Mestalla. Meski berminat, El Che tak bisa mendatangkannya secara Cuma-Cuma. Mereka harus mengeluarkan uang minimal 20 Juta Euro untuk menggamit gelandang kreatif Spanyol tersebut.

Nama kedua yang santer akan dilepas adalah penjaga gawang utama Timnas Belanda, Jasper Cillessen. Valencia disebut juga meminati kiper Der Orange ini. Selain Valencia, beberapa tim dari Italia dan Inggris juga siap menampung Cillessen.

Namun untuk pemain ini, Barca mematok harga sebesar 30-35 Juta Euro. Benfica sebenarnya sempat menjadi klub terdepan untuk menjadi destinasi Cillessen. Namun The Eagles disebut enggan mengeluarkan dana besar untuk mengangkut seorang penjaga gawang.

Sementara pemain terakhir yang dirumorkan akan dilepas adalah Malcom. Sejak didatangkan dari Bordeaux awal musim ini. Malcom jarang mendapatkan menit bermain di tim utama karena tak bisa menggeser posisi Leo Messi. Selain itu, saat diberi kesepatan, Winger Brazil ini juga kerap mengecewakan. Meski begitu, dua tim asal London Utara, Arsenal dan Tottenham disebut siap menampung jasa Malcom guna memperkuat tim.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Dalam Lima Tahun, Milan Merugi Rp 7,69 Triliun, Kok Bisa?

Vivagoal Serie A Kondisi finansial AC Milan tengah berada di titik nadir. Tim asal Kota Mode ini dilaporkan mengalami kerugian lebih dari 400 Juta Euro, setara dengan Rp 6,8 Triliun dalam lima Tahun terakhir. Ada apa gerangan?

Menurut laporan Media Italia, Corriere dello Sport, Milan memang mengalami deficit yang luar biasa. Sejak 2014 lalu, neraca keuangan Rossoneri sudah mengalami defisit hingga 91 juta Euro (Rp 1,4 Triliun), sementara di musim ini saja, laporan tersebut menyebutkan Setan Merah merugi hingga 100 Juta Euro (Rp 1,6 Triliun). Dalam lima Tahun terakhir, Corriere menyebut Milan mengalami kerugian total hingga 413 Juta Euro atau setara dengan Rp 7,69 Triliun!

Kerugian yang dialami klub yang lekat dengan Silvio Berlusconi ini bukan tanpa sebab. Milan memang mengalami masalah keuangan yang cukup serius. Klub tak mampu mendapatkan pemasukan yang lebih besar dibandingkan pengeluaran yang mereka kucurkan.

Bahkan terkait permasalahan ini, mereka kerap bolak balik berurusan dengan Financial Fair Play. Bukan tak mungkin jika permasalahan ini belum rampung hingga 30 Juni mendatang, kans mereka berlaga di European League terancam sirna begitu saja karena UEFA bisa mencabut hak Milan tampil karena gagal memenuhi kewajiban mereka.

Oleh karena itu, mereka akan dihadapkan dengan opsi penjualan pemain untuk menstabilkan neraca keuangan mereka. Beberapa pemain yang tak tersentuh maupun memiliki peran penting seperti Piatek, Suso hingga  Lucas Paqueta bukan tak mungkin masuk daftar jual.

Milan sebenarnya sudah berada di jalan yang benar musim ini. Direktur teknik mereka, Leonardo sudah mengencangkan ikat pinggang guna menekan pengeluaran klub dengan meminjam beberapa pemain ternama seperti Gonzalo Higuain dan Tiemoue Bakayoko.

Namun performa tim yang tak cenderung stabil membuat manajemen harus mengosongkan kas dengan mendatangkan pemain macam Krzysztof Piatek dan Lucas Paqueta. Keduanya ditebus dengan mahar tak kurand dari 70 Juta Euro.

Performa Milan memang meningkat. Namun di akhir musim mereka mengalami inkonsistensi sehingga Rossoneri harus melupakan Liga Champions dan menempati peringka kelima. Torehan buruk ini pun memakan korban. Gennaro Gattuso yang notabene merupakan pelatih mereka harus angkat kaki karena hasil minor ini.

Tak bermain di Liga Champions membuat pundi-pundi pemasukan mereka berkurang drastis. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan klub yakni dengan menjual pemain-pemain bintang mereka. Jika hal tersebut terealisasi, maka Milan akan berubah status dari tim penantang gelar menjadi tim penghuni papan tengah.

Dengan demikian, kemungkinan besar tak akan ada nama besar yang bisa didatangkan oleh Milan pada bursa transfer musim panas nanti. Bahkan, sejumlah pemain penting seperti Suso atau bahkan Piatek bisa saja dilepas demi menyeimbangkan neraca keuangannya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS