Tag: Joshua Kimmich

Terkait Problem TOTSSF Dua Bintang Bundesliga, EA Sports Buka Suara

Vivagoal – IGL – EA Sports tengah menyelidiki isu terkait ketiadaan sepasang card Team of the Season So Far (TOTSSF) dua bintang Bundesliga yakni Joshua Kimmich dan Jadon Sancho. EA telah mengumumkannya melalui laman twitter resmi miliknya.


Baca Juga:


Jadon Sancho dan Joshua Kimmich memang masuk ke dalam Ultimate TOTSSF yang dirilis 5 Juni kemarini. Sayangnya, kedua card tersebut tak ditemui. FIFA Player bahkan hanya mendapatkan base card keduanya. FIFA Player bahkan menuntut EA Sports untuk memperbaiki permasalahan tersebut sebelum weekend league dan EA buka suara terkait hal tersebut.

“Kita tengah menyelidiki temuan tentang versi yang salah dari Kimmich dan Sancho. Kita akan melakukan update terkait masalah ini,” ungkap mereka melalui laman Twitter pada 9 Juni lalu, seperti diwartakan Dexerto.

Hal ini sudah barang tentu membuat FIFA Fans kecewa karena pack TOTSSF Ultimate merupakan barang langka. Namun jika menilik pada edisi sebelumnya, kesalahan serupa pernah terjadi dan dengan cepat, EA Sports segera memperbaiki dan memasukan card yang seharusnya diterima FIFA player.

Jangan lupa mengikuti update terkini seputar turnamen FIFA 20, Efootball PES 2020 dan FUT CUP di Indonesia Gaming League (IGL) Season 2, untuk informasi lebih lanjut, silahkan follow akun resmi Instagram IGL  dan download aplikasinya di Google Play atau App Store

Selalu update berita terbaru seputar Indonesia Gaming League hanya di vivagoal.com

Bayern Munchen Miliki Duet Gelandang Terbaik Dunia

Vivagoal BundesligaLegenda Bayern Munchen, Bixente Lizarazu, menilai duet Joshua Kimmich dan Thiago Alcantara di lini tengah Die Roten sebagai yang terbaik di dunia. Kombinasi keduanya diakui menghidupkan lini serang Bayern.

“Joshua dan Thiago Alcantara saat ini adalah duo gelandang tengah terbaik di dunia dan bermain di level yang sangat tinggi. Secara teknis, mereka berdua sempurna dan selalu ingin mengontrol bola. Ini sangat penting bagi tim karena memberi rasa aman,” puji Lizarazu seperti dilansir dari Sport Bild.

Sejak Hans Flick ditunjuk menangani Bayern pada awal Oktober 2019 kemarin, Joshua Kimmich bergeser menjadi sebagai seorang gelandang.  Hasilnya Kimmich mampu mengemas empat  gol dan tujuh assist dari 24 pertandingan di seluruh ajang.

Tak hanya itu, duetnya bersama Thiago Alcantara menuai banyak pujian. Bagaimana tidak, dari 24 laga yang dijalani Bayern, duet Thiago dengan Kimmich berhasil memberikan 21 kemenangan dengan hanya dua kali menelan kekalahan dan satu laga lainnya berakhir imbang.


Baca Juga: 


Performa menjanjikan Thiago dan Kimmich di lini tengah Bayern diakui membuat lini serang Die Roten jadi sangat menakutkan dengan mengemas 76 gol dan hanya kebobolan 16 gol.

“Joshua dan Thiago bermain bersama sebagai gelandang, benar-benar fantastis. Saya belum pernah melihat duo gelandang yang lebih baik dari mereka di dunia sepakbola saat ini.

“Khusus untuk Joshua, saya begitu terkesan dengan kemampuan beradaptasinya, karena saya sempat berpikir bahwa dia sebenarnya bek kanan terbaik, tapi sekarang saya harus katakan bahwa di lini tengah, dia jauh lebih baik daripada jadi seorang bek kanan,” tambah Lizarazu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Versatile Player Bayern Coba Tiru Mentalitas Legenda Klub

Vivagoal Bundesliga – Pemain serba bisa milik Bayern Munchen, Joshua Kimmich ingin meniru apa yang dilakukan legenda klub, Bastian Schweinsteiger bersama klub. Ia merasa mentalitas yang dimiliki Basti membentuknya menjadi pemain seperti sekarang

Sejauh ini, Kimmich sukses memainkan 24 laga dan mencetak sepasang gol dan enam assist. Dalam kesempatan tersebut, ia kerap bermain di beberapa sisi seperti fullback kanan maupun gelandang bertahan. Kedua peran tersebut sukses dimainkannya dengan baik bersama Die Roten.  Ia pun tak segan menunjukan kekaumannya kepada Schweinsteiger.

“Ketika saya masih muda, saya mencoba untuk meniru apa yang dia [Schweinsteiger] lakukan. Dia selalu menjadi pemimpin dengan menonjolkan mentalitasnya. Bagi saya, yang terbaik datang di final Piala Dunia [2014]. Saya pikir, saya sudah memiliki mentalitas sepertinya.” ungkapnya kepda situs resmi klub, dinukil Goal International

“Saya juga merasa bahwa saya adalah pemain yang prioritasnya tidak hanya ingin membuat diri sendiri terlihat bagus di lapangan. Alih-alih, saya mengerahkan segalanya untuk tim saya dan saya mencoba membantu rekan satu tim.”


Baca Juga:


Sejauh ini, Kimmich, bersama Thiago Alcantara bertransformasi menjadi duo yang mematikan. Saat Alcantara bertugas sebagai inspirator tim, Kimmich pun biasa menjegal lawan-lawan yang hendak mendekati backfour.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Dikritik Legenda Bayern Munchen, Kimmich Tak Peduli

Vivagoal BundesligaBek Bayern Munchen, Joshua Kimmich dijuluki Greta Thunberg dunia sepak bola. Sebutan itu diberikan oleh legenda The Bavarians, Mehmet Scholl yang menganggap dirinya terlalu banyak bicara.

Sebelumnya, dalam sebuah radio di Jerman Mehmet Scholl menyamakan Joshua Kimmich dengan Greta Thurnberg, gadis belia asal Swedia yang begitu terkenal sebagai seorang aktivis lingkungan.

Dalam pandangan Scholl, Kimmich dinilai belum layak mengomentari banyak hal karena umurnya yang masih sangat muda dan dirinya bukan seorang kapten klub.

Baca Juga: Gagal Lebarkan Jarak dengan RB Liepzig, Pelatih Munchen Tak Khawatir

“Buat saya, semua pernyataan dan wawancara yang dilakukannya saat membahas Bayern terlalu berlebihan. Saya pikir dia adalah Greta Thurnberg-nya dunia sepakbola.

“Joshua Kimmich merasa di usianya yang sudah 24 tahun, dia sudah bisa mengungkapkan semua yang ada di benaknya. Saya pikir itu anggapan yang sangat salah,” kata  Mehmet Scholl.

Kimmich Tak Bergeming

Di sisi lain,  Kimmich seolah tak peduli dengan ejekan yang dilancarkan Scholl. Sang pemain seolah tak peduli dengan kritik yang dilancarkan legenda Bayern Munchen tersebut. 

Baca Juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay!

“Saya kira, seseorang pemain muda tak perlu malu mengambil sikap dan tanggung jawab demi memperbaiki tim. Saya merasa tidak perlu mengomentari julukan tersebut, karena saya memang enggan mengomentarinya.

“Memang benar, sulit menanggung beban tim saat usiamu baru 18 atau 19 tahun, tapi pada umur berapapun, seseorang bisa dan boleh mengambil tanggung jawab tim, apapun jabatannya dia,” kata Joshua seperti dilansir dari Sport1.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Musim Ini Bayern Munchen Punya Rival Baru di Bundeliga, Siapa Mereka?

Vivagoal Bundesliga – Bek Bayern Munchen, Joshua Kimmich mengakui FC Hollywood kini punya penantang baru di Liga Domestik. Selain Borussia Dortmund yang kerap mempersulit, kini ada Red Bull Leipzig.

Dibawah arahan pelatih muda berbakat dalam diri Julian Nagelsmann, menurut Kimmich, Leipzig layak dijadikan sebagai salah satu kandidat juara musim ini. Ia menilai Leipzig bakal lebih baik di paruh kedua nanti.

“Saya pikir, RB Leipzig akan terus bisa meraih poin di putaran kedua musim ini. Mereka terlihat sangat dominan di putaran pertama.” ucap Kimmich seperti dilansir dari laman resmi Bundesliga Jerman.

Tapi demikian, Kimmich tak gentar dengan ancama Leipzig. Penampilan apik Leipzig dijadikannya sebagai motivasi supaya bisa mengandaskan mereka.

“Kondisi Leipzig saat ini memaksa kami tidak boleh berhenti meraih poin di putaran kedua. Karena kami akan menghadapi mereka di kandang pada tanggal 9 Februari nanti.

“Saya pikir, itu akan jadi laga penentuan siapa yang akan keluar sebagai juara musim ini.” Kimmich menjelaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Main Sebagai Fullback Kiri, Alaba DIsebut Bek Tengah Terbaik, Kok Bisa?

Vivagoal BundesligaDavid Alaba selama ini dikenal sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia. Tapi kini, predikatnya bertambah setelah rekannya di Bayern Munchen, Joshua Kimmich menyebutnya sebagai bek tengah terbaik di dunia.

Pujian yang disampaikan Kimmich ini tak lepas dari dua penampilan terakhir Alaba bersama Die Roten, dimana saat ia dipasang sebagai bek tengah karena Lucas Hernandez dan Niklas Suele menderita cedera, sementara Jerome Boateng terkena skorsing, tak satu pun ada gol yang bersarang ke gawang Manuel Neuer.

Bermain sebagai bek tengah sejatinya bukan hal baru bagi Alaba sendiri. Semasa Bayern dilatih oleh Pep Guardiola, Alaba lumayan sering dipasang di pos jantung pertahanan dalan formasi tiga pemain belakang. Pada musim 2015/2016, 20 dari 30 penampilannya di ajang Liga Jerman dilakoni sebagai bek tengah.

Kala berposisi sebagai bek tengah, Alaba mampu memberikan clean sheet kontra Olympiacos dan Borrusia Dortmund. dalam dua tersebut, Bayern sukses mengunci kemenangan 2-0 dan 4-0. Atas dasar tersebut, Kiimmich pun tak ragu menyebut Alaba sebagai bek tengah terbaik di dunia

Baca Juga: Mendedah Calon-Calon Pelatih Bayern Munchen, Siapa Saja?

“Bagiku, David luar biasa sebagai bek kiri. Tapi saya pikir dia juga salah satu bek tengah dunia,” ucap Kimmich seperti dilansir dari laman resmi Bundesliga.

“Saya sudah mengatakan kepada David kalau dia bisa jadi bek tengah terbaik. Bahasa tubuhnya luar biasa. Sebagai bek tengah, dia sangat baik dalam membangun serangan dari belakang dan tetap tenang saat lawan mencoba memberi tekanan.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Prediksi Bayern vs Olympiakos: Misi Dekatkan Langkah ke 16 Besar

Vivagoal Liga ChampionsBayern Munchen bisa langsung memastikan satu tiket ke babak 16 besar Liga Champions andai bisa mengalahkan Olympiakos di Allianz Arena dalam lanjutan matchday ke-IV Liga Champions, Kamis (7/11) dini hari WIB.

Persaingan di klasemen grup B Liga Champions memang tidak terlalu ketat dibandingkan grup lainnya. Bayern berdiri kokoh di puncak klasemen dengan poin sempurna, 9 dari tiga pertandingan. Sementara Tottenham Hotspurs yang ada di urutan kedua baru mengoleksi 4 poin diikuti oleh Red Star Belgrade di urutan tiga dengan torehan tiga poin. Olympiakos sendiri  berada di dasar klasemen dengan 1 poin.

Dengan situasi seperti ini, tambahan tiga angka bakal langsung memastikan Bayern lolos ke babak berikutnya. Sementara bagi Olympiakos, kekalahan bisa saja memastikan mereka tersingkir dari ajang Liga Champions musim 2019/2020 ini, terutama jika Tottenham menang saat berlaga melawan Red Star Belgrade.

Bayern sendiri jauh diunggulkan atas wakil Yunani ini. Namun, para pemain Die Roten baru saja ditinggal pergi pelatihnya, Niko Kovac sehingga harus kembali beradaptasi dengan taktik baru dari pelatih sementara, yakni Hans Flick.

“Sebagai pemain kami membawa tanggung jawab untuk bisa memberikan kemenangan kepada tim. Ada banyak keraguan yang harus kami jawab dari diri kami sendiri, tapi kami harus lebih baik lagi. Di laga nanti, kami harus punya kemauan besar untuk menang.” tegas Joshua Kimmich.

Jelang laga ini, Bayern memang tidak begitu superior di Allianz Arena. Tercatat sudah dua kali mereka menelan kekalahan di kandang sendiri di ajang Bundesliga musim ini. Selain itu, jumlah kebobolan mereka juga sangat besar dibandingkan 9 tim yang menduduki posisi 10 besar klasemen.

Oleh karena itu, melawan Olympiakos di kandang tidak lantas menjamin Bayern bakal menang dengan mudah. Walaupun kalah 2-3 di pertemuan pertama, namun Olympiakos sukses merepotkan Bayern.

Ditambah lagi Olympiakos hanya sekali menelan kekalahan dari lima laga terakhirnya di semua kompetisi musim ini membuat Bayern diprediksi hanya akan menang dengan skor tipis di laga ini

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Joshua Kimmich Pesimis Leroy Sane Bakal ke Bayern

Vivagoal Bundesliga – Pelatih Bayern Munchen, Niko Kovac sangat optimis Leroy Sane bakal segera merapat ke Bayern Munchen. Namun, bagi Joshua Kimmich, hal itu hanya sebatas rumor belaka.

Bukan rahasia lagi jika Bayern sangat ngotot mendatangkan Leroy Sane. Winger 23 tahun itu diproyeksikan menjadi suksesor Arjen Robben dan Franck Ribery di posisi sayap mereka.

Baca juga: Kovac Minta Maaf ke Pep Soal Leroy Sane, Kenapa?

Namun, beberapa penawaran Bayern ditolak Manchester City. The Citizens dikabarkan mematok harga 100 juta euro untuk winger belia Jerman itu. Situasi sulit Bayern dalam usahanya mendapatkan servis Leroy Sane tak bikin kendur Niko Kovac.

Sang pelatih justru merasa sangat optimis timnya bakal segera mendaratkan Sane ke Allianz Arena pada bursa transfer musim panas ini. Joshua Kimmich sendiri menanggapi hal tersebut dengan santai. Ia mengaku bertolak belakang dengan keyakinan pelatih 47 tahun itu.

“Saya tidak tahu seperti apa sinyal kedatangan Leroy Sane, tapi klub memang menginginkan dia datang kesini.” ujar Kimmich dilansir dari Sport1.

“Tapi jika itu benar Leroy menginginkan transfer itu terjadi, ia mungkin sejak lama sudah disini. Sayangnya itu tidak terjadi, itu Sane ke Bayern cuma rumor, rumor ya rumor.” tegasnya.

Baca juga: Demi Leroy Sane, Bayern Tunda Sesi Foto Tim Setelah Kick-Off Bundesliga

“Kami harus bekerja dengan apa yang kami punya sekarang. Berspekulasi pada masa depan tidak akan mencapai apapun.” tandas bek 24 tahun itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Ada Ancelotti, Kimmich Akui Sempat Ingin Pergi Dari Bayern

VivagoalBundesliga – Bek Bayern Munchen, Joshua Kimmich mengaku sempat nyaris berpikir untuk hengkang dari Allianz Arena saat klub tersebut masih ditangani oleh pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti.

Ancelotti ditunjuk menangani Bayern pada 1 Juli 2016 silam. Eks pelatih Real Madrid itu berhasil mempersembahkan titel Bundesliga dan Piala Super Jerman di musim debutnya.

Tapi, saat memasuki musim keduanya, Ancelotti hanya bertahan tiga bulan, tepatnya dia dipecat pada 28 September 2017. Kala itu, pemecatannya diyakini terjadi karena Don Carlo sapaan akrabnya kehilangan dukungan di ruang ganti.

 

Sejumlah pemain pilar, seperti Joshua Kimmich dikabarkan tidak puas dengan caranya menangani tim. Saat Bayern masih dibesut oleh Guardiola, Kimmich adalah pemain andalan di sektor bek kanan. Selama semusim ia mampu mencatatkan 36 penampilan dengan mengumpulkan 2.427 menit bermain.

Namun, sejak Bayern menunjuk Don Carlo, Kimmich kehilangan waktu bermain yang cukup signifikan. Saat itu, Ancelotti lebih mempercayai Philipp Lahm ketimbang dirinya. Alhasil, ia pun mulai berpikir untuk segera angkat kaki dari klub Bavarians itu.

“Terus terang, saya sempat mengalami hal-hal sulit di Bayern. Saya bahkan tidak bisa melihat masa depan saya di klub ini.” ungkapnya kepada Welt.

“Saya rasa masalahnya dengan Ancelotti waktu itu adalah lebih ke filosofi. Dia ingin mengubah banyak hal, sementara saya tidak siap.” imbuh Kimmich lagi.

“Saya tidak senang karena menit bermain saya banyak terpangkas dan saya merasa sudah saatnya saya harus mulai memikirkan bahwa Bayern bukan satu-satunya klub terbaik untuk karier saya.” sahutnya.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Joshua Kimmich: Saya Berbeda Dari Philipp Lahm

Vivagoal Bundesliga – Joshua Kimmich merupakan salah satu pemain serba bisa yang dipunya Bayern Munchen dan timnas Jerman. Bek kanan 24 tahun itu kerap digadang-gadang bakal jadi penerus Philipp Lahm. Namun, Kimmich enggan jika disamakan dengan seniornya itu.

Kimmich bisa dikatakan sebagai salah satu talenta besar Bayern saat ini. Didatangkan dari RB Leipzig musim 2015/16, Kimmich langsung menjelma jadi andalan di posisi bek kanan Die Rotten sepeninggalan Philipp Lahm yang pensiun di usia 33 tahun pada akhir musim 2016/2017.

Kimmich sendiri punya banyak kesamaan dengan pendahulunya di Bayern itu. Sama-sama berpostur di kisaran 1,7 meter, Kimmich juga pernah menimba ilmu di Stuttgart dan sama-sama piawai beroperasi sebagai bek kanan maupun gelandang bertahan.

Alhasil ia pun kerap disamakan dengan Lahm. Namun, Kimmich bersikeras menolak dibandingkan dengan pendahulunya itu. Ia mengaku punya ciri khasnya sendiri di atas lapangan.

“Ya, banyak yang membandingkan saya dengan Lahm, tetapi kami adalah dua pemain yang berbeda. Saya tipe pemain yang lebih ofensif daripada Lahm. Dan saya ingin melakukan banyak hal sebagai Joshua Kimmich.” ujarnya dikutip dari Sport Bild.

“Ketika saya datang ke Bayern tahun 2015, Lahm sudah menjadi legenda dan salah satu bek kiri terbaik di dunia, dia pemain yang hebat, dan anda tidak akan pernah bisa menggantikan pemain seperti itu, saya sendiri masih harus banyak belajar darinya.” Kimmich menambahkan.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS